alexametrics
24.7 C
Jayapura
Wednesday, May 25, 2022

Sepi Pembeli, Pendapatan Penjual Ikan Asar Turun Drastis

JAYAPURA- Di masa pandemi Covid-19 penjualan ikan asar di Kota Jayapura  sangat turun.  Sebelum ada corona,  mama-mama penjual ikan asar bisa memproduksi lebih dari 50 ekor untuk di jual di pasar, tapi kini tidak sampai segitu. Hanya memproduksi 1 hari 20 ekor ikan asar untuk dijual di pasar.

 Matilda Waromi penjual ikan asar di Pasar mama-mama Papua di Jalan Percetakan Kota Jayapura mengatakan, di masa pandemi penjualan ikan asar turun. Biasanya ia bisa menjual 50 ekor/hari, tapi kini hanya 20 ekor/hari.

 “Penjualan sepi karena pengunjung di pasar mama-mama Papua berkurang. Kami terpaksa memproduksi sedikit.  Jangan sampai kita produksi banyak, namun yang beli tidak ada dan tentu kita bisa merugi ,”ujarnya , Kamis (11/8).

 Menurut Telda , semenjak ada pandemi Covid-19 tamu dari luar Papua yang datang ke Kota Jayapura khususnya di Pasar mama mama Papua kurang sekali, terlebih banyak hotel juga sepi, karena jika hotel ramai pasti berdampak juga pada penjualan ikan asar, karena banyak tamu yang membeli untuk oleh-oleh.

Baca Juga :  Bantu Tingkatkan Perekonomian, Bangun Gazebo Kepada Pelaku Usaha Café Payung

 Hal senada juga dikatakan, Penina Wanggai,bahwa kini jualan ikan asar tidak seperti dulu sebelum ada Corona. Kini orang yang berbelanja di Pasar mama mama Papua Papua sangat berkurang, terlebih adanya pembatasan waktu,  tentu ini semakin mengurangi jumlah pengunjung.

 Ia mengaku walaupun dimasa pandemi ia masih tetap bertahan untuk berjualan ikan asar,  yang penting produksinya dikurangi dan harga ika asar yang dijual juga diberika  harga yang lebih terjangkau antara Rp 20 ribu-Rp 30 ribu/ekor.

  Ia juga menambahkan, karena ada pembatasan waktu dalam berjualan hingga pukul 20. 00 WIT,  maka sekarang ia berjualan mulai siang hari,  tidak seperti dulu pada sore hari.(dil).

 Sepinya penjualan ikan asar juga dirasakan Said,  yang jualan ikan asar di Pasar Youtefa.  Saat ini sudah jarang sekali permintaan ikan asar. Banyak pelanggannya seperti rumah makan yang gulung tikar dan permintaan dari hotel juga tidak sebanyak dahulu. 

Baca Juga :  Sambut Nataru, Garuda Indonesia Tambah Flight

 “Untuk sekarang ini susah mau kirim-kirim. Dulu sebelum pandemi saya mengirim ke daerah Wamena, Oksibil  dan Merauke. Sekali kirim bisa 80 sampai 60 ekor. Sekarang sudah tidak ada. Mungkin juga karena ditutupnya akses jalan di perbatasan. Dari Sarmi juga sekarang tidak pernah ambil lagi,” ujarnya Jumat (13/08) sembari membakar ikan cakalang dan ekor kuning. Untuk satu ekor ikan dihargai Rp  50 ribu .

 Dakuinya,  pandemi tahun ini dirasakannya lebih parah daripada tahun lalu. Jika tahun lalu masih banyak jasa katering yang mengambil ikan asar darinya, sekarang tidak ada lagi. 

 Apalagi ada  kebijakan pemerintah tentang dilarangnya event-event di Kota Jayapura demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga  permintaan berkurang, termasuk dari hotel. Yang dahulu memesan dalam jumlah banyak 25 hingga 15 ekor, kini hanya memesan 5 ekor/hari . Ia berharap pandemi segera berakhir dan orderan ikan asar kembali banyak seperti sediakala.(dil/cr-265/ary)

JAYAPURA- Di masa pandemi Covid-19 penjualan ikan asar di Kota Jayapura  sangat turun.  Sebelum ada corona,  mama-mama penjual ikan asar bisa memproduksi lebih dari 50 ekor untuk di jual di pasar, tapi kini tidak sampai segitu. Hanya memproduksi 1 hari 20 ekor ikan asar untuk dijual di pasar.

 Matilda Waromi penjual ikan asar di Pasar mama-mama Papua di Jalan Percetakan Kota Jayapura mengatakan, di masa pandemi penjualan ikan asar turun. Biasanya ia bisa menjual 50 ekor/hari, tapi kini hanya 20 ekor/hari.

 “Penjualan sepi karena pengunjung di pasar mama-mama Papua berkurang. Kami terpaksa memproduksi sedikit.  Jangan sampai kita produksi banyak, namun yang beli tidak ada dan tentu kita bisa merugi ,”ujarnya , Kamis (11/8).

 Menurut Telda , semenjak ada pandemi Covid-19 tamu dari luar Papua yang datang ke Kota Jayapura khususnya di Pasar mama mama Papua kurang sekali, terlebih banyak hotel juga sepi, karena jika hotel ramai pasti berdampak juga pada penjualan ikan asar, karena banyak tamu yang membeli untuk oleh-oleh.

Baca Juga :  Bantu Tingkatkan Perekonomian, Bangun Gazebo Kepada Pelaku Usaha Café Payung

 Hal senada juga dikatakan, Penina Wanggai,bahwa kini jualan ikan asar tidak seperti dulu sebelum ada Corona. Kini orang yang berbelanja di Pasar mama mama Papua Papua sangat berkurang, terlebih adanya pembatasan waktu,  tentu ini semakin mengurangi jumlah pengunjung.

 Ia mengaku walaupun dimasa pandemi ia masih tetap bertahan untuk berjualan ikan asar,  yang penting produksinya dikurangi dan harga ika asar yang dijual juga diberika  harga yang lebih terjangkau antara Rp 20 ribu-Rp 30 ribu/ekor.

  Ia juga menambahkan, karena ada pembatasan waktu dalam berjualan hingga pukul 20. 00 WIT,  maka sekarang ia berjualan mulai siang hari,  tidak seperti dulu pada sore hari.(dil).

 Sepinya penjualan ikan asar juga dirasakan Said,  yang jualan ikan asar di Pasar Youtefa.  Saat ini sudah jarang sekali permintaan ikan asar. Banyak pelanggannya seperti rumah makan yang gulung tikar dan permintaan dari hotel juga tidak sebanyak dahulu. 

Baca Juga :  Penerbangan GA Keluar Masuk Jayapura Sesuai Jadwal

 “Untuk sekarang ini susah mau kirim-kirim. Dulu sebelum pandemi saya mengirim ke daerah Wamena, Oksibil  dan Merauke. Sekali kirim bisa 80 sampai 60 ekor. Sekarang sudah tidak ada. Mungkin juga karena ditutupnya akses jalan di perbatasan. Dari Sarmi juga sekarang tidak pernah ambil lagi,” ujarnya Jumat (13/08) sembari membakar ikan cakalang dan ekor kuning. Untuk satu ekor ikan dihargai Rp  50 ribu .

 Dakuinya,  pandemi tahun ini dirasakannya lebih parah daripada tahun lalu. Jika tahun lalu masih banyak jasa katering yang mengambil ikan asar darinya, sekarang tidak ada lagi. 

 Apalagi ada  kebijakan pemerintah tentang dilarangnya event-event di Kota Jayapura demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga  permintaan berkurang, termasuk dari hotel. Yang dahulu memesan dalam jumlah banyak 25 hingga 15 ekor, kini hanya memesan 5 ekor/hari . Ia berharap pandemi segera berakhir dan orderan ikan asar kembali banyak seperti sediakala.(dil/cr-265/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/