UNTUK pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia U-16 berhasil merengkuh gelar juara Piala AFF Futsal U-16 2025. Di balik drama kemenangan 4-3 atas raksasa Thailand di partai final yang berlangsung di Nonthanburi Hall, Sen
Garuda Muda sebagai tuan rumah masuk ke grup A bersama dengan Brunei Darussalam U-23, Malaysia U-23, dan Filipina U-23. Laga pertama Timnas Indonesia U-23 adalah melawan Brunei di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
PSSI telah mengumumkan memanggil 30 pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23. Namun, jumlah itu berkurang menjadi 28 orang karena ada dua yang tercoret, yakni Husna Al Malik (Madura United FC) dan Putra Sheva Sangga
Namun, keuntungan tak serta merta didapatkan Timnas Indonesia U-23. Sebab, mereka tergabung di grup dengan tim lebih banyak, dengan berisikan empat tim. Sementara grup lainnya hanya berisikan tiga tim saja.
Juru taktik asal Korea Selatan itu bahkan menyarankan agar penyelenggaraan Piala AFF selama fase grup digelar secara terpusat. Sementara untuk semifinal, baru menerapkan format kandang-tandang.
Bisa dibilang, kemenangan Garuda tersebut jauh dari kata mudah. Pasalnya, kedua tim bertanding cukup alot, khususnya sebelum gol tercipta. Bahkan, Timnas Indonesia beberapa kali ditekan oleh tuan rumah Myanmar.
Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) Marsal Irwan Masita mengungkapkan, meski pertandingan home dalam ajang AFF Cup 2024 harus digelar di Solo, timnas Indonesia dipastikan tidak kehilangan dukungan suporter. Sebab, tiket pertandingan untuk dua laga home tersebut sudah terjual habis.
Kendati sempat beredar rumor bahwa PSSI akan menunjuk pelatih baru karena Shin Tae-yong fokus pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, tapi PSSI akhirnya membuat keputusan Shin akan memimpin skuad Garuda di ajang paling bergengsi se-Asia Tenggara tersebut.
Namun, PSSI akhirnya memutuskan untuk tetap mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang telah membawa banyak perubahan signifikan pada sepak bola Indonesia.
Tujuan akhir dari perjalanan panjang ini adalah tiket menuju Piala Dunia U-20 2025, dimana untuk mencapainya, Indonesia harus mencapai babak semifinal Piala Asia U-20 2025 yang akan digelar pada bulan Februari. Di Seoul Earth On Us Cup, Timnas Indonesia U-19 akan lebih dulu menghadapi Argentina pada 28 Agustus.
Raven tampak ‘kejer’ di tengah lapangan saat merayakan selebrasi bersama rekan-rekannya usai laga. Dia mungkin tak menyangka bisa membawa skuad Garuda Nusantara meraih prestisius di Piala AFF U-19 2024. Apalagi, dirinya menjadi penentu kemenangan di laga final berkat gol tunggalnya ke gawang Thailand pada menit ke-18.
Ada torehan sejarah, seperti misalnya lolos ke delapan besar Kejuaraan Asia 2024 serta lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia untuk timnas senior. Atau yang menghasilkan gelar juara seperti Medali Emas SEA Games 2023 dan yang terbaru juara Piala AFF U-19 2024.
“Alhamdulillah, setelah terakhir juara tahun 2013, atau 11 tahun yang lalu, timnas muda yang terdiri dari pemain pelapis, tak hanya punya skill bagus, tapi juga memiliki mental juara. Jadi, luar biasa. Saya senang kemarin U-16 kita di ASEAN juga mestinya bisa. Paling tidak U-16 bisa final cuma belum, sekarang U19-nya juara," ujar Erick Thohir.
Kesuksesan itu membuat Indra telah membawa sejumlah prestasi di level usia muda timnas. Pelatih kelahiran Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 2 Februari 1963 ini telah membawa sejumlah prestasi mengagumkan.
Dilasnir dari Antara kedua tim saling meraba-raba bentuk permainan pada 10 menit pertama. Setelah itu, Indonesia mendapatkan peluang pertama pada menit ke-13 melalui sepakan Arlyansyah Abdulmanan yang masih diblok bek lawan sehingga datangnya bola ke gawang melemah.
Salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah kerja sama antara Jens Raven dan Arkhan Kaka di lini depan. Meskipun keduanya merupakan pemain depan yang tangguh, performa mereka sebagai duet masih belum optimal. Jens Raven tampil lebih baik dari Arkhan Kaka dalam hal torehan gol, namun keduanya kurang kompak saat dimainkan bersama-sama.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu, 28 Juli 2024, Indra Sjafri menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. "Antara semifinal dan final kita hanya punya waktu satu hari, oleh sebab itu yang paling penting, kami tim pelatih melakukan cara bagaimana recovery pemain, agar mereka benar-benar pulih," ungkap Indra dikutip dari laman resmi PSSI.
Kemenangan ini menambah deretan hasil positif yang diraih Indonesia sejak fase grup, menunjukkan performa yang konsisten dan solid. Di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri, Timnas Indonesia U-19 selalu tampil meyakinkan dan belum terkalahkan dalam turnamen ini.
Kemenangan ini bukan hanya hasil dari kerja keras di lapangan, tetapi juga dari strategi cerdik yang diterapkan oleh pelatih Indra Sjafri. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Sabtu, 27 Juli 2024. Hasil ini menjadi saksi bagaimana perubahan taktik di babak kedua membawa hasil manis bagi skuad Garuda Nusantara.
Indonesia dan Malaysia diketahui belum terkalahkan dalam tiga pertandingan pada babak penyisihan grup Piala AFF U-19 2024. Tapi, ada satu yang bakal membedakannya, yakni rekor pertemuan kedua tim.
"Mengenai persiapan tim nasional Indonesia, pada hari ini cukup baik. Kita sudah melakukan persiapan untuk semifinal ini dari mulai dua hari yang lalu, setelah selesai babak grup," ujar Indra Sjafri.
Pada ajang yang sekarang bernama ASEAN U-19 Boys Championship 2024 ini, Indonesia akan menghadapi Malaysia yang sedang menghadang di semifinal pada Sabtu (27/7) pukul 19.30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Jens Raven mencetak dua gol dan dua assist dalam kemenangan dengan skor 6-2 melawan Timor Leste U-19. Pada laga terakhir Grup A Piala AFF U-19 atau ASEAN U-19 Boys Championship 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (23/7) malam, Raven tampil penuh. Pada dua laga sebelumnya, dia hanya tampil sekitar 20 menit dan 45 menit.
Kemenangan tersebut tidak hanya memastikan Indonesia melaju ke babak semifinal dengan torehan sempurna 9 poin dari tiga pertandingan, tetapi juga mencatatkan tiga pemain yang berhasil mengoleksi triple gol.
"Berusaha untuk menampilkan yang terbaik pada laga melawan Kamboja. Semuanya buat Timnas Indonesia," kata pesepak bola yang saat ini merumput dengan klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta itu
Performa impresif ini membuat mereka menjadi mesin gol utama Garuda Nusantara. Mari kita mengenal lebih dekat kiprah dua bintang muda ini yang tengah bersinar di turnamen bergengsi tersebut.
Menurut Indra, melawan tim-tim di grup A seperti Filipina U-19, Kamboja U-19, dan Timor Leste U-19 bisa membuat Arkhan Kaka dkk makin berkualitas. ’’Juara bukan tujuan,’’ lanjutnya.
Sebagai seorang pemain yang baru dinaturalisasi, Jens Raven memiliki tekad kuat untuk membantu Timnas Indonesia U-19 meraih prestasi di turnamen resmi pertamanya bersama tim. “Saya harap bisa berkontribusi banyak kepada tim dan membantu tim mencapai hasil yang baik,” ujar Jens Raven dengan penuh semangat.
Pada ajang yang dimainkan di Surabaya, Jawa Timur itu, sebelumnya Indra telah membawa 28 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Kota Pahlawan itu beberapa hari yang lalu.
Ia mengatakan kesalahan yang beberapa kali dilakukan oleh pemain Indonesia, yakni kurang sabar sehingga mendatangkan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dilakukan.
Ia mengatakan secara keseluruhan Timnas U-16 Indonesia bermain baik saat melawan Australia. Apalagi, sejak babak pertama Indonesia hanya bermain dengan sepuluh orang karena salah satu pemainnya diganjar kartu merah.
Pertandingan baru memasuki menit ke-3, Indonesia membuat kejutan dengan mencetak gol melalui sundulan kepala Zahaby Gholy. Gol pembuka laga Indonesia vs Australia ini tercipta dari umpan crossing Mathew Baker dan tepat mengarah kepada Gholy yang berhasil menyelinap di dalam kotak penalti.
"Setelah kita kembali dari Toulon Tournament, kami TC dengan 32 pemain dan satu minggu belakangan ini kami sudah melakukan latihan dengan fokus persiapan AFF (U-19), dan tahapan selanjutnya kami akan mengurangi dari 32 pemain menjadi 26 pemain dalam minggu ini," kata Indra dikutip dari Antara, Senin (1/7).
Coach Nova juga membeberkan bahwa skuadnya mengalami perkembangan positif selama menjalani turnamen ini. Ia pun berharap agar Mierza cs bisa bermain tanpa beban melawan Australia.
Melalui laman resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dipantau di Jakarta, Rabu, Nova mengumumkan nama-nama pemain yang diseleksi secara ketat setelah melalui proses pemusatan latihan serta laga uji coba.