Tuesday, February 24, 2026
25.2 C
Jayapura

Ancam Bunuh Petugas Kesehatan, RSU Dekai Sempat Tutup

Kapolres: Hanya Bentuk Propaganda, Aktifitas Pelayanan Berjalan Normal

JAYAPURA–Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) dinilai semakin intens mengganggu stabilitas keamanan di sejumlah wilayah Tanah Papua. Salah satu dampak nyata dari eskalasi gangguan tersebut adalah penutupan 11 bandara perintis oleh menyusul insiden tewasnya dua awak kabin pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu pekan lalu.

Langkah penutupan bandara dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk menjamin keselamatan penerbangan perintis yang selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa situasi keamanan di sejumlah titik masih memerlukan perhatian serius dari aparat.

Yang terbaru adalah ancaman yang diberikan kepada petugas medis di RSU Dekai, Yahukimo. Pesan berantai lewat media sosial ini mengancam petugas medis untuk tidak melakukan pelayanan dan jika tidak dipatuhi maka akan diserang dan dibunuh. Ancaman ini akhirnya menimbulkan kekhawatiran dan petugas kesehatan ketika itu memilih tidak masuk kerja. Kalaupun ada yang masih melakukan pelayanan hanya yang sifatnya darurat.

Baca Juga :  Usai Bunyi Tembakan, Camp Pekerja Dibakar OTK

Situasi tidak dibiarkan begitu saja. Polres Yahukimo mengambil langkah segera dengan menempatkan personel sehingga aktifitas pelayanan kesehatan kembali berjalan normal. “Itu propaganda. Situasi saat ini aman dan terkendali,” tegasnya melalui pesan singkat, Kamis (19/2).

Kapolres memastikan bahwa aktivitas pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan, tetap berjalan. Personel Polri telah ditempatkan di sejumlah titik vital, termasuk puskesmas di wilayah Adekai dan RSUD Dekai, guna menjamin keamanan tenaga medis dan masyarakat.

Kapolres: Hanya Bentuk Propaganda, Aktifitas Pelayanan Berjalan Normal

JAYAPURA–Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) dinilai semakin intens mengganggu stabilitas keamanan di sejumlah wilayah Tanah Papua. Salah satu dampak nyata dari eskalasi gangguan tersebut adalah penutupan 11 bandara perintis oleh menyusul insiden tewasnya dua awak kabin pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu pekan lalu.

Langkah penutupan bandara dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk menjamin keselamatan penerbangan perintis yang selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa situasi keamanan di sejumlah titik masih memerlukan perhatian serius dari aparat.

Yang terbaru adalah ancaman yang diberikan kepada petugas medis di RSU Dekai, Yahukimo. Pesan berantai lewat media sosial ini mengancam petugas medis untuk tidak melakukan pelayanan dan jika tidak dipatuhi maka akan diserang dan dibunuh. Ancaman ini akhirnya menimbulkan kekhawatiran dan petugas kesehatan ketika itu memilih tidak masuk kerja. Kalaupun ada yang masih melakukan pelayanan hanya yang sifatnya darurat.

Baca Juga :  Merayap Masuki Pos TNI, Satu Terduga KST Dibekuk

Situasi tidak dibiarkan begitu saja. Polres Yahukimo mengambil langkah segera dengan menempatkan personel sehingga aktifitas pelayanan kesehatan kembali berjalan normal. “Itu propaganda. Situasi saat ini aman dan terkendali,” tegasnya melalui pesan singkat, Kamis (19/2).

Kapolres memastikan bahwa aktivitas pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan, tetap berjalan. Personel Polri telah ditempatkan di sejumlah titik vital, termasuk puskesmas di wilayah Adekai dan RSUD Dekai, guna menjamin keamanan tenaga medis dan masyarakat.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya