Ditempatkan di Ruangan 2 x 2 yang Penuh Manusia, Gelang Tak Bisa Terlepas Tangan Nyaris Dipotong

“Kalau yang saya alami, alat kelamin saya ditarik sama pasukan Israel, dipegang, diremas. Itu saya agak khawatir (takut disodomi-Red),” tuturnya dengan mimik wajah serius. Usai dilecehkan, Abeng pun diminta memakai baju tahanan yang diberikan penjaga penjara. “Sudah pakai baju tahanan, dimasukan ke sel lagi, lalu dibanting ke tembok,” ucapnya memelas.

Saat dimasukkan ke dalam sel berukuran 2×2 meter, Abeng tak bisa bernapas lega. Sebab dengan ukuran ruangan sel sekecil itu, tentara Israel sengaja memasukkan belasan orang ke dalamnya.

Sehingga mau tidak mau, seluruh seluruh penghuni sel harus merasakan bau yang sangat tajam. Sebab di dalam sel isolasi itu, meski ada toilet, namun sengaja tak diberikan air saat para tawanan akan membuang hajat. “Di dalam sel, saat menunggu, posisi kita nggak boleh berdiri, tapi tetap menunduk. Yang sujud kalau ketahuan ngintip ditendang, dibanting,” ungkap Abeng.

Baca Juga :  Jurnalis Kecewa Dengan Proses Penyelidikan Molotov

Besok paginya, usai beberapa kali berpindah sel dan dipanggil satu-satu, dengan tangan diborgol lagi, Abeng bersama ratusan tawanan lain dibawa lagi ke mobil baja yang sebelumnya membawa ke penjara Kedziot. “Kita gak tahu di bawa kemana. Nah dalam perjalanan itu, tentaranya itu bilang ‘Welcome to Gaza,’ ungkapnya.

Mendengar nama Gaza, Abeng pun terharu sekaligus senang, meski tak mengetahui di Gaza bagian mana, dirinya dan ratusan tawanan yang diculik melintas.

Belakangan, Abeng baru tahu jika dirinya dibawa ke Bandara Internasional Ramon (Ilan dan Asaf Ramon) yang terletak di Eliat, Israel Selatan. Setelah itu, borgol dilepas dan di bawa ke pesawat Turkiye Airlines. “Nah saya baru ketemu Thoudy (rekan sekantor yang ikut diculik-Red) pas di pesawat. Berarti sudah 5-6 hari nggak ketemu. Di situ semua terharu,” tukas Abeng.

Baca Juga :  Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata

Abeng tak melanjutkan ceritanya namun semua pengalaman ini menjadi berharga dan cerita yang menarik bagaimana bisa terlibat langsung dalam peliputan yang benar-benar ektrem dan heroik. (selesai)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Kalau yang saya alami, alat kelamin saya ditarik sama pasukan Israel, dipegang, diremas. Itu saya agak khawatir (takut disodomi-Red),” tuturnya dengan mimik wajah serius. Usai dilecehkan, Abeng pun diminta memakai baju tahanan yang diberikan penjaga penjara. “Sudah pakai baju tahanan, dimasukan ke sel lagi, lalu dibanting ke tembok,” ucapnya memelas.

Saat dimasukkan ke dalam sel berukuran 2×2 meter, Abeng tak bisa bernapas lega. Sebab dengan ukuran ruangan sel sekecil itu, tentara Israel sengaja memasukkan belasan orang ke dalamnya.

Sehingga mau tidak mau, seluruh seluruh penghuni sel harus merasakan bau yang sangat tajam. Sebab di dalam sel isolasi itu, meski ada toilet, namun sengaja tak diberikan air saat para tawanan akan membuang hajat. “Di dalam sel, saat menunggu, posisi kita nggak boleh berdiri, tapi tetap menunduk. Yang sujud kalau ketahuan ngintip ditendang, dibanting,” ungkap Abeng.

Baca Juga :  Moment Promosikan  Pariwisata, Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kampung

Besok paginya, usai beberapa kali berpindah sel dan dipanggil satu-satu, dengan tangan diborgol lagi, Abeng bersama ratusan tawanan lain dibawa lagi ke mobil baja yang sebelumnya membawa ke penjara Kedziot. “Kita gak tahu di bawa kemana. Nah dalam perjalanan itu, tentaranya itu bilang ‘Welcome to Gaza,’ ungkapnya.

Mendengar nama Gaza, Abeng pun terharu sekaligus senang, meski tak mengetahui di Gaza bagian mana, dirinya dan ratusan tawanan yang diculik melintas.

Belakangan, Abeng baru tahu jika dirinya dibawa ke Bandara Internasional Ramon (Ilan dan Asaf Ramon) yang terletak di Eliat, Israel Selatan. Setelah itu, borgol dilepas dan di bawa ke pesawat Turkiye Airlines. “Nah saya baru ketemu Thoudy (rekan sekantor yang ikut diculik-Red) pas di pesawat. Berarti sudah 5-6 hari nggak ketemu. Di situ semua terharu,” tukas Abeng.

Baca Juga :  Tidak Ada Tempat Aman, Satu Juta Orang di Gaza Terpaksa Mengungsi

Abeng tak melanjutkan ceritanya namun semua pengalaman ini menjadi berharga dan cerita yang menarik bagaimana bisa terlibat langsung dalam peliputan yang benar-benar ektrem dan heroik. (selesai)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya