Monday, January 12, 2026
25.9 C
Jayapura

Pilot Susi Air Minta ini ke Aparat Keamanan

JAYAPURA – Lama dalam pengejaran untuk misi pembebasan, pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens akhirnya kembali muncul ke publik. Kali ini ia tidak didampingi seluruh pasukan penyandera pimpinan Egianus Kogoya melainkan hanya diapit dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tidak bersenjata.

Dari video 1 menit 38 detik tersebut terlihat sang pilot menggunakan kaos berwarna hitam yang terlihat kekecilan serta menggunakan celana pendek berwarna gelap.

Ia menyampaikan bahwa video tersebut diambil pada Senin 24 April 2023 dan sudah hampir 3 bulan ia disandera namun kondisinya masih baik baik saja. Namun Philip menyampaikan pesan kepada aparat keamanan untuk tidak melepaskan bom di sekitar areanya karena dianggap berbahaya.

Baca Juga :  Butuh Komitmen dan Jangan Menyerah, Tidak Ada Alasan Tidak Cukup Bukti

Tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat setempat. “Sudah hampir 3 bulan sejak OPM tangkap saya di Paro, saya masih hidup, masih sehat dan makan minum dengan baik. Saya tinggal dengan orang di sini, duduk bersama, jalan, istirahat bersama dan tak ada masalah dengan saya,” katanya dalam video singkatnya, Rabu (26/4).

Ia meminta pemerintah Indonesia lewat aparat keamanannya untuk tidak menyerang menggunakan bom. “Indonesia lepas bom di daerah sini jadi tidak usah lepas bom sebab itu bahaya untuk saya dan orang disini. Terimakasih untuk semua dukungannya,” tutupnya.

Dalam video tersebut Philips memberi statemen dengan lancar sambil duduk. Spot pengambilan gambar juga tidak seluas video pertamanya yang terlihat hutan belantara.

Baca Juga :  Papua Butuh ASN yang Mampu Menyelesaikan Berbagai Konflik Sosial

Video terbarunya memiliki gambar yang cukup sempit dengan penyampaian pesan yang juga singkat. Hingga kini aparat keamanan gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Philips dan sejak disandera pada 7 Februari 2023 di Distrik Paro Kabupaten Nduga dan selama dilakukan pengejaran itu beberapa aparat keamanan telah gugur. (ade/wen)

JAYAPURA – Lama dalam pengejaran untuk misi pembebasan, pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens akhirnya kembali muncul ke publik. Kali ini ia tidak didampingi seluruh pasukan penyandera pimpinan Egianus Kogoya melainkan hanya diapit dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tidak bersenjata.

Dari video 1 menit 38 detik tersebut terlihat sang pilot menggunakan kaos berwarna hitam yang terlihat kekecilan serta menggunakan celana pendek berwarna gelap.

Ia menyampaikan bahwa video tersebut diambil pada Senin 24 April 2023 dan sudah hampir 3 bulan ia disandera namun kondisinya masih baik baik saja. Namun Philip menyampaikan pesan kepada aparat keamanan untuk tidak melepaskan bom di sekitar areanya karena dianggap berbahaya.

Baca Juga :  Dramatis, Warga Selamatkan  Mobil Terseret Banjir di Jalan Trans Papua 

Tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat setempat. “Sudah hampir 3 bulan sejak OPM tangkap saya di Paro, saya masih hidup, masih sehat dan makan minum dengan baik. Saya tinggal dengan orang di sini, duduk bersama, jalan, istirahat bersama dan tak ada masalah dengan saya,” katanya dalam video singkatnya, Rabu (26/4).

Ia meminta pemerintah Indonesia lewat aparat keamanannya untuk tidak menyerang menggunakan bom. “Indonesia lepas bom di daerah sini jadi tidak usah lepas bom sebab itu bahaya untuk saya dan orang disini. Terimakasih untuk semua dukungannya,” tutupnya.

Dalam video tersebut Philips memberi statemen dengan lancar sambil duduk. Spot pengambilan gambar juga tidak seluas video pertamanya yang terlihat hutan belantara.

Baca Juga :  PAD Over Target, Mitra Pajak dan Wajib Pajak Dapat Award

Video terbarunya memiliki gambar yang cukup sempit dengan penyampaian pesan yang juga singkat. Hingga kini aparat keamanan gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Philips dan sejak disandera pada 7 Februari 2023 di Distrik Paro Kabupaten Nduga dan selama dilakukan pengejaran itu beberapa aparat keamanan telah gugur. (ade/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya