JAYAPURA–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, baik bensin jenis Pertalite maupun solar, tidak mengalami kenaikan. Pemerintah menegaskan bahwa harga kedua jenis BBM tersebut tetap dipertahankan dengan skema subsidi seperti saat ini.
“Tidak ada kenaikan harga minyak, khususnya BBM subsidi. Saya ulangi lagi, tidak ada kenaikan, dan ketersediaan BBM di Indonesia dalam kondisi stabil,” ujar Bahlil di Kota Jayapura, Sabtu (25/4)
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun terdapat dua kapal yang tertahan di Selat Hormuz, satu mengangkut minyak mentah (crude) milik Indonesia dan satu lagi kapal milik Pertamina yang disewa pihak lain hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pasokan energi nasional.
Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah relatif kecil. “Hanya sekitar 20 persen crude kita yang berasal dari Selat Hormuz. Selebihnya bukan dari Timur Tengah,” jelasnya.
Untuk menjaga ketahanan energi, pemerintah telah mengamankan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara lain, termasuk Rusia, guna memastikan pasokan BBM tetap terjaga.
Terkait tingginya harga tiket pesawat di Papua, Bahlil menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan harga BBM subsidi. Ia menjelaskan bahwa bahan bakar pesawat (Avtur) tidak termasuk dalam skema subsidi pemerintah dan harganya mengikuti mekanisme pasar.
JAYAPURA–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, baik bensin jenis Pertalite maupun solar, tidak mengalami kenaikan. Pemerintah menegaskan bahwa harga kedua jenis BBM tersebut tetap dipertahankan dengan skema subsidi seperti saat ini.
“Tidak ada kenaikan harga minyak, khususnya BBM subsidi. Saya ulangi lagi, tidak ada kenaikan, dan ketersediaan BBM di Indonesia dalam kondisi stabil,” ujar Bahlil di Kota Jayapura, Sabtu (25/4)
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun terdapat dua kapal yang tertahan di Selat Hormuz, satu mengangkut minyak mentah (crude) milik Indonesia dan satu lagi kapal milik Pertamina yang disewa pihak lain hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pasokan energi nasional.
Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah relatif kecil. “Hanya sekitar 20 persen crude kita yang berasal dari Selat Hormuz. Selebihnya bukan dari Timur Tengah,” jelasnya.
Untuk menjaga ketahanan energi, pemerintah telah mengamankan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara lain, termasuk Rusia, guna memastikan pasokan BBM tetap terjaga.
Terkait tingginya harga tiket pesawat di Papua, Bahlil menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan harga BBM subsidi. Ia menjelaskan bahwa bahan bakar pesawat (Avtur) tidak termasuk dalam skema subsidi pemerintah dan harganya mengikuti mekanisme pasar.