Tuesday, February 10, 2026
30.3 C
Jayapura

Australia Jadi Negara Tujuan Ekspor Terbesar Papua

JAYAPURA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat nilai ekspor Papua pada Desember 2025 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) edisi Februari 2026, nilai ekspor Papua tercatat sebesar US$6.259,77 ribu, atau turun 7,39 persen dibandingkan November 2025 yang mencapai US$6.749,35 ribu.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Papua, Selfina N. Sinaga, menjelaskan bahwa seluruh ekspor Papua pada Desember 2025 merupakan ekspor nonmigas. Komoditas utama ekspor nonmigas masih didominasi oleh kayu dan barang dari kayu (HS44) dengan nilai US$5.921,77 ribu, sementara komoditas nonmigas lainnya tercatat sebesar US$329,00 ribu.

“Struktur ekspor Papua masih didominasi oleh komoditas hasil kehutanan, khususnya kayu dan produk turunannya,” ujar Selfina dalam siaran daring BRS, Senin (2/2).

Baca Juga :  Pemprov Papua Akui Minat Petani Kurang Tanam Kacang Kedelai

Dari sisi negara tujuan, Australia masih menjadi mitra dagang utama Papua dengan nilai ekspor mencapai US$4.420,44 ribu atau 70,72 persen dari total ekspor. Selanjutnya Selandia Baru sebesar US$1.109,82 ribu atau 17,75 persen, serta Papua Nugini senilai US$292,93 ribu atau 4,69 persen.

Secara kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025, nilai ekspor Papua ke enam negara utama tercatat sebesar US$61.875,72 ribu, atau meningkat 4,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sementara itu, nilai impor Papua pada Desember 2025 tercatat sebesar US$1.020,51 ribu, mengalami kenaikan signifikan 71,52 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar US$594,97 ribu. Impor Papua didominasi oleh kelompok mesin dan peralatan mekanis (HS84) dengan nilai US$981,34 ribu.

Baca Juga :  Polisi Kejar Penyuplai Dana

Tiga negara asal impor terbesar ke Papua pada Desember 2025 adalah Malaysia senilai US$879,70 ribu atau 86,20 persen, Taiwan sebesar US$43,39 ribu atau 4,25 persen, serta Jepang senilai US$38,49 ribu atau 3,77 persen.

JAYAPURA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat nilai ekspor Papua pada Desember 2025 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) edisi Februari 2026, nilai ekspor Papua tercatat sebesar US$6.259,77 ribu, atau turun 7,39 persen dibandingkan November 2025 yang mencapai US$6.749,35 ribu.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Papua, Selfina N. Sinaga, menjelaskan bahwa seluruh ekspor Papua pada Desember 2025 merupakan ekspor nonmigas. Komoditas utama ekspor nonmigas masih didominasi oleh kayu dan barang dari kayu (HS44) dengan nilai US$5.921,77 ribu, sementara komoditas nonmigas lainnya tercatat sebesar US$329,00 ribu.

“Struktur ekspor Papua masih didominasi oleh komoditas hasil kehutanan, khususnya kayu dan produk turunannya,” ujar Selfina dalam siaran daring BRS, Senin (2/2).

Baca Juga :  Desak Panglima TNI Segera Tindak Tegas Oknum TNI yang Bunuh Warga Sipil

Dari sisi negara tujuan, Australia masih menjadi mitra dagang utama Papua dengan nilai ekspor mencapai US$4.420,44 ribu atau 70,72 persen dari total ekspor. Selanjutnya Selandia Baru sebesar US$1.109,82 ribu atau 17,75 persen, serta Papua Nugini senilai US$292,93 ribu atau 4,69 persen.

Secara kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025, nilai ekspor Papua ke enam negara utama tercatat sebesar US$61.875,72 ribu, atau meningkat 4,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sementara itu, nilai impor Papua pada Desember 2025 tercatat sebesar US$1.020,51 ribu, mengalami kenaikan signifikan 71,52 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar US$594,97 ribu. Impor Papua didominasi oleh kelompok mesin dan peralatan mekanis (HS84) dengan nilai US$981,34 ribu.

Baca Juga :  Pertengahan Ramadan, Beberapa Harga Komoditi Mulai Naik

Tiga negara asal impor terbesar ke Papua pada Desember 2025 adalah Malaysia senilai US$879,70 ribu atau 86,20 persen, Taiwan sebesar US$43,39 ribu atau 4,25 persen, serta Jepang senilai US$38,49 ribu atau 3,77 persen.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya