MIMIKA – Bentrok antara dua kelompok warga akibat kasus perselingkuhan yang pecah di Distrik Kwamki Narama, tepatnya di Kampung Amole masih terus berlanjut pasca tidak ada upaya mendamaikan kedua belah pihak gagal tercapai.
Per hari ini, Senin (29/12), seorang warga dari kelompok Dang (kubu korban) kembali dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat luka panah yang dialaminya beberapa waktu lalu. Hal ini dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin siang.
Kata Ipda Yusak, korban atas nama Dinus Kiwak ini dinyatakan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). Ipda Yusak menerangkan bahwa sebelum meninggal dunia, korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan luka yang dialaminya. Namun, nyawa korban tidak tertolong setelah menjalani perawatan di RSMM.
“Jadi korban ini sebelumnya kena panah tapi tidak berobat di rumah sakit, hanya berobat secara mandiri di rumah saja. Beberapa kali kita sudah evakuasi ke rumah sakit terus keluar lagi, kemarin pas siang dibawa lagi ke rumah sakit, ternyata tadi malam dokter menyatakan MD (Meninggal Dunia),” tutur Ipda Yusak.
Lebih lanjut, kata Ipda Yusak bahwa jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Kwamki Narama dan telah kini telah dilakukan ritual pembakaran mayat di lokasi bentrok oleh pihak keluarga.
MIMIKA – Bentrok antara dua kelompok warga akibat kasus perselingkuhan yang pecah di Distrik Kwamki Narama, tepatnya di Kampung Amole masih terus berlanjut pasca tidak ada upaya mendamaikan kedua belah pihak gagal tercapai.
Per hari ini, Senin (29/12), seorang warga dari kelompok Dang (kubu korban) kembali dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat luka panah yang dialaminya beberapa waktu lalu. Hal ini dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin siang.
Kata Ipda Yusak, korban atas nama Dinus Kiwak ini dinyatakan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). Ipda Yusak menerangkan bahwa sebelum meninggal dunia, korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan luka yang dialaminya. Namun, nyawa korban tidak tertolong setelah menjalani perawatan di RSMM.
“Jadi korban ini sebelumnya kena panah tapi tidak berobat di rumah sakit, hanya berobat secara mandiri di rumah saja. Beberapa kali kita sudah evakuasi ke rumah sakit terus keluar lagi, kemarin pas siang dibawa lagi ke rumah sakit, ternyata tadi malam dokter menyatakan MD (Meninggal Dunia),” tutur Ipda Yusak.
Lebih lanjut, kata Ipda Yusak bahwa jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Kwamki Narama dan telah kini telah dilakukan ritual pembakaran mayat di lokasi bentrok oleh pihak keluarga.