Friday, April 4, 2025
26.7 C
Jayapura

Kucing Luka Siram Minyak Panas hingga Tertabrak Dirawat Hingga Sehat

Melihat Perawatan  Kucing Jalanan di Rumah Singgah “Cat Shelter & Rescue” Jayapura 

Sudah hampir empat tahun ini, Chindy, pencinta kucingn di Jayapura membangun rumah singgah untuk merawat kucing-kucing jalanan atau kucing liar yang ada di Kota Jayapura. Lantas seperti apa kondisi rumah singgah Kucing  ini, dan perawatan kucing di sana?

Laporan: Priyadi-Jayapura.

Sindy C. Raintum atau sering disapa Kakak Chen atau Sindy adalah pemilik rumah singgah bagi para kucing jalanan yang terlantar di jalan. Ia dirikan sejak tahun 2018 lalu. Awalnya, niatnya  membuka rumah singgah kucing yang terlantar di jalanan, karena ia tahu bahwa kucing adalah makhluk ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dirawat dengan baik, tidak boleh disakiti atau di perjualbelikan untuk tujuan tertentu.

    Mengawali cerita dengan Cenderawasih Pos, Kakak Chen mengaku di Jayapura masih ada masyarakat yang tidak suka sama kucing liar. Bahkan, cenderung menyakiti kucing itu, dengan menyiram dengan air panas, minyak goreng panas, dipukul dan disiksa. Hal inilah yang melatar belakangi ia membuka rumah singgah kucing yang ditemukan di jalanan.

  Chen mengaku pernah menyelamatkan kucing yang disiram dengan air panas, bibirnya rusak. Ia membawa dan memeliharanya sampai sehat di rumah singgah kucing, dengan diberikan makan yang  cukup dan disuntik vaksin supaya terhindar dari virus yang dapat membuat kucing mati.

    Kucing yang dirawat di rumah singgah pernah sampai 23 ekor kucing. Ada juga masyarakat yang ingin mengadopsi kucing itu. Ia mengaku bisa memberikan, tapi tetap ada surat perjanjian yang harus dipenuhi dalam mengadopsi kucingnya, baik dalam memberikan makanan, perawatan dan tempat yang layak. Dimana sampai sekarang ini ada sekira 9 ekor kucing yang sudah diadopsi.

Baca Juga :  Perempuan Hebat Telah Teruji di Tengah Pandemi

   Kakak Chen mengakui, selama ini dalam merawat kucing jalanan, ia lebih banyak mendapatkan saat dia jalan ke pasar,  di jalanan, di komplek pemukiman, di restoran, warung makan, ada juga yang ditemukan cacat tertabrak kendaraan. Kucing-kucing ini terlantar tidak ada yang merawat.

  “Saya juga hati- hati dalam menerima telepon dari orang  yang mengaku mendapatkan kucing di jalanan untuk minta diadopsi kucingnya, tapi kalau tanpa dokumentasi atau bukti saya tidak mau. Pasalnya, ada juga yang suka memelihara kucing lalu kucingnya banyak, kemudian ia pilih yang baik lalu yang lain dikasih ke saya, tentu ini juga tidak boleh, karena memelihara kucing harus bisa setulus hati,” katanya.

   Menurut Kakak Chen, sejatinya banyak pecinta kucing di Jayapura, namun ada juga yang tidak merawat dengan baik apakah itu kesehatanya, makananya dan tempatnya, karena kucing juga sahabat manusia.

   Kakak Chen menjelaskan, untuk di Jayapura sendiri memang kucing tidak dikonsumsi manusia, namun ia pernah mendengar kucing dijadikan makanan ular. Karena itu, pihaknya juga terus melakuan edukasi kepada komunitas pecinta reptil mania di Jayapura, jangan sekali kali ada yang mengasih makan kucing untuk ular.

  Kakak  Chen sendiri tidak merasa jijik dan rishi, walaupun memelihara kucing jalanan atau kampung yang sakit dan cacat. Sebab, dirinya sudah punya rasa kasih sayang yang kuat dalam memelihara kucing, hingga sampai membuat rumah singgah kucing dan penyelamat kucing.

Baca Juga :  Perketat Pengawasan, Kecolongan Bisa Picu Kerugian Besar

   Untuk soal pemberian makanan dan minum kucing yang ia rawat di rumah singgah kucing, ia tidak perlu khawatir, tetap dijamin dengan baik. Ia juga memiliki instagram, jika mau ada donatur yang memberikan donasi di rumah singgah kucingnya dipersilahkan berapapun donasinya tetap diterima. Kucing yang sudah sehat bisa diadopsi masyarakat, yang penting mau mengikuti syarat yag telah ditentukan.

  Kakak Chen yang juga Ketua Club Tica Indonesia Chapter Papua,   juga  akan mendorong kucing peliharaan bisa tampil dengan baik melalui kontes kucing, karena kucing juga bersahabat dan binatang penyayang dengan manusia.

   Bahkan, baru-baru ini pihaknya telah mengundang Presiden Club Tica Indonesia Kang Sule dalam seminar Club Tica Chapter Papua dengan tujuan utamanya adalah sebagai salah satu syarat pertama untuk bisa mengadakan kontes kucing di Jayapura. Kedua,  di jayapura banyak pecinta kucing, tapi untuk edukasi kucing kurang,  jadi ini butuh edukasi banyak hal yang harus diketahui para pecinta kucing dalam merawat memelihara cara kucing yang dimiliki.

   “Disitulah saya mengundang Presiden Club TICA Indonesia Kang Sule untuk datang ke Jayapura dan ini pertama kali di Kota Jayapura, Papua,”ucapnya.

  Chen mengaku perkembangan pecinta kucing di Jayapura sebenarnya sudah banyak, namun untuk edukasi mengerti tentang perawatan kucing, itu belum banyak, walaupun banyak yang mengaku pecinta kucing.

   Namun sekarang sudah ada komunitas cat lover Jayapura ini yang bagus ada wadah bagi para pecinta kucing untuk bisa saling sharing tetang bagaimana merawat dan memelihara kucing yang baik dan benar.(*/tri)

Melihat Perawatan  Kucing Jalanan di Rumah Singgah “Cat Shelter & Rescue” Jayapura 

Sudah hampir empat tahun ini, Chindy, pencinta kucingn di Jayapura membangun rumah singgah untuk merawat kucing-kucing jalanan atau kucing liar yang ada di Kota Jayapura. Lantas seperti apa kondisi rumah singgah Kucing  ini, dan perawatan kucing di sana?

Laporan: Priyadi-Jayapura.

Sindy C. Raintum atau sering disapa Kakak Chen atau Sindy adalah pemilik rumah singgah bagi para kucing jalanan yang terlantar di jalan. Ia dirikan sejak tahun 2018 lalu. Awalnya, niatnya  membuka rumah singgah kucing yang terlantar di jalanan, karena ia tahu bahwa kucing adalah makhluk ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dirawat dengan baik, tidak boleh disakiti atau di perjualbelikan untuk tujuan tertentu.

    Mengawali cerita dengan Cenderawasih Pos, Kakak Chen mengaku di Jayapura masih ada masyarakat yang tidak suka sama kucing liar. Bahkan, cenderung menyakiti kucing itu, dengan menyiram dengan air panas, minyak goreng panas, dipukul dan disiksa. Hal inilah yang melatar belakangi ia membuka rumah singgah kucing yang ditemukan di jalanan.

  Chen mengaku pernah menyelamatkan kucing yang disiram dengan air panas, bibirnya rusak. Ia membawa dan memeliharanya sampai sehat di rumah singgah kucing, dengan diberikan makan yang  cukup dan disuntik vaksin supaya terhindar dari virus yang dapat membuat kucing mati.

    Kucing yang dirawat di rumah singgah pernah sampai 23 ekor kucing. Ada juga masyarakat yang ingin mengadopsi kucing itu. Ia mengaku bisa memberikan, tapi tetap ada surat perjanjian yang harus dipenuhi dalam mengadopsi kucingnya, baik dalam memberikan makanan, perawatan dan tempat yang layak. Dimana sampai sekarang ini ada sekira 9 ekor kucing yang sudah diadopsi.

Baca Juga :  Daging Lebih Tebal ketimbang Bebek, tapi Lembut dan Gurih

   Kakak Chen mengakui, selama ini dalam merawat kucing jalanan, ia lebih banyak mendapatkan saat dia jalan ke pasar,  di jalanan, di komplek pemukiman, di restoran, warung makan, ada juga yang ditemukan cacat tertabrak kendaraan. Kucing-kucing ini terlantar tidak ada yang merawat.

  “Saya juga hati- hati dalam menerima telepon dari orang  yang mengaku mendapatkan kucing di jalanan untuk minta diadopsi kucingnya, tapi kalau tanpa dokumentasi atau bukti saya tidak mau. Pasalnya, ada juga yang suka memelihara kucing lalu kucingnya banyak, kemudian ia pilih yang baik lalu yang lain dikasih ke saya, tentu ini juga tidak boleh, karena memelihara kucing harus bisa setulus hati,” katanya.

   Menurut Kakak Chen, sejatinya banyak pecinta kucing di Jayapura, namun ada juga yang tidak merawat dengan baik apakah itu kesehatanya, makananya dan tempatnya, karena kucing juga sahabat manusia.

   Kakak Chen menjelaskan, untuk di Jayapura sendiri memang kucing tidak dikonsumsi manusia, namun ia pernah mendengar kucing dijadikan makanan ular. Karena itu, pihaknya juga terus melakuan edukasi kepada komunitas pecinta reptil mania di Jayapura, jangan sekali kali ada yang mengasih makan kucing untuk ular.

  Kakak  Chen sendiri tidak merasa jijik dan rishi, walaupun memelihara kucing jalanan atau kampung yang sakit dan cacat. Sebab, dirinya sudah punya rasa kasih sayang yang kuat dalam memelihara kucing, hingga sampai membuat rumah singgah kucing dan penyelamat kucing.

Baca Juga :  Anggap Hutan Mangrove Jati Diri Perempuan Enggros, Jadi Ibu Sumber Kehidupan 

   Untuk soal pemberian makanan dan minum kucing yang ia rawat di rumah singgah kucing, ia tidak perlu khawatir, tetap dijamin dengan baik. Ia juga memiliki instagram, jika mau ada donatur yang memberikan donasi di rumah singgah kucingnya dipersilahkan berapapun donasinya tetap diterima. Kucing yang sudah sehat bisa diadopsi masyarakat, yang penting mau mengikuti syarat yag telah ditentukan.

  Kakak Chen yang juga Ketua Club Tica Indonesia Chapter Papua,   juga  akan mendorong kucing peliharaan bisa tampil dengan baik melalui kontes kucing, karena kucing juga bersahabat dan binatang penyayang dengan manusia.

   Bahkan, baru-baru ini pihaknya telah mengundang Presiden Club Tica Indonesia Kang Sule dalam seminar Club Tica Chapter Papua dengan tujuan utamanya adalah sebagai salah satu syarat pertama untuk bisa mengadakan kontes kucing di Jayapura. Kedua,  di jayapura banyak pecinta kucing, tapi untuk edukasi kucing kurang,  jadi ini butuh edukasi banyak hal yang harus diketahui para pecinta kucing dalam merawat memelihara cara kucing yang dimiliki.

   “Disitulah saya mengundang Presiden Club TICA Indonesia Kang Sule untuk datang ke Jayapura dan ini pertama kali di Kota Jayapura, Papua,”ucapnya.

  Chen mengaku perkembangan pecinta kucing di Jayapura sebenarnya sudah banyak, namun untuk edukasi mengerti tentang perawatan kucing, itu belum banyak, walaupun banyak yang mengaku pecinta kucing.

   Namun sekarang sudah ada komunitas cat lover Jayapura ini yang bagus ada wadah bagi para pecinta kucing untuk bisa saling sharing tetang bagaimana merawat dan memelihara kucing yang baik dan benar.(*/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya