SENTANI – Intensitas curah hujan yang tinggi melanda dua distrik di Kabupaten Jayapura. Yang paling terdampak adalah Distrik Sentani Kota dan Sentani Timur. Ini tidak hanya mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang air tetapi untuk di Sentani Timur ternyata menggenangi lokasi Festival Danau Sentani (FDS). Lokasi event nasional yang tercananya Agustus mendatang akan kembali di gelar.
Ketinggian air juga lumayan dimana mencapai betis orang dewasa dan merata. Dari kondisi itu setidaknya bakal menjadi catatan bagi pemerintah dan panitia event untuk memastikan agar pagelaran FDS bisa dilakukan dengan situasi yang juga kondusif. Pantauan Cenderawasih Pos air tergenang hampir diseluruh lokasi event. Padahal tempat ini sebelumnya telah diratakan untuk direhab.
Lokasi FDS memang beririsan langsung dengan bibir danau sehingga dampak dari kenaikan permukaan air danau ini akhirnya meluber naik hingga ke tempat yang biasa digunakan untuk festival. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga, mengatakan genangan air terjadi di beberapa titik akibat hujan dengan durasi cukup lama.
“Berdasarkan pantauan kami, sejumlah ruas jalan seperti di Nendali dan Khalkote tergenang air hingga setinggi betis orang dewasa, bahkan disertai lumpur. Namun, sejauh ini belum ada laporan serius dari masyarakat,” ujarnya, Jumat (26/3).
Ia menjelaskan, hujan deras yang mengguyur wilayah Sentani dikategorikan sebagai hujan ekstrem karena berlangsung lebih dari empat jam tanpa henti.
Dikatakan sedikitnya terdapat 11 aliran sungai yang bermuara ke danau Sentani, sehingga menyebabkan kenaikan permukaan air.
“Kenaikan debit air ini tentu berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Sentani,” katanya.
Meski demikian, BPBD memastikan hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
SENTANI – Intensitas curah hujan yang tinggi melanda dua distrik di Kabupaten Jayapura. Yang paling terdampak adalah Distrik Sentani Kota dan Sentani Timur. Ini tidak hanya mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang air tetapi untuk di Sentani Timur ternyata menggenangi lokasi Festival Danau Sentani (FDS). Lokasi event nasional yang tercananya Agustus mendatang akan kembali di gelar.
Ketinggian air juga lumayan dimana mencapai betis orang dewasa dan merata. Dari kondisi itu setidaknya bakal menjadi catatan bagi pemerintah dan panitia event untuk memastikan agar pagelaran FDS bisa dilakukan dengan situasi yang juga kondusif. Pantauan Cenderawasih Pos air tergenang hampir diseluruh lokasi event. Padahal tempat ini sebelumnya telah diratakan untuk direhab.
Lokasi FDS memang beririsan langsung dengan bibir danau sehingga dampak dari kenaikan permukaan air danau ini akhirnya meluber naik hingga ke tempat yang biasa digunakan untuk festival. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga, mengatakan genangan air terjadi di beberapa titik akibat hujan dengan durasi cukup lama.
“Berdasarkan pantauan kami, sejumlah ruas jalan seperti di Nendali dan Khalkote tergenang air hingga setinggi betis orang dewasa, bahkan disertai lumpur. Namun, sejauh ini belum ada laporan serius dari masyarakat,” ujarnya, Jumat (26/3).
Ia menjelaskan, hujan deras yang mengguyur wilayah Sentani dikategorikan sebagai hujan ekstrem karena berlangsung lebih dari empat jam tanpa henti.
Dikatakan sedikitnya terdapat 11 aliran sungai yang bermuara ke danau Sentani, sehingga menyebabkan kenaikan permukaan air.
“Kenaikan debit air ini tentu berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Sentani,” katanya.
Meski demikian, BPBD memastikan hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.