alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, May 16, 2022

Penerimaan Vaksinasi Masyarakat Bali Tinggi

*TNI Jemput Bola untuk Kejar Cakupan 70 Persen di Jakarta

JAKARTA, Jawa Pos – Hingga Kamis (22/7) sudah ada 43.155.795 orang divaksin tahap pertama dan 16.896.200 orang vaksin tahap kedua. Bali menempati urutan terbanyak dalam cakupan vaksinasi, yakni 85,96 persen penduduknya.

Juru Bicara Kemenkes terkait Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengapresiasi angka cakupan vaksnasi Covid-19 Provinsi Bali yang cukup tinggi. Menurutnya ini karena keinginan masyarakat segera mengembalikan kondisi pariwisata Bali. “Penerimaan masyarakat terhadap vaksin cukup tinggi,” ujarnya. Nadia menambahkan, tokoh masyarakat pun mempersuasi agar vaksinasi di Pulau Dewata berjalan dengan baik. 

Selain Bali, DKI Jakarta dan Kepulauan Riau juga cukup tinggi cakupan imunisasi Covid-19 nya. DKI Jakarta mencapai 79,15 persen warganya telah divaksin. Sementara di Kepulauan Riau ada 61,44 orang yang sudah diimunisasi. 

Nadia menyatakan bahwa 50 persen stok vaksin Covid-19 memang didistribusikan di Jawa dan Bali. Ini terkait jumlah kasus yang tinggi di dua pulau tersebut. 

Kemarin Indonesia kedatangan 8 juta bahan baku vaksin dari Sinovac. Ini merupakan kedatangan ke-29. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan itu mengajak tokoh keagamaan dan lembaga keagaman untuk menyukseskan vaksinasi ini. “Program vaksinasi ini merupakan penjabaran dari agama karena umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup sebagai karunia Tuhan,” tuturnya.

Pemerintah sudah menargetkan program vaksinasi sebanyak dua juta orang setiap hari pada Agustus mendatang. Untuk mewujudkannya perlu pasokan vaksin yang cukup. Kedatangan vaksin pada tahap 29 itu, mendorong percepatan vaksinasi secara nasional.

Baca Juga :  Sempat Dikabarkan Hilang, Filep Karma Terdampar di Skow

’’Meskipun program vaksinasi telah dijalankan, kita masih harus tetap patuh menerapkan protokol kesehatan,’’ katanya. Masyarakt tidak boleh lengah dan abai sedikitpun terhadap aturan pemerintah. Dia ingin semua orang peduli terhadap lingkungan dengan saling mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan. 

Dia juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan PPKM level 4 dan level 3 yang digulirkan pemerintah. Program ini merupakan upaya untuk mengurangi tingkat penularan virus Covid-19. ’’Kami mengajak seluruh umat beragama untuk bersama-sama patuh terhadap ketetapan pemerintah,’’ jelasnya. Menurutnya kebijakana tersebut merupakan bentuk pengorbanan dan pilihan yang sulit. Tetapi perlu didukung demi kebaikan bersama. 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa upaya mengejar target vaksinasi terus dilakukan oleh instansinya. Di Jakarta, Mabes TNI mendorong supaya target 70 persen masyarakat divaksinasi sebelum 17 Agustus tahun ini tercapai. ”TNI melakukan jemput bola untuk mengejar target 70 persen vaksinasi di wilayah Jakarta,” ungkap dia kemarin. 

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Hadi saat dirinya bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau serbuan vaksinasi di tiga titik di ibu kota. Serbuan vaksinasi, lanjut dia, salah satu targetnya adalah mempercepat vaksinasi. TNI dengan sumber daya yang mereka miliki, membantu pemerintah untuk mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi. 

Untuk itu, TNI tidak lepas melibatkan instansi lain dalam setiap serbuan vaksinasi. Tidak hanya polri dan pemerintah daerah, instansi pelat merah lain maupun instansi swasta turut diajak kerja sama. Khusus mengajar target 70 persen masyarakat Jakarta divaksinasi sebelum 17 Agustus nanti, Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya menyasar daerah di Jakarta yang persentase vaksinasinya masih rendah. 

Baca Juga :  Keerom Rampung, Yahukimo Tanpa Kabar

Di daerah tersebut, TNI kemudian mengerahkan vaksinator untuk melaksanakan vaksinasi. ”Terutama yang menjadi target kami adalah wilayah pinggiran Jakarta,” terang dia. Menurut orang nomor satu di tubuh TNI itu, banyak masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran Jakarta sibuk dengan kegiatan sehari-hari di rumah. Sehingga TNI perlu mendekat agar mereka bersedia meluangkan waktu untuk divaksin.

Belakangan, serbuan vaksinasi memang semakin luas. Satuan-satuan TNI di bawah koordinasi TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU gencar melaksanakan serbuan vaksinasi. Baik di kantor kodim, pangkalan Angkatan Laut, pangkalan udara, maupun titik-titik lainnya mereka buka untuk serbuan vaksinasi. TNI AL bahkan menjadikan kapal perang mereka sebagai tempat vaksinasi. 

Kemarin, TNI AL melaksanakan serbuan vaksinasi di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI  Ahmadi Heri Purwono menyampaikan bahwa serbuan vaksinasi di lokasi tersebut menyasar nelayan, pekerja pelabuhan, dan masyarakat yang tinggal di enam desa. ”Ditargetkan dapat mencapai vaksinasi kepada 1.500 masyarakat,” jelas Heri.

Mantan panglima Komando Armada I itu pun menyampaikan, dalam serbuan vaksinasi, instansinya mengejar masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di pelabuhan, tempat pelelangan ikan, kampung bahari, dan kampung nelayan. ”Pulau terpencil dan pulau terluar (juga jadi sasaran serbuan vaksinasi TNI AL), dengan menggunakan kemampuan alutsista TNI AL salah satunya KRI,” bebernya. (syn/wan/lyn/JPG)

*TNI Jemput Bola untuk Kejar Cakupan 70 Persen di Jakarta

JAKARTA, Jawa Pos – Hingga Kamis (22/7) sudah ada 43.155.795 orang divaksin tahap pertama dan 16.896.200 orang vaksin tahap kedua. Bali menempati urutan terbanyak dalam cakupan vaksinasi, yakni 85,96 persen penduduknya.

Juru Bicara Kemenkes terkait Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengapresiasi angka cakupan vaksnasi Covid-19 Provinsi Bali yang cukup tinggi. Menurutnya ini karena keinginan masyarakat segera mengembalikan kondisi pariwisata Bali. “Penerimaan masyarakat terhadap vaksin cukup tinggi,” ujarnya. Nadia menambahkan, tokoh masyarakat pun mempersuasi agar vaksinasi di Pulau Dewata berjalan dengan baik. 

Selain Bali, DKI Jakarta dan Kepulauan Riau juga cukup tinggi cakupan imunisasi Covid-19 nya. DKI Jakarta mencapai 79,15 persen warganya telah divaksin. Sementara di Kepulauan Riau ada 61,44 orang yang sudah diimunisasi. 

Nadia menyatakan bahwa 50 persen stok vaksin Covid-19 memang didistribusikan di Jawa dan Bali. Ini terkait jumlah kasus yang tinggi di dua pulau tersebut. 

Kemarin Indonesia kedatangan 8 juta bahan baku vaksin dari Sinovac. Ini merupakan kedatangan ke-29. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan itu mengajak tokoh keagamaan dan lembaga keagaman untuk menyukseskan vaksinasi ini. “Program vaksinasi ini merupakan penjabaran dari agama karena umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup sebagai karunia Tuhan,” tuturnya.

Pemerintah sudah menargetkan program vaksinasi sebanyak dua juta orang setiap hari pada Agustus mendatang. Untuk mewujudkannya perlu pasokan vaksin yang cukup. Kedatangan vaksin pada tahap 29 itu, mendorong percepatan vaksinasi secara nasional.

Baca Juga :  Pemkab Tolikara Launching Program Unggulan JOSHUA

’’Meskipun program vaksinasi telah dijalankan, kita masih harus tetap patuh menerapkan protokol kesehatan,’’ katanya. Masyarakt tidak boleh lengah dan abai sedikitpun terhadap aturan pemerintah. Dia ingin semua orang peduli terhadap lingkungan dengan saling mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan. 

Dia juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan PPKM level 4 dan level 3 yang digulirkan pemerintah. Program ini merupakan upaya untuk mengurangi tingkat penularan virus Covid-19. ’’Kami mengajak seluruh umat beragama untuk bersama-sama patuh terhadap ketetapan pemerintah,’’ jelasnya. Menurutnya kebijakana tersebut merupakan bentuk pengorbanan dan pilihan yang sulit. Tetapi perlu didukung demi kebaikan bersama. 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa upaya mengejar target vaksinasi terus dilakukan oleh instansinya. Di Jakarta, Mabes TNI mendorong supaya target 70 persen masyarakat divaksinasi sebelum 17 Agustus tahun ini tercapai. ”TNI melakukan jemput bola untuk mengejar target 70 persen vaksinasi di wilayah Jakarta,” ungkap dia kemarin. 

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Hadi saat dirinya bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau serbuan vaksinasi di tiga titik di ibu kota. Serbuan vaksinasi, lanjut dia, salah satu targetnya adalah mempercepat vaksinasi. TNI dengan sumber daya yang mereka miliki, membantu pemerintah untuk mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi. 

Untuk itu, TNI tidak lepas melibatkan instansi lain dalam setiap serbuan vaksinasi. Tidak hanya polri dan pemerintah daerah, instansi pelat merah lain maupun instansi swasta turut diajak kerja sama. Khusus mengajar target 70 persen masyarakat Jakarta divaksinasi sebelum 17 Agustus nanti, Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya menyasar daerah di Jakarta yang persentase vaksinasinya masih rendah. 

Baca Juga :  Pengamanan Terbantu Pemekaran Papua

Di daerah tersebut, TNI kemudian mengerahkan vaksinator untuk melaksanakan vaksinasi. ”Terutama yang menjadi target kami adalah wilayah pinggiran Jakarta,” terang dia. Menurut orang nomor satu di tubuh TNI itu, banyak masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran Jakarta sibuk dengan kegiatan sehari-hari di rumah. Sehingga TNI perlu mendekat agar mereka bersedia meluangkan waktu untuk divaksin.

Belakangan, serbuan vaksinasi memang semakin luas. Satuan-satuan TNI di bawah koordinasi TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU gencar melaksanakan serbuan vaksinasi. Baik di kantor kodim, pangkalan Angkatan Laut, pangkalan udara, maupun titik-titik lainnya mereka buka untuk serbuan vaksinasi. TNI AL bahkan menjadikan kapal perang mereka sebagai tempat vaksinasi. 

Kemarin, TNI AL melaksanakan serbuan vaksinasi di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI  Ahmadi Heri Purwono menyampaikan bahwa serbuan vaksinasi di lokasi tersebut menyasar nelayan, pekerja pelabuhan, dan masyarakat yang tinggal di enam desa. ”Ditargetkan dapat mencapai vaksinasi kepada 1.500 masyarakat,” jelas Heri.

Mantan panglima Komando Armada I itu pun menyampaikan, dalam serbuan vaksinasi, instansinya mengejar masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di pelabuhan, tempat pelelangan ikan, kampung bahari, dan kampung nelayan. ”Pulau terpencil dan pulau terluar (juga jadi sasaran serbuan vaksinasi TNI AL), dengan menggunakan kemampuan alutsista TNI AL salah satunya KRI,” bebernya. (syn/wan/lyn/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/