Sunday, March 30, 2025
24.7 C
Jayapura

Usai Mabuk Bersama Keponakan Malah Dipanah

MERAUKE– Seorang warga di Merauke bernama Bernadus Amkai tewas dalam perjalanan ke rumah sakit akibat anak panah menembus dada kirinya. Kasus penganiayaan berat ini dialami korban pada Selasa (25/3) sekira pukul 04.00 WIT.

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kasi Humas AKP Prih Sutejo mengungkapkan, bahwa kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia berawal sata korban Bernadus Amkai bersama dengan pelaku Bernama Yohanes Amaye minum-minuman keras sejak hari Minggu (23/3) di rumahnya Gang Tapioka, Jalan Doremkai, Kelurahan Samkai Merauke.

Antara korban dan pelaku, ungkap Kasi Humas Prih Sutejo, masih memiliki hubungan keluarga dekat. Karena salah satu orang tua dari korban dan pelaku tersebut masih saudara kandung. ‘’Penganiayaan itu, kemungkinan diawali dengan selisih paham diantara korban dan pelaku setelah dipengaruhi minuman keras. Karena tidak ada juga yang lihat langsung,’’ katanya.

Baca Juga :  Miris, di Mimika, Anak Dibawah Umur Diperkosa Orang Terdekat 

Dari keributan dan pengaruh alkohol itu pelaku lantas memanah korban dan mengenai dada kirinya. Setelah kejadian itu, ada saksi bernama Selvinus yang mendatangi TKP dan melihat korban terluka. Kemudian saksi menyuruh pelaku mebawa korban ke rumah sakit.

‘’Tapi dalam perjalanan ke rumah sakit, korban meninggal dunia,’’ jelasnya. Setelah kejadian itu, saksi dan pelaku kemudian ke Polres Merauke dimana pelaku menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (ulo/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MERAUKE– Seorang warga di Merauke bernama Bernadus Amkai tewas dalam perjalanan ke rumah sakit akibat anak panah menembus dada kirinya. Kasus penganiayaan berat ini dialami korban pada Selasa (25/3) sekira pukul 04.00 WIT.

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kasi Humas AKP Prih Sutejo mengungkapkan, bahwa kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia berawal sata korban Bernadus Amkai bersama dengan pelaku Bernama Yohanes Amaye minum-minuman keras sejak hari Minggu (23/3) di rumahnya Gang Tapioka, Jalan Doremkai, Kelurahan Samkai Merauke.

Antara korban dan pelaku, ungkap Kasi Humas Prih Sutejo, masih memiliki hubungan keluarga dekat. Karena salah satu orang tua dari korban dan pelaku tersebut masih saudara kandung. ‘’Penganiayaan itu, kemungkinan diawali dengan selisih paham diantara korban dan pelaku setelah dipengaruhi minuman keras. Karena tidak ada juga yang lihat langsung,’’ katanya.

Baca Juga :  Papua Masuk Tambahan Lima Provinsi PKKM Mikro

Dari keributan dan pengaruh alkohol itu pelaku lantas memanah korban dan mengenai dada kirinya. Setelah kejadian itu, ada saksi bernama Selvinus yang mendatangi TKP dan melihat korban terluka. Kemudian saksi menyuruh pelaku mebawa korban ke rumah sakit.

‘’Tapi dalam perjalanan ke rumah sakit, korban meninggal dunia,’’ jelasnya. Setelah kejadian itu, saksi dan pelaku kemudian ke Polres Merauke dimana pelaku menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (ulo/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/