Thursday, January 29, 2026
29.6 C
Jayapura

Belum Terlihat Kapan Ada Sekda Definitif

“Jika ditafsirkan terlalu defensif, maka risikonya bukan sekadar keterlambatan administrasi, tetapi stagnasi pemerintahan, yaitu koordinasi melemah, keputusan penting tertahan, pelaksanaan program melambat, dan pelayanan publik kehilangan percepatan pada periode yang seharusnya menjadi momentum awal pemerintahan,” lanjutnya menjelaskan.

Karena itu, pengisian Sekda definitif harus ditempatkan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan Papua 2025–2030. Stabilitas birokrasi memang penting, tetapi stabilitas tidak boleh berubah menjadi kelambanan. Papua membutuhkan kepastian kepemimpinan birokrasi agar OPD bergerak kompak, kinerja terukur, dan program prioritas tidak berhenti pada slogan, melainkan hadir sebagai kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, publik tidak sedang memperdebatkan siapa orangnya, melainkan memastikan pemerintahan baru tidak kehilangan waktu. “Papua membutuhkan birokrasi yang bekerja cepat, rapi, dan berorientasi hasil, karena tantangan pembangunan tidak menunggu. Transisi boleh tertib, aturan harus dihormati, tetapi yang paling penting adalah memastikan periode 2025–2030 tidak habis hanya untuk ketidakpastian,” pungkasnya. (jim/ade)

Baca Juga :  65 Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi UM Papua Diwisuda

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Jika ditafsirkan terlalu defensif, maka risikonya bukan sekadar keterlambatan administrasi, tetapi stagnasi pemerintahan, yaitu koordinasi melemah, keputusan penting tertahan, pelaksanaan program melambat, dan pelayanan publik kehilangan percepatan pada periode yang seharusnya menjadi momentum awal pemerintahan,” lanjutnya menjelaskan.

Karena itu, pengisian Sekda definitif harus ditempatkan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan Papua 2025–2030. Stabilitas birokrasi memang penting, tetapi stabilitas tidak boleh berubah menjadi kelambanan. Papua membutuhkan kepastian kepemimpinan birokrasi agar OPD bergerak kompak, kinerja terukur, dan program prioritas tidak berhenti pada slogan, melainkan hadir sebagai kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, publik tidak sedang memperdebatkan siapa orangnya, melainkan memastikan pemerintahan baru tidak kehilangan waktu. “Papua membutuhkan birokrasi yang bekerja cepat, rapi, dan berorientasi hasil, karena tantangan pembangunan tidak menunggu. Transisi boleh tertib, aturan harus dihormati, tetapi yang paling penting adalah memastikan periode 2025–2030 tidak habis hanya untuk ketidakpastian,” pungkasnya. (jim/ade)

Baca Juga :  Gubernur  Apolo Safanpo Dikukuhkan Jadi Keluarga Malind-Anim 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya