Dalam konteks Papua, Tan Wie Long mengakui bahwa konflik dan dinamika sosial masih terjadi di beberapa wilayah. Namun ia menegaskan bahwa realitas tersebut tidak boleh diabaikan, melainkan harus dikelola dengan kebijakan yang bijak, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Konflik memang masih ada di beberapa provinsi di Papua. Ini harus diakui secara jujur agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah penyelesaian yang tepat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa status Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah diakui secara internasional, termasuk oleh PBB. “Integrasi Papua ke dalam Indonesia adalah fakta hukum dan politik internasional yang sudah final. PBB sendiri telah mengakui hal tersebut,” katanya.(jim//rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dalam konteks Papua, Tan Wie Long mengakui bahwa konflik dan dinamika sosial masih terjadi di beberapa wilayah. Namun ia menegaskan bahwa realitas tersebut tidak boleh diabaikan, melainkan harus dikelola dengan kebijakan yang bijak, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Konflik memang masih ada di beberapa provinsi di Papua. Ini harus diakui secara jujur agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah penyelesaian yang tepat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa status Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah diakui secara internasional, termasuk oleh PBB. “Integrasi Papua ke dalam Indonesia adalah fakta hukum dan politik internasional yang sudah final. PBB sendiri telah mengakui hal tersebut,” katanya.(jim//rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos