Sampai di Jayapura, Hetson tinggal di rumah keluarga dan ia pun mengikuti seleksi Pra PON Papua pada bulan Juli 2025 dan dinyatakan masuk dalam skuad. Dari situ, ia memutuskan pindah sekolah ke Jayapura. Hetson pun masuk SMAN 4 Jayapura.
Di tahun yang sama, tepatnya bulan Oktober 2025, SMAN 4 Jayapura akan tampil pada seri nasional Futsal Series. Hetson pun ikut diboyong ke Jakarta.
Pilihan ini terbukti tepat. Di bawah bimbingan yang lebih terarah, bakat terpendam pemain kelahiran 14 Mei 2009 itu mulai meledak. Bersama SMAN 4 Jayapura, Hetson tampil memukau hingga menembus babak semifinal tingkat nasional di Jakarta.
Meski sekolahnya harus puas di posisi ketiga, mata tajam pelatih Timnas Futsal, Hector Souto, tidak bisa berpaling darinya. Hetson dan Samuel Harim pun terpilih mengikuti Program PFL Next yang merupakan program Federasi Futsal Indonesia (FFI) dan Pro Futsal League (PFL) untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda futsal di seluruh Indonesia agar siap melangkah ke jenjang profesional.
“Waktu itu kami dilatih oleh pelatih coach Souto selama dua minggu, saya dapat banyak pengaman dan disitu coach Souto memanggil saya bahwa kemungkinan nama saya sudah ada dalam Timnas. Saya senang dan saya pulang latihan lebih giat lagi untuk penguatan otot,” ucapnya.
Piala AFF Futsal U-16 Thailand 2025 menjadi panggung debut internasional Hetson. Bermain dengan lambang Garuda di dada, Hetson tampil tanpa rasa takut. Puncaknya, di laga final melawan Thailand, ia mencetak satu gol atas kemenangan tipis 4-3 yang membawa Indonesia ke tangga juara.
“Saat final saya bersyukur bisa cetak gol, di situ saya menangis. Saya tidak menyangka kami bisa mengalahkan raja Asean,” katanya.
Pemain yang mengidolakan Evan Soumilena itu juga sedang mendapatkan tawaran untuk bermain di Australia. Ia mengaku akan berlatih lebih keras lagi untuk bisa menjadi pemain futsal yang lebih baik.
Sampai di Jayapura, Hetson tinggal di rumah keluarga dan ia pun mengikuti seleksi Pra PON Papua pada bulan Juli 2025 dan dinyatakan masuk dalam skuad. Dari situ, ia memutuskan pindah sekolah ke Jayapura. Hetson pun masuk SMAN 4 Jayapura.
Di tahun yang sama, tepatnya bulan Oktober 2025, SMAN 4 Jayapura akan tampil pada seri nasional Futsal Series. Hetson pun ikut diboyong ke Jakarta.
Pilihan ini terbukti tepat. Di bawah bimbingan yang lebih terarah, bakat terpendam pemain kelahiran 14 Mei 2009 itu mulai meledak. Bersama SMAN 4 Jayapura, Hetson tampil memukau hingga menembus babak semifinal tingkat nasional di Jakarta.
Meski sekolahnya harus puas di posisi ketiga, mata tajam pelatih Timnas Futsal, Hector Souto, tidak bisa berpaling darinya. Hetson dan Samuel Harim pun terpilih mengikuti Program PFL Next yang merupakan program Federasi Futsal Indonesia (FFI) dan Pro Futsal League (PFL) untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda futsal di seluruh Indonesia agar siap melangkah ke jenjang profesional.
“Waktu itu kami dilatih oleh pelatih coach Souto selama dua minggu, saya dapat banyak pengaman dan disitu coach Souto memanggil saya bahwa kemungkinan nama saya sudah ada dalam Timnas. Saya senang dan saya pulang latihan lebih giat lagi untuk penguatan otot,” ucapnya.
Piala AFF Futsal U-16 Thailand 2025 menjadi panggung debut internasional Hetson. Bermain dengan lambang Garuda di dada, Hetson tampil tanpa rasa takut. Puncaknya, di laga final melawan Thailand, ia mencetak satu gol atas kemenangan tipis 4-3 yang membawa Indonesia ke tangga juara.
“Saat final saya bersyukur bisa cetak gol, di situ saya menangis. Saya tidak menyangka kami bisa mengalahkan raja Asean,” katanya.
Pemain yang mengidolakan Evan Soumilena itu juga sedang mendapatkan tawaran untuk bermain di Australia. Ia mengaku akan berlatih lebih keras lagi untuk bisa menjadi pemain futsal yang lebih baik.