Iapun berharap agar RT/RW yang menerima telepon bisa segera melapor ke Bawaslu maupun pihak terkait guna dilakukan penyelidikan. “Ini jelas bentuk kejahatan Pemilu karena calon pemilih akhirnya resah dan cemas. Ini juga akan merusak citra Polri di mata masyarakat meskipun kami yakini ini bukan anggota Polri,” tambahnya.
Ia berharap Bawaslu bisa lebih proaktif dengan melibatkan tim cyber Polda atau tim IT untuk mengungkap penelepon tersebut. “Penting Bawaslu dan aparat kepolisian menyikapi situasi tersebut, sebab apa yang dilakukan oknum ini sangat berdampak pada elektoral RT dan RW serta jajaran di pemerintahan tingkat dasar sebagaimana mereka merupakan garda terdepan di dalam pemerintahan,” pinta Mukri.
Selain itu situasi ini diyakini bisa merusak demokrasi sehingga penyelenggara dan pihak keamanan perlu mengambil sikap. Yang dikhawatirkan Mukri adalah jangan sampai gara gara ulah oknum yang tidak bertanggungjawab ini akhirnya masyarakat minder untuk ikut datang ke TPS dan menyalurkan hak suaranya karena ada tekanan secara psikolog. Seperti ada teror,” tandasnya.
Sebelumnya, Cenderawasih Pos juga mendapati informasi dari warga bahwa ada orang yang kerap menghubungi RT RW untuk menanyakan soal elektabilitas paslon dan akan memilih siapa. Orang yang menelepon ini dicurigai sebelumnya pernah bertugas di wilayah Meepago dan kini pindah ke Jayapura. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos