alexametrics
31.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Di Dogiyai Ada Aspirasi Tolak DOB, Biak Minta Percepatan DOB Papua Utara

Yang Tercecer dari Kunker Reses Anggota Komisi 1 DPR RI Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas (Bag-2/Habis)

Selain di Timika dan Paniai, anggota Komisi 1 DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Papua, Yan Permenas Mandenas juga banyak menerima aspirasi saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses di Kabupaten Dogiyai dan Biak Numfor. Apa saja aspirasi disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat ?

Laporan: Yonathan, Dogiyai dan Biak Numfor

MESKIPUN telah menempu perjalanan darat selama kurang lebih dua jam dari Enarotali menuju Kabupaten Dogiyai, anggota Komisi 1 DPR RI Dapil Papua, Yan P Mandenas terlihat tetap bersemangat saat tiba di kantor Bupati Dogiyai, Kamis (3/3) sore.

Tanpa beristirahat, Yan Mandenas yang disambut sekitar seribuan warga yang sudah menunggu di halaman kantor bupati maupun yang berada di luar kantor bupati, langsung melanjutkan kegiatan tatap muka bersama pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten  Dogiyai.

Dalam tatap muka tersebut, Pemkab Dogiyai mengawali dengan menyampaikan beberapa usulan yang diharapkan bisa diperjuangkan oleh anggota DPR RI asal Papua ke pemerintah pusat.

Ada beberapa program yang diusulkan Pemkab Dogiyai yang disampaikan langsung oleh Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, M.Si., yang dilanjutkan oleh kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, SS. Sedikitnya ada 10 usulan program kerja Pemkab Dogiyai tahun 2023 yang disampaikan kepada Yan Mandenas untuk diperjuangkan. Usulan tersebut di antaranya pembangunan ruas jalan dan bantuan alat penggilingan kopi untuk pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Dogiyai.

Adapun usulan program kerja Pemkab Dogiyai tahun 2023 diserahkan secara langsung oleh Sekda Dogiyai Petrus Agapa kepada Yan Mandenas.

Terkait usulan program dari Pemkab Dogiyai, anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini sangat merespon. Bahkan Yan Mandenas mengajak Pemkab Dogiyai untuk melakukan pertemuan dengan kementerian terkait di Jakarta untuk memperjuangkan program pembangunan yang diusulkan Pemkab Dogiyai.

Setelah menerima usulan program dari Pemkab Dogiyai, Yan Mandenas memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam penyampaian aspirasi yang dipandu langsung kepala Bappeda  Litbang Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo. Penyampaian aspirasi diberikan kepada Dewan Adat Mee Pago, tokoh perempuan, tokoh agama, kaum intelektual dan pemuda.

Dari Dewan Adat Mee Pago menyampaikan aspirasi terkait penyelamatan tanah, manusia dan alam Papua. Selain itu, Dewan Adat Mee Pago menegaskan harus ada kemitraan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dengan dewan adat dalam menjalankan program pembangunan di Kabupaten Dogiyai.

Baca Juga :  Main Kucing-kucingan, Baru Taat Jika Ada Petugas Datang Sweeping

Sementara itu dari tokoh perempuan mengusulkan agar Distrik Mapia juga bisa mendapat perhatian untuk bantuan alat penggilingan kopi. Tokoh perempuan juga meminta perlunya ada sosialisasi kepada masyarakat terkait pembayaran listrik yang digunakan masyarakat di kampung-kampung.

Adapun dari utusan pemuda menyampaikan aspirasi yang sedikit keras yaitu menolak pembentukan DOB (Daerah Otonomi Baru) Provinsi Papua Tengah. Perwakilan pemuda juga meminta agar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dicabut.

Setelah bertatap muka dan mendengarkan spirasi dari Pemkab dan masyarakat Dogiyai, Yan Mandenas beserta rombongan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Kabupaten Nabire.

Perjalanan dari Dogiyai menuju Nabire dengan jarak kurang lebih 200 Km ditempuh selama kurang lebih empat jam. Rombongan sempat beristirahat di Km 100 dan baru tiba di Nabire, Jumat (4/4) dini hari sekira pukul 01.00 WIT.

Pukul 05.00 WIT, Yan Mandenas dan seluruh rombongan sudah bersiap-siap menuju bandara Douw Aturure untuk terbang ke Bandara Frans Kaisiepo Biak Numfor via Bandara Sentani.

Tiba di Biak, agenda kembali berlanjut di Kampung Samber, Distrik Yendidori. Di sini, Yan Mandenas melakukan tatap muka dengan 10 kelompok nelayan yang berada di Distrik Yendidori dan Biak Barat.

Banyak aspirasi yang disampaikan para nelayan untuk bisa mendapat perhatian dari Yan Mandenas guna diperjuangkan ke pemerintah pusat. Aspirasi yang disampaikan di antaranya, bantuan perahu nelayan, pabrik pembuatan es, rumpon dan lain-lain.

Ada juga kelompok nelayan yang mengeluhkan aktivitas kapal penangkap ikan yang memiliki bobot besar yang membuat nelayan tradisional kesulitan mendapatkan ikan.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan para nelayan, Yan Mandenas berjanji akan memperjuangkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam kesempatan itu, Yan Mandenas juga berjanji akan memberikan bantuan masing-masing satu unit frezer kepada kelompok nelayan untuk membantu para melayan menyimpan ikan hasil tangkapannya.

Usai berdialog dengan para nelayan, Yan Mandenas bersama tim dari BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk melihat salah satu BTS yang dipasang di Distrik Yendidori.

Hal ini menjadi perhatian serius Yan Mandenas yang terus terus memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan kelistrikan di Pronvisi Papua, mulai dari daerah pegunungan hingga ke pesisir pantai.

Baca Juga :  Perlu Dibuatkan Floodway Untuk Sborhonyi dan Jalankan Metode Struktur

“Masyarakat yang ada di Provinsi Papua baik yang ada di perkotaan maupun di kampung-kampung, harus bisa menikmati jaringan telekomunikasi dan listrik yang sama,” tegasnya di sela-sela kunjungan.

Dari lokasi BTS, Yan Mandenas kembali ke hotel untuk melakukan pertemuan dan tatap muka dengan Forkopimda serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda dan komponen masyarakat lainnya di ballroom Swissbell Hotel Biak.

Dalam tatap muka tersebuat salah satu aspirasi yang menonjol disampaikan yaitu dukungan percepatan pemekaran DOB Provinsi Papua Utara.

Pernyataan bersama ini disampaikan dan ditandatangani oleh perwakilan tokoh agama, Michael Kapisa, S.Th., M.Si., tokoh adar Josef Daud Korwa, SH., tokoh pemuda Jimmy C. Krobo, SE., dan tokoh perempuan Mien Yawan, SE., M.Pd. Pernyataan bersama ini kemudian diserahkan langsung kepada Yan Mandenas untuk diperjuangkan.

Mengakhiri kegiatan kunjungan kerja dalam rangka reses, Yan Mandenas melakukan peninjaun di beberapa jaringan telekomunikasi yang dibangun BAKTI Kominfo di sepanjang kepulauan yang ada di Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (5/3).

Terkait kunjungan kerjanya, Yan Mandenas mengatakan, dirinya turun ke beberapa kabupaten yang ada di Pegunungan maupun di pesisir pantai untuk melihat dan mengevaluasi jaringan listrik dan telekomunikasi yang telah dibangun baik oleh PLN maupun Kominfo melalui BAKTI Kominfo RI.

“Kami datang ke beberapa kabupaten baik yang ada di pegunungan maupun di pesisir pantai, untuk mengevaluasi kembali terkait instalasi jaringan listrik maupun telekomunikasi 4G yang sudah dikerjakan dari tahun lalu. Kita berharap jaringan ini terus ditrngkatkan bukan hanya di perkotaan tetapi bisa masuk sampai ke pelosok kampung-kampung,” tambahnya.

Untuk wilayah Mee Pago, Yan Mandenas mengaku mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik dan telekomunikasi hingga ke kampung-kampung karena sudah ada akses jalan darat yang terhubung mulai dari Nabire sebagai kota pelabuhan hingga ke kabupaten di sekitar Mee Pago seperti Dogiyai, Deyai dan Paniai.

“Minimal dengan adanya akses jalan darat ini, memudahkan mobilisasi semua logistik untuk keperluan pembangunan. Jadi minimal dengan lancarnya akses jalan darat ini, bisa mendukung percepatan pembangunan di wilayah, Paniai, Deyai, Dogiyai dan seluruh wilayah Mee Pago,” tutupnya. ***

Yang Tercecer dari Kunker Reses Anggota Komisi 1 DPR RI Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas (Bag-2/Habis)

Selain di Timika dan Paniai, anggota Komisi 1 DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Papua, Yan Permenas Mandenas juga banyak menerima aspirasi saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses di Kabupaten Dogiyai dan Biak Numfor. Apa saja aspirasi disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat ?

Laporan: Yonathan, Dogiyai dan Biak Numfor

MESKIPUN telah menempu perjalanan darat selama kurang lebih dua jam dari Enarotali menuju Kabupaten Dogiyai, anggota Komisi 1 DPR RI Dapil Papua, Yan P Mandenas terlihat tetap bersemangat saat tiba di kantor Bupati Dogiyai, Kamis (3/3) sore.

Tanpa beristirahat, Yan Mandenas yang disambut sekitar seribuan warga yang sudah menunggu di halaman kantor bupati maupun yang berada di luar kantor bupati, langsung melanjutkan kegiatan tatap muka bersama pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten  Dogiyai.

Dalam tatap muka tersebut, Pemkab Dogiyai mengawali dengan menyampaikan beberapa usulan yang diharapkan bisa diperjuangkan oleh anggota DPR RI asal Papua ke pemerintah pusat.

Ada beberapa program yang diusulkan Pemkab Dogiyai yang disampaikan langsung oleh Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, M.Si., yang dilanjutkan oleh kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, SS. Sedikitnya ada 10 usulan program kerja Pemkab Dogiyai tahun 2023 yang disampaikan kepada Yan Mandenas untuk diperjuangkan. Usulan tersebut di antaranya pembangunan ruas jalan dan bantuan alat penggilingan kopi untuk pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Dogiyai.

Adapun usulan program kerja Pemkab Dogiyai tahun 2023 diserahkan secara langsung oleh Sekda Dogiyai Petrus Agapa kepada Yan Mandenas.

Terkait usulan program dari Pemkab Dogiyai, anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini sangat merespon. Bahkan Yan Mandenas mengajak Pemkab Dogiyai untuk melakukan pertemuan dengan kementerian terkait di Jakarta untuk memperjuangkan program pembangunan yang diusulkan Pemkab Dogiyai.

Setelah menerima usulan program dari Pemkab Dogiyai, Yan Mandenas memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam penyampaian aspirasi yang dipandu langsung kepala Bappeda  Litbang Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo. Penyampaian aspirasi diberikan kepada Dewan Adat Mee Pago, tokoh perempuan, tokoh agama, kaum intelektual dan pemuda.

Dari Dewan Adat Mee Pago menyampaikan aspirasi terkait penyelamatan tanah, manusia dan alam Papua. Selain itu, Dewan Adat Mee Pago menegaskan harus ada kemitraan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dengan dewan adat dalam menjalankan program pembangunan di Kabupaten Dogiyai.

Baca Juga :  Main Kucing-kucingan, Baru Taat Jika Ada Petugas Datang Sweeping

Sementara itu dari tokoh perempuan mengusulkan agar Distrik Mapia juga bisa mendapat perhatian untuk bantuan alat penggilingan kopi. Tokoh perempuan juga meminta perlunya ada sosialisasi kepada masyarakat terkait pembayaran listrik yang digunakan masyarakat di kampung-kampung.

Adapun dari utusan pemuda menyampaikan aspirasi yang sedikit keras yaitu menolak pembentukan DOB (Daerah Otonomi Baru) Provinsi Papua Tengah. Perwakilan pemuda juga meminta agar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dicabut.

Setelah bertatap muka dan mendengarkan spirasi dari Pemkab dan masyarakat Dogiyai, Yan Mandenas beserta rombongan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Kabupaten Nabire.

Perjalanan dari Dogiyai menuju Nabire dengan jarak kurang lebih 200 Km ditempuh selama kurang lebih empat jam. Rombongan sempat beristirahat di Km 100 dan baru tiba di Nabire, Jumat (4/4) dini hari sekira pukul 01.00 WIT.

Pukul 05.00 WIT, Yan Mandenas dan seluruh rombongan sudah bersiap-siap menuju bandara Douw Aturure untuk terbang ke Bandara Frans Kaisiepo Biak Numfor via Bandara Sentani.

Tiba di Biak, agenda kembali berlanjut di Kampung Samber, Distrik Yendidori. Di sini, Yan Mandenas melakukan tatap muka dengan 10 kelompok nelayan yang berada di Distrik Yendidori dan Biak Barat.

Banyak aspirasi yang disampaikan para nelayan untuk bisa mendapat perhatian dari Yan Mandenas guna diperjuangkan ke pemerintah pusat. Aspirasi yang disampaikan di antaranya, bantuan perahu nelayan, pabrik pembuatan es, rumpon dan lain-lain.

Ada juga kelompok nelayan yang mengeluhkan aktivitas kapal penangkap ikan yang memiliki bobot besar yang membuat nelayan tradisional kesulitan mendapatkan ikan.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan para nelayan, Yan Mandenas berjanji akan memperjuangkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam kesempatan itu, Yan Mandenas juga berjanji akan memberikan bantuan masing-masing satu unit frezer kepada kelompok nelayan untuk membantu para melayan menyimpan ikan hasil tangkapannya.

Usai berdialog dengan para nelayan, Yan Mandenas bersama tim dari BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk melihat salah satu BTS yang dipasang di Distrik Yendidori.

Hal ini menjadi perhatian serius Yan Mandenas yang terus terus memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan kelistrikan di Pronvisi Papua, mulai dari daerah pegunungan hingga ke pesisir pantai.

Baca Juga :  Harus Dirawat dan Dikelola Baik, Kapal Rusak Harus Dipindahkan

“Masyarakat yang ada di Provinsi Papua baik yang ada di perkotaan maupun di kampung-kampung, harus bisa menikmati jaringan telekomunikasi dan listrik yang sama,” tegasnya di sela-sela kunjungan.

Dari lokasi BTS, Yan Mandenas kembali ke hotel untuk melakukan pertemuan dan tatap muka dengan Forkopimda serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda dan komponen masyarakat lainnya di ballroom Swissbell Hotel Biak.

Dalam tatap muka tersebuat salah satu aspirasi yang menonjol disampaikan yaitu dukungan percepatan pemekaran DOB Provinsi Papua Utara.

Pernyataan bersama ini disampaikan dan ditandatangani oleh perwakilan tokoh agama, Michael Kapisa, S.Th., M.Si., tokoh adar Josef Daud Korwa, SH., tokoh pemuda Jimmy C. Krobo, SE., dan tokoh perempuan Mien Yawan, SE., M.Pd. Pernyataan bersama ini kemudian diserahkan langsung kepada Yan Mandenas untuk diperjuangkan.

Mengakhiri kegiatan kunjungan kerja dalam rangka reses, Yan Mandenas melakukan peninjaun di beberapa jaringan telekomunikasi yang dibangun BAKTI Kominfo di sepanjang kepulauan yang ada di Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (5/3).

Terkait kunjungan kerjanya, Yan Mandenas mengatakan, dirinya turun ke beberapa kabupaten yang ada di Pegunungan maupun di pesisir pantai untuk melihat dan mengevaluasi jaringan listrik dan telekomunikasi yang telah dibangun baik oleh PLN maupun Kominfo melalui BAKTI Kominfo RI.

“Kami datang ke beberapa kabupaten baik yang ada di pegunungan maupun di pesisir pantai, untuk mengevaluasi kembali terkait instalasi jaringan listrik maupun telekomunikasi 4G yang sudah dikerjakan dari tahun lalu. Kita berharap jaringan ini terus ditrngkatkan bukan hanya di perkotaan tetapi bisa masuk sampai ke pelosok kampung-kampung,” tambahnya.

Untuk wilayah Mee Pago, Yan Mandenas mengaku mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik dan telekomunikasi hingga ke kampung-kampung karena sudah ada akses jalan darat yang terhubung mulai dari Nabire sebagai kota pelabuhan hingga ke kabupaten di sekitar Mee Pago seperti Dogiyai, Deyai dan Paniai.

“Minimal dengan adanya akses jalan darat ini, memudahkan mobilisasi semua logistik untuk keperluan pembangunan. Jadi minimal dengan lancarnya akses jalan darat ini, bisa mendukung percepatan pembangunan di wilayah, Paniai, Deyai, Dogiyai dan seluruh wilayah Mee Pago,” tutupnya. ***

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/