Ia menambahkan, master plan tersebut penting untuk menentukan kawasan mana yang boleh dibangun dan kawasan mana yang harus dilindungi. “Misalnya kawasan pesisir pantai, daerah aliran sungai, lembah atau kawasan perbukitan. Harus jelas mana yang boleh dibangun dan mana yang tidak boleh dibangun,” katanya.
Selain itu, Alberth juga menekankan pentingnya pelestarian budaya masyarakat adat Port Numbay. Ia menilai pemerintah provinsi maupun pemerintah kota sebenarnya telah memiliki berbagai regulasi terkait pelestarian budaya. Namun regulasi tersebut, kata dia, harus diikuti dengan program nyata agar budaya masyarakat adat tetap terjaga.
“Peraturan daerah sudah ada. Tinggal bagaimana pemerintah menindaklanjuti dengan program nyata, misalnya melalui kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar budaya lokal masyarakat Port Numbay dapat ditampilkan lebih luas dalam berbagai kegiatan publik di Kota Jayapura. Misalnya melalui pertunjukan seni tradisional, kuliner khas daerah serta kegiatan budaya lainnya yang dapat ditampilkan di hotel, kafe, pusat perbelanjaan maupun acara resmi.
“Budaya seperti tarian Yospan, kuliner tradisional dan berbagai kearifan lokal dari 10 kampung adat harus terus ditampilkan agar tidak hilang dari generasi ke generasi,” katanya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia menambahkan, master plan tersebut penting untuk menentukan kawasan mana yang boleh dibangun dan kawasan mana yang harus dilindungi. “Misalnya kawasan pesisir pantai, daerah aliran sungai, lembah atau kawasan perbukitan. Harus jelas mana yang boleh dibangun dan mana yang tidak boleh dibangun,” katanya.
Selain itu, Alberth juga menekankan pentingnya pelestarian budaya masyarakat adat Port Numbay. Ia menilai pemerintah provinsi maupun pemerintah kota sebenarnya telah memiliki berbagai regulasi terkait pelestarian budaya. Namun regulasi tersebut, kata dia, harus diikuti dengan program nyata agar budaya masyarakat adat tetap terjaga.
“Peraturan daerah sudah ada. Tinggal bagaimana pemerintah menindaklanjuti dengan program nyata, misalnya melalui kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar budaya lokal masyarakat Port Numbay dapat ditampilkan lebih luas dalam berbagai kegiatan publik di Kota Jayapura. Misalnya melalui pertunjukan seni tradisional, kuliner khas daerah serta kegiatan budaya lainnya yang dapat ditampilkan di hotel, kafe, pusat perbelanjaan maupun acara resmi.
“Budaya seperti tarian Yospan, kuliner tradisional dan berbagai kearifan lokal dari 10 kampung adat harus terus ditampilkan agar tidak hilang dari generasi ke generasi,” katanya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q