PDAM Langsung Turunkan Tim Pastikan Pasokan Air Bersih
Seorang teknisi PT AMJ Cabang Jayapura Utara saat melakukan pengecekan bak air di RSUD Jayapura, Jumat (23/1). (Istimewa
JAYAPURA– Terkait keluhan dokter yang batal melakukan operasi medis akibat tak adanya air bersih langsung disikapi PDAM Jayapura. Direktur Utama PT Air Minuman Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Dr. Entis Sutisna, memberikan tanggapan terkait gangguan distribusi air bersih di RSUD Dok II Jayapura.
Entis menjelaskan terkait ketersediaan air bersih di RSUD Jayapura, pihaknya langsung menurunkan Tim Teknis yang terdiri dari Direktur Teknik, Yan Nasadit termasuk Kepala Cabang Jayapura Utara dan bertemu langsung dengan Wakil Direktur RSUD Dok II. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui soal pasokan air bersih sejatinya hanya terkait pengaturan secara internal rumah sakit.
Disini jugua ditemukan bahwa katup (gate valve) pada reservoar berkapasitas 200 meter kubik yang berada di dekat ruang VIP RSUD Dok II dalam kondisi tertutup.
“Akibatnya, air tidak masuk ke bak penampung sehingga tidak dapat mengalir ke beberapa ruangan di RSUD Dok II,” jelas Entis.
H.Entis Sutisna
Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian manajemen rumah sakit agar dapat menempatkan personel yang bertanggung jawab melakukan pengecekan rutin terhadap gate valve, sehingga tidak terjadi penutupan yang menghambat distribusi air.
Ia menambahkan, PT AMJ juga telah membentuk tim khusus untuk pelayanan pada objek-objek vital, termasuk rumah sakit. Entis mengakui, kejadian ini harus menjadi perhatian bersama antara pihak RSUD Dok 2 dan tim PT AMJ di lapangan.
Ia menegaskan bahwa tugas PT AMJ adalah menyalurkan air hingga ke bak penampung atau reservoar milik rumah sakit. Sementara itu, distribusi air ke kamar-kamar dan ruang pelayanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab internal RSUD.
“Saya berharap pihak rumah sakit dapat mengontrol ketersediaan air setiap hari kondisi reservoarnya. Jika terjadi gangguan atau air tidak mengalir, dapat segera dicek dan dilaporkan ke tim teknis PT AMJ Jayapura Utara,” ujarnya.
JAYAPURA– Terkait keluhan dokter yang batal melakukan operasi medis akibat tak adanya air bersih langsung disikapi PDAM Jayapura. Direktur Utama PT Air Minuman Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Dr. Entis Sutisna, memberikan tanggapan terkait gangguan distribusi air bersih di RSUD Dok II Jayapura.
Entis menjelaskan terkait ketersediaan air bersih di RSUD Jayapura, pihaknya langsung menurunkan Tim Teknis yang terdiri dari Direktur Teknik, Yan Nasadit termasuk Kepala Cabang Jayapura Utara dan bertemu langsung dengan Wakil Direktur RSUD Dok II. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui soal pasokan air bersih sejatinya hanya terkait pengaturan secara internal rumah sakit.
Disini jugua ditemukan bahwa katup (gate valve) pada reservoar berkapasitas 200 meter kubik yang berada di dekat ruang VIP RSUD Dok II dalam kondisi tertutup.
“Akibatnya, air tidak masuk ke bak penampung sehingga tidak dapat mengalir ke beberapa ruangan di RSUD Dok II,” jelas Entis.
H.Entis Sutisna
Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian manajemen rumah sakit agar dapat menempatkan personel yang bertanggung jawab melakukan pengecekan rutin terhadap gate valve, sehingga tidak terjadi penutupan yang menghambat distribusi air.
Ia menambahkan, PT AMJ juga telah membentuk tim khusus untuk pelayanan pada objek-objek vital, termasuk rumah sakit. Entis mengakui, kejadian ini harus menjadi perhatian bersama antara pihak RSUD Dok 2 dan tim PT AMJ di lapangan.
Ia menegaskan bahwa tugas PT AMJ adalah menyalurkan air hingga ke bak penampung atau reservoar milik rumah sakit. Sementara itu, distribusi air ke kamar-kamar dan ruang pelayanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab internal RSUD.
“Saya berharap pihak rumah sakit dapat mengontrol ketersediaan air setiap hari kondisi reservoarnya. Jika terjadi gangguan atau air tidak mengalir, dapat segera dicek dan dilaporkan ke tim teknis PT AMJ Jayapura Utara,” ujarnya.