“Belum ada, belum, Masih diluar, tidak ada yang masuk dan jual di dalam sini, kita disini sepih, semua pembeli tetahan di luar,” kata Latif kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (4/5).
Dijelaskan Latif alasan para PKL jula diluar pasar yakni dikarenakan didalam pasar Sepi pembeli sementara diluar cukup ramai pembeli.
Latif mengatakan Kepala Pasar Youtefa dan Otonom kurang tegas dalam menindak dan menertibkan para PKL yang jualan diluar pasar. “Kepala pasarnya ini kurang tegas, seharusnya dia mengambil tindakan,” ungkapnya.
“Dibiarkan lagi membangun itu, tidak ada yang tegur, seenaknya saja membangun,” tambahnya.
Dia mengatakan tidak ada pihak keamanan yang menjaga setelah dilakukan penertiban. Latif mengatakan, tiap hari ia memberikan retribusi Rp 20 ribu sebagai uang kebersihan dan keamanan.
Dia mengharapkan pemerintah lebih tegas lagi dalam menindak para PKL yang jual dibahu jalan masuk kedua Pasar tersebut, menurutnya Para PKL tersebut dapat menggangu ketertiban lalulintas dan membuat pedang didalam pasar Sepi. Ia menginginkan semua para PKL berjualan di dalam pasar saja agar semuanya saling merasakan keuntungan.
“Kalau bisa dari walikota, kepala pasar memberikan ketegasan agara para pedagang yang jual diluar pasar bisa jualan didalam, supaya di luar juga tidak menggangu ketertiban lalulintas,” pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos