alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Jangan Pernah ke Papua Atas Nama Jihad!

Syaiful Islam Al Payage ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua angkat bicara perihal adanya beberapa orang yang dipulangkan lantaran terdeteksi radikal di Papua.

Ketua MUI Provinsi Papua, Syaiful Islam Al Payage menyebutkan salah alamat, apabila ada 

seluruh umat yang punya keinginan jihad atau berperang di Papua. Ia justru menyarankan bagi mereka yang mau perang lebih  baik ke Afganistan atau ke Suriah. Sebab di Papua tidak pernah ada masalah agama.

“Jangan pernah ke Papua atas nama jihad! Karena Papua bukan medan perang. Peristiwa yang terjadi  di Papua beberapa waktu lalu adalah  masalah sosial politik tidak pernah atas nama agama,” tegasnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (25/10).

Dikatakan, MUI juga melarang kelompok apapun yang masuk ke Papua. Kalaupun ada kelompok yang mengatasnamakan jihad saat ini berada di Papua, maka Polda Papua harus bersikap tegas dengan segera mengembalikan mereka ke daerah asalnya.

Baca Juga :  Gambar Diambil Setahun Lalu, Nyaris Lupa Jika Pernah Dimintai Foto

“Jangan sampai mereka-mereka ini menjadi provokator di tanah Papua. Kalau mau ke Papua bawalah sumbangan. Bantulah orang-orang yang kena musibah. Jangan perang di sini (Papua, Red),” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat dalam hal ini masyarakat Papua untuk saling menghargai dan menghormati antara umat beragama. Jangan pernah ada kekacauan apapuan atas nama agama. Sebab agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, saling menghargai, menghormati, tolong-menolong dan saling membantu.

“Kepada semua umat Islam yang ada di Papua, jangan  pernah mengikuti paham radikal. Jangan pernah mengikuti paham-paham yang mengajak untuk jihad apalagi masuk dalam kelompok ISIS atau teroris,” tegasnya.

Terkait dengan peristiwa di Papua, ia meminta masyarakat untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang. Dalam hal ini n Polda Papua. Masyarakat menurutnya tak perlu main hakim sendiri.

Baca Juga :  Elisa Kambu: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sudah Final!

“Polda Papua harus pro aktif dan benar-benar memastikan kepasatian hukum. Tegakkan hukum seadil-adilnya agar masyarakat tidak mencari keadilan sendiri. Kalau masyarakat mencari keadilan sendiri makan akan muncul masalah baru,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk pro aktif, apabila ada tetangga atau orang-orang yang dicurigai  menyebarkan paham yang tidak benar maka laporkan ke pihak berwenang.

Pdt. Lipiyus Biniluk (FOTO : Elfira/Cepos)

Secara terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt Lipiyus Biniluk mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan kedamaian  di tanah Papua.

“Kalau memang sudah terdeteksi ada radikalisme, maka pihak yang berwajb harus memulangkan mereka ke kampung asalnya. Hal ini agar tidak meracuni yang lain,” katanya.

Yang terpenting lanjut Pdt Lipiyus, Tokoh-tokoh  agama di tanah Papua tetap kompak  dan tetap waspada. (fia/nat)

Syaiful Islam Al Payage ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua angkat bicara perihal adanya beberapa orang yang dipulangkan lantaran terdeteksi radikal di Papua.

Ketua MUI Provinsi Papua, Syaiful Islam Al Payage menyebutkan salah alamat, apabila ada 

seluruh umat yang punya keinginan jihad atau berperang di Papua. Ia justru menyarankan bagi mereka yang mau perang lebih  baik ke Afganistan atau ke Suriah. Sebab di Papua tidak pernah ada masalah agama.

“Jangan pernah ke Papua atas nama jihad! Karena Papua bukan medan perang. Peristiwa yang terjadi  di Papua beberapa waktu lalu adalah  masalah sosial politik tidak pernah atas nama agama,” tegasnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (25/10).

Dikatakan, MUI juga melarang kelompok apapun yang masuk ke Papua. Kalaupun ada kelompok yang mengatasnamakan jihad saat ini berada di Papua, maka Polda Papua harus bersikap tegas dengan segera mengembalikan mereka ke daerah asalnya.

Baca Juga :  Elisa Kambu: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sudah Final!

“Jangan sampai mereka-mereka ini menjadi provokator di tanah Papua. Kalau mau ke Papua bawalah sumbangan. Bantulah orang-orang yang kena musibah. Jangan perang di sini (Papua, Red),” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat dalam hal ini masyarakat Papua untuk saling menghargai dan menghormati antara umat beragama. Jangan pernah ada kekacauan apapuan atas nama agama. Sebab agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, saling menghargai, menghormati, tolong-menolong dan saling membantu.

“Kepada semua umat Islam yang ada di Papua, jangan  pernah mengikuti paham radikal. Jangan pernah mengikuti paham-paham yang mengajak untuk jihad apalagi masuk dalam kelompok ISIS atau teroris,” tegasnya.

Terkait dengan peristiwa di Papua, ia meminta masyarakat untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang. Dalam hal ini n Polda Papua. Masyarakat menurutnya tak perlu main hakim sendiri.

Baca Juga :  Operasional Hingga Pukul 18.00 WIT

“Polda Papua harus pro aktif dan benar-benar memastikan kepasatian hukum. Tegakkan hukum seadil-adilnya agar masyarakat tidak mencari keadilan sendiri. Kalau masyarakat mencari keadilan sendiri makan akan muncul masalah baru,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk pro aktif, apabila ada tetangga atau orang-orang yang dicurigai  menyebarkan paham yang tidak benar maka laporkan ke pihak berwenang.

Pdt. Lipiyus Biniluk (FOTO : Elfira/Cepos)

Secara terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt Lipiyus Biniluk mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan kedamaian  di tanah Papua.

“Kalau memang sudah terdeteksi ada radikalisme, maka pihak yang berwajb harus memulangkan mereka ke kampung asalnya. Hal ini agar tidak meracuni yang lain,” katanya.

Yang terpenting lanjut Pdt Lipiyus, Tokoh-tokoh  agama di tanah Papua tetap kompak  dan tetap waspada. (fia/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/