Masjid ini sendiri, jelas Fauzan telah direnovasi antara 2-3 kali. Yang awalnya dari berbahan kayu tersebut sampai berbahan tembok dengan ukuran yang cukup besar.
‘’Saat masih Tete Haji Jalis, sudah dipasang tiang-tiang besar yang ada sekarang. Setelah beliau meninggal kemudian diberikan kepercayaan kepada saya, maka kita mulai tambah lagi untuk ruangan khusus Wanita untuk Salat, lalu Kanopi yang ada sekarang,’’ kata Fauzun.
Kendati telah beberapa kali mengalami renovasi, namun jelas Fauzun Kuba dari masjid pertama dibangun tetap dipertahankan. ‘’Bentuk kuba yang tetap dipertahankan,’’ terangnya.
Fauzun mengaku, masjid yang tadinya berukuran kecil tersebut sekarang sudah bisa menampung sampai 1.000 jamaah dan dilengkapi sejumlah fasilitas. Selain kipas angin, juga ruangan dilengkapi dengan pendingin , AC, sehingga Umat Muslim yang datang melaksanakan salat di tempat tersebut merasa betah karena adem.
‘’Kalau AC itu bantuan dari Bapak Gubernur Papua Selatan Tahun 2025 kemarin. Kita tetap pertahankan kipas anginnya. Kalau umat penuh di dalam, tentu hawanya akan menjadi panas sehingga AC maupun kipas angin kita hidupkan,’’ jelasnya.
Fauzun juga menjelaskan bahwa rumah ibadah tersebut selain digunakan umat Muslim yang ada di sekitar masjid, juga ada yang datang dari luar yang ingin melihat dna merasakan beribadah di masjid tertua tersebut.
‘’Yang datang bukan hanya umat Muslim yang ada di sekitar masjid ini tapi juga datang dari luar,’’ terangnya.
Masjid ini sendiri, jelas Fauzan telah direnovasi antara 2-3 kali. Yang awalnya dari berbahan kayu tersebut sampai berbahan tembok dengan ukuran yang cukup besar.
‘’Saat masih Tete Haji Jalis, sudah dipasang tiang-tiang besar yang ada sekarang. Setelah beliau meninggal kemudian diberikan kepercayaan kepada saya, maka kita mulai tambah lagi untuk ruangan khusus Wanita untuk Salat, lalu Kanopi yang ada sekarang,’’ kata Fauzun.
Kendati telah beberapa kali mengalami renovasi, namun jelas Fauzun Kuba dari masjid pertama dibangun tetap dipertahankan. ‘’Bentuk kuba yang tetap dipertahankan,’’ terangnya.
Fauzun mengaku, masjid yang tadinya berukuran kecil tersebut sekarang sudah bisa menampung sampai 1.000 jamaah dan dilengkapi sejumlah fasilitas. Selain kipas angin, juga ruangan dilengkapi dengan pendingin , AC, sehingga Umat Muslim yang datang melaksanakan salat di tempat tersebut merasa betah karena adem.
‘’Kalau AC itu bantuan dari Bapak Gubernur Papua Selatan Tahun 2025 kemarin. Kita tetap pertahankan kipas anginnya. Kalau umat penuh di dalam, tentu hawanya akan menjadi panas sehingga AC maupun kipas angin kita hidupkan,’’ jelasnya.
Fauzun juga menjelaskan bahwa rumah ibadah tersebut selain digunakan umat Muslim yang ada di sekitar masjid, juga ada yang datang dari luar yang ingin melihat dna merasakan beribadah di masjid tertua tersebut.
‘’Yang datang bukan hanya umat Muslim yang ada di sekitar masjid ini tapi juga datang dari luar,’’ terangnya.