Saturday, March 29, 2025
25.7 C
Jayapura

Seluruh Nakes dan Guru Mulai Ditarik

Bupati Nyatakan Siap Letakkan Jabatan Jika Disusupi Aparat

JAYAPURA– Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli menyatakan bahwa dirinya siap untuk meletakkan jabatan apabila dalam  perekrutan tenaga medis dan tenaga guru ternyata ditunggangi misi lain. Ia memastikan bahwa semua proses perekrutan tenaga pengajar dan tenaga medis dalam program Yahukimo Sehat dan Yahukimo Cerdas sudah sesuai ketentuan bahkan dilakukan secara ketat dengan waktu hampir 1 bulan dalam verifikasi.

Ini disampaikan untuk membantah anggapan bahwa tenaga guru atau medis yang bekerja di Yahukimo adalah aparat keamanan.

“Tunjukkan jika tenaga medis atau tenaga kesehatan yang kami rekrut itu adalah anggota (aparat keamanan), yang kami lakukan prosesnya semua terbuka dan diverifikasi sedemikian dan yang lolos juga terseleksi baik sehingga tidak benar ada anggota yang menyamar jadi guru dari perekrutan itu. Itu bohong,” tegasnya usai ikut dalam mengevakuasi korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Anggruk, Minggu (23/3).

Baca Juga :  Setahun Lebih, Didimus-Esau Miram Boyong Sejumlah Penghargaan

“Saya bantah 100 persen soal itu.  Kami disini bersih dalam program Yahukimo Cerdas, Yahukimo Sehat, tidak ada yang terselubung,” cecarnya.

“Saya letakkan jabatan jika dalam program ini ada aparat di dalamnya,” tambah Didimus. Disini ia juga meminta setelah kejadian ini dilakukan upaya penegakan hukum agar ada keadilan.

“Darah perempuan itu akan mengejar orang yang membunuh. Seharusnya itu dipahami bahwa guru, tenaga kesehatan, wartawan, pendeta, pastor  atau tenaga kemanusiaan itu tidak boleh disentuh. Jika dilukai apalagi sampai dibunuh semua orang akan membenci,” singgung Didimus. “Coba lihat negara perjuangan mana yang membunuh medis guru akhirnya berhasil dan maju? tidak ada, itu karena mereka paham aturannya,” tutupnya.

Baca Juga :  Sudah 50 Persen Pemain Persipura Pamit

Bupati Nyatakan Siap Letakkan Jabatan Jika Disusupi Aparat

JAYAPURA– Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli menyatakan bahwa dirinya siap untuk meletakkan jabatan apabila dalam  perekrutan tenaga medis dan tenaga guru ternyata ditunggangi misi lain. Ia memastikan bahwa semua proses perekrutan tenaga pengajar dan tenaga medis dalam program Yahukimo Sehat dan Yahukimo Cerdas sudah sesuai ketentuan bahkan dilakukan secara ketat dengan waktu hampir 1 bulan dalam verifikasi.

Ini disampaikan untuk membantah anggapan bahwa tenaga guru atau medis yang bekerja di Yahukimo adalah aparat keamanan.

“Tunjukkan jika tenaga medis atau tenaga kesehatan yang kami rekrut itu adalah anggota (aparat keamanan), yang kami lakukan prosesnya semua terbuka dan diverifikasi sedemikian dan yang lolos juga terseleksi baik sehingga tidak benar ada anggota yang menyamar jadi guru dari perekrutan itu. Itu bohong,” tegasnya usai ikut dalam mengevakuasi korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Anggruk, Minggu (23/3).

Baca Juga :  Setahun Lebih, Didimus-Esau Miram Boyong Sejumlah Penghargaan

“Saya bantah 100 persen soal itu.  Kami disini bersih dalam program Yahukimo Cerdas, Yahukimo Sehat, tidak ada yang terselubung,” cecarnya.

“Saya letakkan jabatan jika dalam program ini ada aparat di dalamnya,” tambah Didimus. Disini ia juga meminta setelah kejadian ini dilakukan upaya penegakan hukum agar ada keadilan.

“Darah perempuan itu akan mengejar orang yang membunuh. Seharusnya itu dipahami bahwa guru, tenaga kesehatan, wartawan, pendeta, pastor  atau tenaga kemanusiaan itu tidak boleh disentuh. Jika dilukai apalagi sampai dibunuh semua orang akan membenci,” singgung Didimus. “Coba lihat negara perjuangan mana yang membunuh medis guru akhirnya berhasil dan maju? tidak ada, itu karena mereka paham aturannya,” tutupnya.

Baca Juga :  Di Perumnas 4, Pemuda Bakar Rumah Sendiri

Berita Terbaru

Artikel Lainnya