“Harga di kampung masih lebih murah. Kalau sudah sampai di pasar, bisa mencapai Rp300 ribu sampai Rp450 ribu per ikat,” kata Yospina.
Ia menegaskan bahwa gabus Sentani sebenarnya masih cukup sering ditemukan, khususnya di wilayah Kampung Kwadeware. Hanya saja jumlahnya kalah banyak dibandingkan ikan nila, mujair, dan lohan yang kini mendominasi perairan Danau Sentani.
Meski demikian, Yospina berharap pemerintah dapat mengembangkan program budidaya khusus untuk gabus Sentani. Selama ini berbagai upaya masyarakat memelihara ikan tersebut dalam keramba belum membuahkan hasil karena ikan tidak mampu bertahan hidup dalam waktu lama.
“Kami berharap Dinas Perikanan bisa lebih fokus mengembangkan bibit ikan gabus Sentani. Kalau berhasil dibudidayakan seperti nila dan mujair, tentu jumlahnya akan semakin banyak dan bisa terus dinikmati oleh generasi mendatang,” harapnya.(*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q