Saturday, March 14, 2026
26.4 C
Jayapura

Rentetan Peristiwa Yahukimo dan Krisis Kemanusiaan

JAYAPURA – Konflik di Kabupaten Yahukimo yang tidak berakhir, mulai dari kontak tembak antara TNI-Polri dan kelompok bersenjata, kasus penikaman dan dugaan kekerasan seksual terhadap dua ibu rumah tangga, hingga terakhir kasus pembantaian yang dilakukan kelompok TPNPB-OPM terhadap pendulang emas, warga non Papua di Kali I, Desa Mosomduba, di Distrik Seredala.

Atas peristiwa itu, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem menyebut, masyarakat sipil orang asli Yahukimo dan warga non Papua di Kabupaten Yahukimo diselimuti rasa takut dan trauma yang panjang.

“Saya prihatin terjadinya krisis kemanusiaan di Kabupaten Yahukimo. Padahal, tak seorang pun memiliki hak  mencabut nyawa manusia. Kita harus hidup saling mengasihi satu sama yang lain tanpa menghilangkan nyawa orang yang merupakan sebagai karya ciptaan Tuhan yang sangat mulia,” ucap Theo kepada Cenderawasih Pos, Minggu (28/10).

Baca Juga :  Temukan Karung Mencurigakan, Ini yang Didapati Satgas Yonif 122/TS

Menurut Theo, rentetan beragam peristiwa yang terjadi di Kabupaten Yahukimo merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan tindakan keji. Sedangkan mereka juga punya hak hidup yang perlu dijunjung tinggi, serta menghormati tanpa mengurangi.

JAYAPURA – Konflik di Kabupaten Yahukimo yang tidak berakhir, mulai dari kontak tembak antara TNI-Polri dan kelompok bersenjata, kasus penikaman dan dugaan kekerasan seksual terhadap dua ibu rumah tangga, hingga terakhir kasus pembantaian yang dilakukan kelompok TPNPB-OPM terhadap pendulang emas, warga non Papua di Kali I, Desa Mosomduba, di Distrik Seredala.

Atas peristiwa itu, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem menyebut, masyarakat sipil orang asli Yahukimo dan warga non Papua di Kabupaten Yahukimo diselimuti rasa takut dan trauma yang panjang.

“Saya prihatin terjadinya krisis kemanusiaan di Kabupaten Yahukimo. Padahal, tak seorang pun memiliki hak  mencabut nyawa manusia. Kita harus hidup saling mengasihi satu sama yang lain tanpa menghilangkan nyawa orang yang merupakan sebagai karya ciptaan Tuhan yang sangat mulia,” ucap Theo kepada Cenderawasih Pos, Minggu (28/10).

Baca Juga :  Persiapan Capai 95 Persen, 1.076 Calhaj Siap Berangkat

Menurut Theo, rentetan beragam peristiwa yang terjadi di Kabupaten Yahukimo merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan tindakan keji. Sedangkan mereka juga punya hak hidup yang perlu dijunjung tinggi, serta menghormati tanpa mengurangi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya