Tuesday, March 10, 2026
28.8 C
Jayapura

Beli Lahan Tandus Kini Jadi Hutan Organik

Menyimak Kiprah Rosita Menjaga Warisan Hijau di Megamendung

Menanam sayuran di sela pohon untuk menjaga kelembapan tanah menjadi kunci Rosita Istiawan mengubah lahan gersang menjadi hutan organik. Ia menyarankan agar kebijakan lingkungan tak hanya berhenti di tataran penanaman pohon tanpa diikuti pemeliharaan jangka panjang.

Laporan: Novitri Selvia

DI Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menghampar hutan buah cinta kasih pasangan suami istri Bambang Istiawan dan Rosita. Kawasan itu menjadi rumah bagi ribuan pohon dan satwa alam bebas.“Ini dulu lahan gersang. Kami menanam satu per satu pohon sampai bisa seperti sekarang ini,” kata Rosita kepada Radar Bogor (grup Padang Ekspres) sambil menunjuk ke arah hutan di sekeliling kediamannya.

Baca Juga :  Hitungan Detik Lumpur Masuk Rumah, Sepotong Roti Jadi Bekal

Semua berawal dari keinginan sederhana sang suami, Bambang Istiawan, yang kini telah almarhum, untuk memiliki rumah di pinggir hutan. Namun, di kawasan Puncak—termasuk Megamendung—hutan sudah sulit ditemukan.

Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan tabungan, Rosita membeli tanah seluas 2.000 meter persegi di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, dari warga sekitar.Lahan itu gersang, panas, dan kritis, dengan tingkat keasaman (pH) tanah yang terlalu tinggi. Namun, ia tak mundur. Bersama keluarga, ia menanam bibit sedikit demi sedikit, mencicil pupuk, dan merawat setiap pohon yang tumbuh.

“Tanahnya waktu itu asam sekali, tapi kami terus memupuk berton-ton sampai akhirnya bisa hidup,” kata perempuan 63 tahun itu. Setelah setahun bekerja tanpa henti, tanda-tanda kehidupan mulai muncul. Tanaman tumbuh subur, tanah menjadi lebih lembap, dan udara perlahan berubah sejuk. Teknik tumpang sari atau agroforestri menjadi kunci.Ia menanam sayuran di sela pohon keras agar kelembapan tanah terjaga tanpa bahan kimia.

Baca Juga :  Hutan Papua Bukan Utang Negara

Menyimak Kiprah Rosita Menjaga Warisan Hijau di Megamendung

Menanam sayuran di sela pohon untuk menjaga kelembapan tanah menjadi kunci Rosita Istiawan mengubah lahan gersang menjadi hutan organik. Ia menyarankan agar kebijakan lingkungan tak hanya berhenti di tataran penanaman pohon tanpa diikuti pemeliharaan jangka panjang.

Laporan: Novitri Selvia

DI Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menghampar hutan buah cinta kasih pasangan suami istri Bambang Istiawan dan Rosita. Kawasan itu menjadi rumah bagi ribuan pohon dan satwa alam bebas.“Ini dulu lahan gersang. Kami menanam satu per satu pohon sampai bisa seperti sekarang ini,” kata Rosita kepada Radar Bogor (grup Padang Ekspres) sambil menunjuk ke arah hutan di sekeliling kediamannya.

Baca Juga :  Sempat Panik Saat Masuk Lumpur Namun Orang Tua Ikut Bangga

Semua berawal dari keinginan sederhana sang suami, Bambang Istiawan, yang kini telah almarhum, untuk memiliki rumah di pinggir hutan. Namun, di kawasan Puncak—termasuk Megamendung—hutan sudah sulit ditemukan.

Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan tabungan, Rosita membeli tanah seluas 2.000 meter persegi di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, dari warga sekitar.Lahan itu gersang, panas, dan kritis, dengan tingkat keasaman (pH) tanah yang terlalu tinggi. Namun, ia tak mundur. Bersama keluarga, ia menanam bibit sedikit demi sedikit, mencicil pupuk, dan merawat setiap pohon yang tumbuh.

“Tanahnya waktu itu asam sekali, tapi kami terus memupuk berton-ton sampai akhirnya bisa hidup,” kata perempuan 63 tahun itu. Setelah setahun bekerja tanpa henti, tanda-tanda kehidupan mulai muncul. Tanaman tumbuh subur, tanah menjadi lebih lembap, dan udara perlahan berubah sejuk. Teknik tumpang sari atau agroforestri menjadi kunci.Ia menanam sayuran di sela pohon keras agar kelembapan tanah terjaga tanpa bahan kimia.

Baca Juga :  Lulusan SMA LB Bisa Lanjut ke Perguruan Tinggi, Atau Kerja Sesuai Bidangnya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya