Monday, July 15, 2024
25.7 C
Jayapura

Bentrok Tak Kunjung Usai, Tokoh Adat Minta Segera Dihentikan

MIMIKA – Bentrok antar dua kelompok warga di Kenyam, Kabupaten Nduga sejak 15 Februari 2024 pasca Pemilu lalu sampai hari ini tak jua berakhir. Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak menyebut, hingga kini setidaknya ada tiga orang yang tewas akibat bentrok tersebut.

Dua korban diantaranya berasal dari Kelompok Ikabus Gwijangge 2 orang dan Kelompok Tarni Wandikbo 1 orang. Elipanus menjelaskan, pertikaian yang terjadi di Ibu Kota Kabupaten Nduga itu terjadi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil perolehan suara pada pemilu 2024 lalu.

Elipanus pun mendesak agar kedua kelompok warga yang terlibat pertikaian menghentikan pertikaian. Ia juga mengimbau agar dua kelompok yang terlibat bentrok dapat menahan diri dan menunggu proses penyelesaian secara kekeluargaan yang rencananya akan dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Nduga dan pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  Pasien Corona di Yapen Bertambah

“Saya dengan tegas melarang. Siapapun tidak boleh melakukan hal-hal tindak lanjut dari Kabupaten Nduga tidak keluar untuk mengganggu atau membunuh atau apapun yanh sifatnya berkaitan tindak lanjut dari perang di atas (Nduga-red), dengan tegas saya sampaikan untuk berhenti,” kata Elipanus saat ditemui di Mimika, Rabu (19/6) kemarin.

Elipanus meminta agar imbauan ini dapat dijadikan sebagai atensi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nduga khususnya kedua pihak yang terlibat bentrok.

Elipanus menegaskan, jika perihal yang ia sampaikan tidak disambut baik kedua belah pihak maka ia akan menindak tegas para pelaku.

Ia juga meminta agar perang yang terjadi di Kenyam ini cukup tidak boleh dibawa ke tempat lain sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain yang tak diinginkan.

Baca Juga :  Saksi Bertambah, Beberapa Pelaku Dikejar

Ia berjanji akan mencari solusi terbaik untuk penyelesaian masalah antar kedua belah pihak tersebut.

“Semua masalah tidak akan bertahan lama, ada solusi ada penyelesaian. Kami akan selesaikan secara kekeluargaan,” tutup Elipanus. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MIMIKA – Bentrok antar dua kelompok warga di Kenyam, Kabupaten Nduga sejak 15 Februari 2024 pasca Pemilu lalu sampai hari ini tak jua berakhir. Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak menyebut, hingga kini setidaknya ada tiga orang yang tewas akibat bentrok tersebut.

Dua korban diantaranya berasal dari Kelompok Ikabus Gwijangge 2 orang dan Kelompok Tarni Wandikbo 1 orang. Elipanus menjelaskan, pertikaian yang terjadi di Ibu Kota Kabupaten Nduga itu terjadi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil perolehan suara pada pemilu 2024 lalu.

Elipanus pun mendesak agar kedua kelompok warga yang terlibat pertikaian menghentikan pertikaian. Ia juga mengimbau agar dua kelompok yang terlibat bentrok dapat menahan diri dan menunggu proses penyelesaian secara kekeluargaan yang rencananya akan dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Nduga dan pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  Tokoh Gereja dan Adat Mimika Tolak Tuduhan, Para Korban Adalah Anggota KKB

“Saya dengan tegas melarang. Siapapun tidak boleh melakukan hal-hal tindak lanjut dari Kabupaten Nduga tidak keluar untuk mengganggu atau membunuh atau apapun yanh sifatnya berkaitan tindak lanjut dari perang di atas (Nduga-red), dengan tegas saya sampaikan untuk berhenti,” kata Elipanus saat ditemui di Mimika, Rabu (19/6) kemarin.

Elipanus meminta agar imbauan ini dapat dijadikan sebagai atensi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nduga khususnya kedua pihak yang terlibat bentrok.

Elipanus menegaskan, jika perihal yang ia sampaikan tidak disambut baik kedua belah pihak maka ia akan menindak tegas para pelaku.

Ia juga meminta agar perang yang terjadi di Kenyam ini cukup tidak boleh dibawa ke tempat lain sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain yang tak diinginkan.

Baca Juga :  Dua Kelompok Masyarakat di Nduga Bentrok

Ia berjanji akan mencari solusi terbaik untuk penyelesaian masalah antar kedua belah pihak tersebut.

“Semua masalah tidak akan bertahan lama, ada solusi ada penyelesaian. Kami akan selesaikan secara kekeluargaan,” tutup Elipanus. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya