alexametrics
31.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

18 Ribu KK di Kabupaten Jayapura Sudah Terima Bansos

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., saat menyerahkan dana Rp 100 juta untuk 139 kampung dan 5 kelurahan di Kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu. (FOTO: Robert/Cepos)

Dana Rp 28,8 M juga Sudah Disalurkan ke 144 Kelurahan dan Kampung

SENTANI- Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial (Bansos) kepada 18 ribu lebih penerima manfaat   yang tergolong keluarga kurang mampu dan keluarga yang terkena dampak Covid-19   di Kabupaten Jayapura sejak awal  pandemi Covid-19 ini terjadi.

Asisten II Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Jayapura yang juga i ketua tim bidang  ekonomi, Edi Susanto menjelaskan, pandemi Covid-19 ini telah berdampak pada hampir semua   kalangan masyarakat. Terutama masyarakat perkotaan yang berpenghasilan rendah seperti para buruh, tukang ojek, dan pedagang kecil. Karena wabah ini sangat berpengaruh pada pendapatan mereka.
“Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menyalurkan bantuan sosial  Covid-19 kepada masyarakat, yang secara umum proses distribusi dan penyaluran berjalan baik, lancar, dan tepat sasaran,” kata Edi Susanto kepada Cenderawasih Pos, Rabu (27/5).

Dikatakan, penyaluran bantuan sosial itu sebagai  upaya  Pemkab Jayapura untuk membantu meringankan beban masyarakat. Bantuan yang diberikan itu dilaksanakan  dengan pendekatan wilayah dan profesi. “Mengapa pendekatan wilayah, karena gugus tugas sudah terbentuk di tingkat kabupaten, distrik, kelurahan dan kampung. Untuk itu para kepala kampung/kelurahan sebagai ketua gugus tugas di masing-masing wilayahnya bertanggung jawab terhadap data calon penerima dan pendistribusiannya,” paparnya.

Lanjut dia, bantuan sosial di wilayah perkotaan yakni  Distrik Sentani dan Distrik Waibu diberikan khusus kepada mereka yang bekerja  pada sektor-sektor informal dan  karyawan. Sedangkan di wilayah luar kota, menurutnya relatif tidak terdampak. Namun ada pembatasan aktivitas ke kota sehingga diberikan bantuan stimulus dalam rangka gerakan kembali ke kebun untuk meningkatkan cadangan pangan lokal. Sehingga bantuan pangan ini juga diikuti dengan bantuan bibit dan penyaluran dana alokasi kampung untuk program ketahanan pangan.

Baca Juga :  Lagi, Anggota TNI Ditembak di Intan Jaya

Edi Susanto menjelaskan, bantuan sosial yang telah di salurkan itu diantaranya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan sosial Kabupaten  berupa bahan makan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa. 

Adapun realisasinya yaitu PKH sebanyak 5.184 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), BPNT sebanyak 6.587 KPM, BST sebanyak 3.174 KPM.
“Bantuan bahan makanan sebanyak 4.958 paket kepada 2.479 KK di wilayah karantina lokal  pasar lama dan sekitarnya. Kemudian sebanyak 24.230 paket kepada para buruh karyawan, pedagang kecil, tukang ojek, sopir taksi umum, bandara, tokoh agama dan kepala keluarga di 133 kampung dan 5 kelurahan pada 18 Distrik,” paparnya.

Disamping itu juga disalurkan bantuan bahan makanan kepada 993 KK pada 18 kampung Keluarga Berencana (KB) di 18 Distrik.
Menurutnya, sejak awal pandemi Covid-19 ini merebak, ada sejumlah pihak swasta dan juga perbankan juga turut memberikan bantuan.
“Untuk itu  terima kasih kepada Asosiasi Pedagang Sembako (APSO)  telah membantu 400 paket bahan makanan yang di salurkan kepada mama-mama pedagang kecil dan buruh bandara, Bank BNI telah menyalurkan 86 paket untuk Klasis Sentani serta Bank BRI juga telah menyalurkan sebanyak 700 paket bahan makanan yang disalurkan kepada warga jemaat, warga karantina pasar lama, panti asuhan dan para pedagang kecil,” bebernya. 

Baca Juga :  Aktivitas Perekonomian Turun Bukan Hanya Karena Covid-19

Selain itu,  Pemerintah Provinsi Papua yang telah menyalurkan bantuan kepada paguyuban-paguyuban yang ada di Kabupaten Jayapura sebanyak 3.378 paket.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra menambahkan, untuk program penanganan Covid 19 ini Pemkab Jayapura telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 28,8 miliar kepada 139 kampung dan 5 kelurahan di seluruh Kabupaten Jayapura.

“Tahap pertama untuk upaya pencegahan dari dana desa Rp 100 juta kepada 139 kampung dan lima kelurahan. Totalnya Rp 14,4 miliar. Untuk program ketahanan pangan, pemerintah juga sudah menyalurkan dana senilai Rp 14,4 miliar. Jadi totalnya Rp 28,8 miliar,” kata Elisa Yarusabra kepada wartawan di Sentani, Rabu (27/5).

Dikatakan, selain bantuan dana tersebut, Pemkab Jayapura juga menyalurkan bantuan bahan makanan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura yang terkena dampak pandemi Covid-19. Namun bantuan bahan makanan yang disalurkan ke setiap masyarakat di tingkat kampung itu merupakan bentuk support dari pemerintah kepada warga kampung untuk kembali mendorong mereka melaksanakan kegiatan berkebun dan bercocok tanam.

“Bupati sering mengatakan dalam berbagai kesempatan bahwa bantuan makanan yang disalurkan itu merupakan  bekal kepada masyarakat supaya mereka bisa berkebun dan bercocok tanam,” pungkasnya. (roy/nat)

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., saat menyerahkan dana Rp 100 juta untuk 139 kampung dan 5 kelurahan di Kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu. (FOTO: Robert/Cepos)

Dana Rp 28,8 M juga Sudah Disalurkan ke 144 Kelurahan dan Kampung

SENTANI- Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial (Bansos) kepada 18 ribu lebih penerima manfaat   yang tergolong keluarga kurang mampu dan keluarga yang terkena dampak Covid-19   di Kabupaten Jayapura sejak awal  pandemi Covid-19 ini terjadi.

Asisten II Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Jayapura yang juga i ketua tim bidang  ekonomi, Edi Susanto menjelaskan, pandemi Covid-19 ini telah berdampak pada hampir semua   kalangan masyarakat. Terutama masyarakat perkotaan yang berpenghasilan rendah seperti para buruh, tukang ojek, dan pedagang kecil. Karena wabah ini sangat berpengaruh pada pendapatan mereka.
“Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menyalurkan bantuan sosial  Covid-19 kepada masyarakat, yang secara umum proses distribusi dan penyaluran berjalan baik, lancar, dan tepat sasaran,” kata Edi Susanto kepada Cenderawasih Pos, Rabu (27/5).

Dikatakan, penyaluran bantuan sosial itu sebagai  upaya  Pemkab Jayapura untuk membantu meringankan beban masyarakat. Bantuan yang diberikan itu dilaksanakan  dengan pendekatan wilayah dan profesi. “Mengapa pendekatan wilayah, karena gugus tugas sudah terbentuk di tingkat kabupaten, distrik, kelurahan dan kampung. Untuk itu para kepala kampung/kelurahan sebagai ketua gugus tugas di masing-masing wilayahnya bertanggung jawab terhadap data calon penerima dan pendistribusiannya,” paparnya.

Lanjut dia, bantuan sosial di wilayah perkotaan yakni  Distrik Sentani dan Distrik Waibu diberikan khusus kepada mereka yang bekerja  pada sektor-sektor informal dan  karyawan. Sedangkan di wilayah luar kota, menurutnya relatif tidak terdampak. Namun ada pembatasan aktivitas ke kota sehingga diberikan bantuan stimulus dalam rangka gerakan kembali ke kebun untuk meningkatkan cadangan pangan lokal. Sehingga bantuan pangan ini juga diikuti dengan bantuan bibit dan penyaluran dana alokasi kampung untuk program ketahanan pangan.

Baca Juga :  Hari ini, Operasi Zebra Dimulai

Edi Susanto menjelaskan, bantuan sosial yang telah di salurkan itu diantaranya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan sosial Kabupaten  berupa bahan makan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa. 

Adapun realisasinya yaitu PKH sebanyak 5.184 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), BPNT sebanyak 6.587 KPM, BST sebanyak 3.174 KPM.
“Bantuan bahan makanan sebanyak 4.958 paket kepada 2.479 KK di wilayah karantina lokal  pasar lama dan sekitarnya. Kemudian sebanyak 24.230 paket kepada para buruh karyawan, pedagang kecil, tukang ojek, sopir taksi umum, bandara, tokoh agama dan kepala keluarga di 133 kampung dan 5 kelurahan pada 18 Distrik,” paparnya.

Disamping itu juga disalurkan bantuan bahan makanan kepada 993 KK pada 18 kampung Keluarga Berencana (KB) di 18 Distrik.
Menurutnya, sejak awal pandemi Covid-19 ini merebak, ada sejumlah pihak swasta dan juga perbankan juga turut memberikan bantuan.
“Untuk itu  terima kasih kepada Asosiasi Pedagang Sembako (APSO)  telah membantu 400 paket bahan makanan yang di salurkan kepada mama-mama pedagang kecil dan buruh bandara, Bank BNI telah menyalurkan 86 paket untuk Klasis Sentani serta Bank BRI juga telah menyalurkan sebanyak 700 paket bahan makanan yang disalurkan kepada warga jemaat, warga karantina pasar lama, panti asuhan dan para pedagang kecil,” bebernya. 

Baca Juga :  KKB Masih Tebar Teror di Wamena

Selain itu,  Pemerintah Provinsi Papua yang telah menyalurkan bantuan kepada paguyuban-paguyuban yang ada di Kabupaten Jayapura sebanyak 3.378 paket.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra menambahkan, untuk program penanganan Covid 19 ini Pemkab Jayapura telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 28,8 miliar kepada 139 kampung dan 5 kelurahan di seluruh Kabupaten Jayapura.

“Tahap pertama untuk upaya pencegahan dari dana desa Rp 100 juta kepada 139 kampung dan lima kelurahan. Totalnya Rp 14,4 miliar. Untuk program ketahanan pangan, pemerintah juga sudah menyalurkan dana senilai Rp 14,4 miliar. Jadi totalnya Rp 28,8 miliar,” kata Elisa Yarusabra kepada wartawan di Sentani, Rabu (27/5).

Dikatakan, selain bantuan dana tersebut, Pemkab Jayapura juga menyalurkan bantuan bahan makanan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura yang terkena dampak pandemi Covid-19. Namun bantuan bahan makanan yang disalurkan ke setiap masyarakat di tingkat kampung itu merupakan bentuk support dari pemerintah kepada warga kampung untuk kembali mendorong mereka melaksanakan kegiatan berkebun dan bercocok tanam.

“Bupati sering mengatakan dalam berbagai kesempatan bahwa bantuan makanan yang disalurkan itu merupakan  bekal kepada masyarakat supaya mereka bisa berkebun dan bercocok tanam,” pungkasnya. (roy/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/