Saturday, March 1, 2025
21.6 C
Jayapura

Danantara dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Papua

JAYAPURA -Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan pembentukan Daya Anagata Nusantara (Danantara), Senin (24/2). Badan pengelola investasi yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi nasional jangka panjang.

Adapun Danantara akan mengelola aset negara untuk diinvestasikan pada proyek-proyek strategis, sehingga aset negara akan lebih efisien, menghasilkan keuntungan, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Pusat Studi Pembangunan Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan Papua, Universitas Cenderawasih Papua, Prof. Julius Ary Mollet menilai, dampak Danantara terhadap Papua belum terlihat dalam jangka pendek.

“Dikarenakan industri skala besar di Papua masih kurang, hanya ada beberapa industri seperti Freeport di Timika, industri perkebunan lewat Korindo di Merauke, dan industri lain di Manokwari,”ungkapnya, Senin (24/2).

Baca Juga :  Bulog Merauke Belum Lakukan Pengadaan Beras

Namun, Prof. Julius Ary Mollet berharap bahwa dalam jangka panjang, Danantara dapat berdampak positif terhadap perekonomian Papua, terutama dengan adanya Food Estate di Merauke.

Ia juga menekankan bahwa Danantara harus berhati-hati agar tidak tumpang tindih dengan BUMN.

“Dengan demikian, pembentukan Danantara dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi nasional dan perekonomian Papua dalam jangka panjang,” pungkasnya. (dil/fia)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA -Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan pembentukan Daya Anagata Nusantara (Danantara), Senin (24/2). Badan pengelola investasi yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi nasional jangka panjang.

Adapun Danantara akan mengelola aset negara untuk diinvestasikan pada proyek-proyek strategis, sehingga aset negara akan lebih efisien, menghasilkan keuntungan, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Pusat Studi Pembangunan Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan Papua, Universitas Cenderawasih Papua, Prof. Julius Ary Mollet menilai, dampak Danantara terhadap Papua belum terlihat dalam jangka pendek.

“Dikarenakan industri skala besar di Papua masih kurang, hanya ada beberapa industri seperti Freeport di Timika, industri perkebunan lewat Korindo di Merauke, dan industri lain di Manokwari,”ungkapnya, Senin (24/2).

Baca Juga :  Pelaku Penikaman Tertangkap, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Berdamai

Namun, Prof. Julius Ary Mollet berharap bahwa dalam jangka panjang, Danantara dapat berdampak positif terhadap perekonomian Papua, terutama dengan adanya Food Estate di Merauke.

Ia juga menekankan bahwa Danantara harus berhati-hati agar tidak tumpang tindih dengan BUMN.

“Dengan demikian, pembentukan Danantara dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi nasional dan perekonomian Papua dalam jangka panjang,” pungkasnya. (dil/fia)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/