Wednesday, May 29, 2024
28.7 C
Jayapura

Berdayakan Seniman Papua, Sekaligus Gairahkan UMKM Pasca Pandemi

Dari  Konser BTM live With The Legend Papua di Taman Imbi  Jayapura.

Setelah dua tahun vakum akibat Pandemi Covid 19, kini akhirnya Taman Imbi kota Jayapura kembali menjadi Ikon pergelaran konser bagi penyanyi lokal Papua. Masyarakat yang haus hiburan pun, tampak larut dalam konser musik bertajuk BTM Live With The Legend Papua.

Laporan_Carolus Daot_Jayapura.

  Sabtu (4/1) malam,  para penyanyi legendaris Papua, seperti Robby Sawaki, Jack Demetouw dan Sandy Betay tampil  diringi oleh Numbai Band. Aksi mereka berhasil mengoyang para penonton yang hadir di Taman Imbi Kota Jayapura, dengan konser bertajuk BTM live With The Legend.

  Dengan membawakan  lagu yang menjadi ciri khas dari masing-masing penyanyi legendaris tersebut, mampu memikat  penonton. Bahkan saat ketiga penyanyi legendaris ini membawa lagu lagu favouritnya masing masing, seketika sorak riang dari penonton langsung pecah, yang seakan mengajak para penonton untuk bernostalgia.

  Tidak terasa 2 jam konser berlangung penuh riang, bahkan sekitar pukul 23.00 saat Benhur Tomi Mano bersama ketiga penyanyi legendraris tersebut membawakan lagu ciptaan Wachid Aji, berjudul Robeklah dada ini, sontak membuat penonton bergembira,  bahkan sampai penonton ikut bernyanyi.

  Hal lain yang memeriahkan konser tersebut, para penonton tidak hanya monoton menyaksikan konser, namun mereka ditawari  dengan seduhan kopi para Pelaku UMKM yang terparkir rapi disamping kiri kanan Taman, sehingga suasana terbawa santai.

  Benhur Tomi Mano selaku Ketua Dewan Kesenian Papua, mengatakan Konser The Legend ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik bagi pelaku UMKM, maupun bagi musisi lokal Papua. Sebab selama 2 tahun Pandemi Covid 19, semua bidang, termasuk bidang kesenian tidak berjalan maksimal.

Baca Juga :  Minim Pendarahan Saat Ramadan

  Menurutnya, Kota Jayapura merupakan kota heterogen. Oleh sebab itu  sangat membutuhkan hiburan semacam itu, namun dengan adanya pandemi covid 19, segalanya vakum.”Saya sangat bangga melihat masyarakat Kota Jayapura malam ini, (malam minggu red) sangat bahagia menikmati lantunan lagu dari para penyanyi legendaris kita, seakan mengajak kita untuk kembali bernostaliga dengan lagunya yang hits pada masanya tahun 1970-an,” ujar BTM kepada wartawan.

  Dengan melihat antusias masyarakat Kota Jayapura, iapun berencana akan menggelar Konser di Taman Imbi Kota Jayapura setiap 3 bulan sekali. “Konser semacam ini selain menghibur, juga mendukung pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM. Karena akan menghadirkan banyak pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar taman Imbi Kota Jayapura,” kata BTM.

  BTM menyebut dua hal yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Papua, yaitu olahraga sepak bola, dengan seni musik, oleh karena itu dengan meredahnya pandemi Covid 19, salah satu cara untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat menurut dia dengan rutin mengadakan konser musik di Kota Jayapura.

  Kita di Papua ini punya hobi main bola sama musik, dua hal ini kalau tidak kita hidupkan kembali, maka pertumbuhan ekonomi kita akan lamban,” ujarnya.

  Berbagai upaya telah ia lakukan dalam rangka mendukung pertumbuhan musisi lokal Papua, selama ini dengan mendorong para musisi untuk mendaftarkan hak ciptanya masing masing, sehingga setiap lagu yang mereka ciptakan punya nilai ekonomi.

  “Saya sudah bekerja sama dengan Kemenkumham Papua dengan mendaftarkan hak Cipta dari lagu yang dimiliki oleh musisi lokal kita, tentu dengan mereka memiliki hak cipta, maka akan punya nilai ekonomi yang baik untuk masa depan mereka sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Semoga Jangan Hanya Setahun–Dua Tahun di Sana

  BTM juga mengatakan konser semacam itu juga bagian dari upaya untuk melestarikan lagu lagu lokal Papua, sehingga iapun mengharapkan agar semua tempat usaha yang ada di Kota Jayapura seperti perhotelan, cafe maupun tempat wisata lainnya agar menyiapkam tempat khusus bagi penyanyi lokal untuk mengadakan konser musik.

  “Saya harap kedepannya di Hotel Hotel, maupun di cafe cafe harus adakan live musik, dengan mekibatkan para musisi lokal papua, kita punya banyak yang punya suara emas, namun jika tidak didukung dengan tempat, maka dengan sendirinya musisi lokal ini tidak akan bertumbuh dengan baik,” tutur BTM yang mengajak masyarakat untuk menjadikan Kota Jayapura Sebagai Kota Musik.

  Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwiasata Kota Jayapura, Mathias B Mano, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Dewan Kesenian Papua, Benhur, Tomi Mano. Menurutnya, kegiatan semacam ini   sangat positif, karena menghidupkan kembali gairah musik lokal Papua, tetapi juga memberi ruang kepada pelaku UMKM untuk berjualan.

   Matias menyampaikan Dinas Pariwiasata Kota Jayapura, memang telah menggalakan program aktifasi publik, salah satunya pergelaran Konser di Kota Jayapura setiap malam minggu, kegiatan ini kata dia bagian dari upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19.

  “Konser ini digagas oleh Benhur Tomi Mano, dimana selama ini seni musik kita vakum, sehingga dengan hilangnya Covid 19, tentu langkah kita untik meningkatkan ekonomi para musisi lokal ini dengan cara mengadakam konser,” ujarnya. (*/tri)

Dari  Konser BTM live With The Legend Papua di Taman Imbi  Jayapura.

Setelah dua tahun vakum akibat Pandemi Covid 19, kini akhirnya Taman Imbi kota Jayapura kembali menjadi Ikon pergelaran konser bagi penyanyi lokal Papua. Masyarakat yang haus hiburan pun, tampak larut dalam konser musik bertajuk BTM Live With The Legend Papua.

Laporan_Carolus Daot_Jayapura.

  Sabtu (4/1) malam,  para penyanyi legendaris Papua, seperti Robby Sawaki, Jack Demetouw dan Sandy Betay tampil  diringi oleh Numbai Band. Aksi mereka berhasil mengoyang para penonton yang hadir di Taman Imbi Kota Jayapura, dengan konser bertajuk BTM live With The Legend.

  Dengan membawakan  lagu yang menjadi ciri khas dari masing-masing penyanyi legendaris tersebut, mampu memikat  penonton. Bahkan saat ketiga penyanyi legendaris ini membawa lagu lagu favouritnya masing masing, seketika sorak riang dari penonton langsung pecah, yang seakan mengajak para penonton untuk bernostalgia.

  Tidak terasa 2 jam konser berlangung penuh riang, bahkan sekitar pukul 23.00 saat Benhur Tomi Mano bersama ketiga penyanyi legendraris tersebut membawakan lagu ciptaan Wachid Aji, berjudul Robeklah dada ini, sontak membuat penonton bergembira,  bahkan sampai penonton ikut bernyanyi.

  Hal lain yang memeriahkan konser tersebut, para penonton tidak hanya monoton menyaksikan konser, namun mereka ditawari  dengan seduhan kopi para Pelaku UMKM yang terparkir rapi disamping kiri kanan Taman, sehingga suasana terbawa santai.

  Benhur Tomi Mano selaku Ketua Dewan Kesenian Papua, mengatakan Konser The Legend ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik bagi pelaku UMKM, maupun bagi musisi lokal Papua. Sebab selama 2 tahun Pandemi Covid 19, semua bidang, termasuk bidang kesenian tidak berjalan maksimal.

Baca Juga :  Anak Putus Sekolah Pun Dilatih, 80  Persen Peserta OAP

  Menurutnya, Kota Jayapura merupakan kota heterogen. Oleh sebab itu  sangat membutuhkan hiburan semacam itu, namun dengan adanya pandemi covid 19, segalanya vakum.”Saya sangat bangga melihat masyarakat Kota Jayapura malam ini, (malam minggu red) sangat bahagia menikmati lantunan lagu dari para penyanyi legendaris kita, seakan mengajak kita untuk kembali bernostaliga dengan lagunya yang hits pada masanya tahun 1970-an,” ujar BTM kepada wartawan.

  Dengan melihat antusias masyarakat Kota Jayapura, iapun berencana akan menggelar Konser di Taman Imbi Kota Jayapura setiap 3 bulan sekali. “Konser semacam ini selain menghibur, juga mendukung pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM. Karena akan menghadirkan banyak pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar taman Imbi Kota Jayapura,” kata BTM.

  BTM menyebut dua hal yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Papua, yaitu olahraga sepak bola, dengan seni musik, oleh karena itu dengan meredahnya pandemi Covid 19, salah satu cara untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat menurut dia dengan rutin mengadakan konser musik di Kota Jayapura.

  Kita di Papua ini punya hobi main bola sama musik, dua hal ini kalau tidak kita hidupkan kembali, maka pertumbuhan ekonomi kita akan lamban,” ujarnya.

  Berbagai upaya telah ia lakukan dalam rangka mendukung pertumbuhan musisi lokal Papua, selama ini dengan mendorong para musisi untuk mendaftarkan hak ciptanya masing masing, sehingga setiap lagu yang mereka ciptakan punya nilai ekonomi.

  “Saya sudah bekerja sama dengan Kemenkumham Papua dengan mendaftarkan hak Cipta dari lagu yang dimiliki oleh musisi lokal kita, tentu dengan mereka memiliki hak cipta, maka akan punya nilai ekonomi yang baik untuk masa depan mereka sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ada Kucing yang Separo Badan Melepuh, Anggota Komunitas Dikira Petugas Vaksin

  BTM juga mengatakan konser semacam itu juga bagian dari upaya untuk melestarikan lagu lagu lokal Papua, sehingga iapun mengharapkan agar semua tempat usaha yang ada di Kota Jayapura seperti perhotelan, cafe maupun tempat wisata lainnya agar menyiapkam tempat khusus bagi penyanyi lokal untuk mengadakan konser musik.

  “Saya harap kedepannya di Hotel Hotel, maupun di cafe cafe harus adakan live musik, dengan mekibatkan para musisi lokal papua, kita punya banyak yang punya suara emas, namun jika tidak didukung dengan tempat, maka dengan sendirinya musisi lokal ini tidak akan bertumbuh dengan baik,” tutur BTM yang mengajak masyarakat untuk menjadikan Kota Jayapura Sebagai Kota Musik.

  Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwiasata Kota Jayapura, Mathias B Mano, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Dewan Kesenian Papua, Benhur, Tomi Mano. Menurutnya, kegiatan semacam ini   sangat positif, karena menghidupkan kembali gairah musik lokal Papua, tetapi juga memberi ruang kepada pelaku UMKM untuk berjualan.

   Matias menyampaikan Dinas Pariwiasata Kota Jayapura, memang telah menggalakan program aktifasi publik, salah satunya pergelaran Konser di Kota Jayapura setiap malam minggu, kegiatan ini kata dia bagian dari upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19.

  “Konser ini digagas oleh Benhur Tomi Mano, dimana selama ini seni musik kita vakum, sehingga dengan hilangnya Covid 19, tentu langkah kita untik meningkatkan ekonomi para musisi lokal ini dengan cara mengadakam konser,” ujarnya. (*/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya