Saturday, November 29, 2025
28.5 C
Jayapura

Jayapura hingga Sarmi Siaga Banjir!

JAYAPURA – Enam daerah di Provinsi Papua berpotensi terjadinya banjir akibat bencana hidrometeorologi. Daerah tersebut adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, Waropen dan Kabupaten Sarmi.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) B. Wisnu Raditya, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (27/11).

Untuk mengantisipasi bencana tersebut, Wisnu mengaku pihaknya sudah mengkoordinasikan langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan oleh BPBD yang ada di kabupaten/kota.

“Kita sudah sampaikan ke semua BPBD kabupaten/kota untuk tetap waspada, sekaligus meminta mereka untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penyebab banjir dan langkah-langkah yang perlu diantisipasi terkait dengan banjir. Serta kesiapan masyarakat bagaimana,” kata Wisnu, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (27/11).

Baca Juga :  Jadi Komandan ASN, Suzana Wanggai Siap Jaga Netralitas

Sambungnya, dengan edukasi tersebut, apabila terjadi banjir maka masyarakat diharapkan tidak panik karena sudah menerima edukasi dari BPBD setempat. Edukasi yang diberikan seperti menyiapkan peralatan, dokumen-dokumen penting yang perlu disiapkan tempatnya, imbauan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang pohon di area perbukitan.

“Karena banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia Barat seperti Tapanuli dan Sibolga disebabkan oleh perambahan hutan,” katanya.

JAYAPURA – Enam daerah di Provinsi Papua berpotensi terjadinya banjir akibat bencana hidrometeorologi. Daerah tersebut adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, Waropen dan Kabupaten Sarmi.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) B. Wisnu Raditya, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (27/11).

Untuk mengantisipasi bencana tersebut, Wisnu mengaku pihaknya sudah mengkoordinasikan langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan oleh BPBD yang ada di kabupaten/kota.

“Kita sudah sampaikan ke semua BPBD kabupaten/kota untuk tetap waspada, sekaligus meminta mereka untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penyebab banjir dan langkah-langkah yang perlu diantisipasi terkait dengan banjir. Serta kesiapan masyarakat bagaimana,” kata Wisnu, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (27/11).

Baca Juga :  Masyarakat Adat Welesi dan Wouma Serahkan Surat Pelepasan Tanah Adat

Sambungnya, dengan edukasi tersebut, apabila terjadi banjir maka masyarakat diharapkan tidak panik karena sudah menerima edukasi dari BPBD setempat. Edukasi yang diberikan seperti menyiapkan peralatan, dokumen-dokumen penting yang perlu disiapkan tempatnya, imbauan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang pohon di area perbukitan.

“Karena banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia Barat seperti Tapanuli dan Sibolga disebabkan oleh perambahan hutan,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya