Sunday, March 30, 2025
24.7 C
Jayapura

Seluruh Nakes dan Guru Mulai Ditarik

Pemda juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini dan pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengembalikan situasi normal kembali. “Untuk yang luka-luka kami akan obati termasuk pengiriman jenasah akan kami kawal sampai ke kampung halaman sekaligus memberikan santunan duka. Sekali lagi kami mohon maaf,” tutupnya.

Ia membenarkan bahwa Senin (24/3) kemarin seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di 33 distrik telah ditarik untuk dievakuasi.

“Ia kami tarik dulu dan hari ini (Senin,24/3) ini masih ada 2 distrik lagi. kami akan evaluasi apakah program ini dilanjutkan atau tidak dan memang yang dirugikan  nantinya adalah masyarakat di kampung sebab jika sakit siapa yang akan mengobati, siapa yang akan merawat sebab semua tenaga medis sudah kami tarik,” ucapnya dengan nada menyesal.

Sementara Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, mengecam keras aksi KKB yang menyerang guru dan tenaga kesehatan tersebut. Pangdam menceritakan bahwa dari laporan ada sekitar 11 orang anggota KKB tiba-tiba menyerang rumah guru. Sebagian dari mereka masuk ke dalam rumah, sementara yang lain menunggu di luar.

Baca Juga :  PKB Yahukimo Nyatakan Dukungan Hanya Untuk Didimus-Esau

Setelah melakukan penyerangan, KKB membakar dua unit rumah guru. Meskipun demikian, para guru berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga dan kemudian dibawa ke Puskesmas Anggruk untuk mendapatkan perawatan.

“Dari peristiwa ini, satu orang guru bernama Rosalina Rerek Sogen meninggal dunia akibat terkena benda tajam, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka,” jelas Mayjen TNI Rudi Puruwito.

Merespons kejadian tersebut, aparat keamanan TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Yahukimo segera bergerak ke lokasi kejadian menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban.

“Proses pemakaman dan lokasinya masih menunggu pembahasan antara keluarga korban dan Pemda Yahukimo. Sedangkan enam korban lainnya akan dirawat hingga pulih,” ujar Mayjen TNI Rudi.

Baca Juga :  Komnas HAM : Ada Fenomena Baru Kekerasan yang Masif di Beberapa Wilayah

Pangdam juga menyampaikan bahwa saat ini aparat TNI telah berada di Distrik Anggruk, dan masyarakat yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak 34 orang telah tercatat kembali ke kampung mereka. “Motif di balik penyerangan sadis oleh KKB ini masih dalam penyelidikan,” beber Rudi.

Menanggapi tuduhan bahwa para korban adalah intelijen militer, Mayjen TNI Rudi menegaskan bahwa korban adalah guru dan tenaga kesehatan, bukan anggota TNI. “Masyarakat sudah mengetahui bahwa mereka adalah guru dan nakes. Tuduhan dari KKB bahwa korban adalah intelijen militer hanyalah kedok untuk mencari alasan membenarkan aksi keji mereka,” tegasnya. (rel/fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Pemda juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini dan pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengembalikan situasi normal kembali. “Untuk yang luka-luka kami akan obati termasuk pengiriman jenasah akan kami kawal sampai ke kampung halaman sekaligus memberikan santunan duka. Sekali lagi kami mohon maaf,” tutupnya.

Ia membenarkan bahwa Senin (24/3) kemarin seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di 33 distrik telah ditarik untuk dievakuasi.

“Ia kami tarik dulu dan hari ini (Senin,24/3) ini masih ada 2 distrik lagi. kami akan evaluasi apakah program ini dilanjutkan atau tidak dan memang yang dirugikan  nantinya adalah masyarakat di kampung sebab jika sakit siapa yang akan mengobati, siapa yang akan merawat sebab semua tenaga medis sudah kami tarik,” ucapnya dengan nada menyesal.

Sementara Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, mengecam keras aksi KKB yang menyerang guru dan tenaga kesehatan tersebut. Pangdam menceritakan bahwa dari laporan ada sekitar 11 orang anggota KKB tiba-tiba menyerang rumah guru. Sebagian dari mereka masuk ke dalam rumah, sementara yang lain menunggu di luar.

Baca Juga :  Bepergian Wajib Install Pedulilindungi

Setelah melakukan penyerangan, KKB membakar dua unit rumah guru. Meskipun demikian, para guru berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga dan kemudian dibawa ke Puskesmas Anggruk untuk mendapatkan perawatan.

“Dari peristiwa ini, satu orang guru bernama Rosalina Rerek Sogen meninggal dunia akibat terkena benda tajam, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka,” jelas Mayjen TNI Rudi Puruwito.

Merespons kejadian tersebut, aparat keamanan TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Yahukimo segera bergerak ke lokasi kejadian menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban.

“Proses pemakaman dan lokasinya masih menunggu pembahasan antara keluarga korban dan Pemda Yahukimo. Sedangkan enam korban lainnya akan dirawat hingga pulih,” ujar Mayjen TNI Rudi.

Baca Juga :  Komnas HAM : Ada Fenomena Baru Kekerasan yang Masif di Beberapa Wilayah

Pangdam juga menyampaikan bahwa saat ini aparat TNI telah berada di Distrik Anggruk, dan masyarakat yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak 34 orang telah tercatat kembali ke kampung mereka. “Motif di balik penyerangan sadis oleh KKB ini masih dalam penyelidikan,” beber Rudi.

Menanggapi tuduhan bahwa para korban adalah intelijen militer, Mayjen TNI Rudi menegaskan bahwa korban adalah guru dan tenaga kesehatan, bukan anggota TNI. “Masyarakat sudah mengetahui bahwa mereka adalah guru dan nakes. Tuduhan dari KKB bahwa korban adalah intelijen militer hanyalah kedok untuk mencari alasan membenarkan aksi keji mereka,” tegasnya. (rel/fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/