alexametrics
31.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Komisi I Minta Sindikat Pemasok Senpil ke Papua Diungkap

JAYAPURA-Terkait digagalkannya upaya penyelundupan senja api illegal ke tanah Papua dimana satu pelaku berinisial FM berhasil ditangkap beserta barang bukti berupa 5 pucuk senjata api jenis UZI  di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ditanggapi oleh Anggota Komisi I DPR Papua dan Ketua Umum Barisan Garuda Merah Putih Republik Indonesia, Yonas Alfons Nusi.

Yonas sempat memonitor informasi ini dan cukup kaget mengetahui bahwa ada pihak – pihak tertentu yang mau memasukkan senjata api ke tanah Papua.

Ia meyakini tujuan kelompok ini adalah memperkuat  pasukan yang selama ini menyebut diri sebagai TPN-OPM dan selalu melakukan kontak tembak dengan TNI-Polri. Karena bukan sekali ini saja upaya penyelundupan senpi ke Papua namun ia meminta agar Polda Papua dan pihak TNI bisa menelusuri secara detail jaringan yang memang ingin  mengacaukan Papua dengan cara – cara perang. Ia meminta ini diungkap hingga ke akar – akarnya termasuk jika ada tokoh tertentu yang memang terlibat. “Yang perlu diwaspadai oleh pemerintah maupun aparat keamanan adalah semua pintu masuk yang digunakan untuk masuk ke Papua terutama lewat jalur air. Ini harus diawasi dengan ketat,” kata Yonas kepada Cenderawasih Pos, Kamis (19/5).

Baca Juga :  Merauke Terima Hibah 33 Unit Bus PON Papua

Ia mengingatkan bahwa penyelundupan senjata dari Filipina ini bukan hal baru tetapi sudah beberapa kali dilakukan dimana pada 3 November 2020 juga ada upaya penyelundupan yang sama dari Filipina via Sulawesi Utara selanjutnya masuk ke Papua Barat maupun ke Papua.   Filipina menjadi satu sumber penjualan senpi illegal pasca konflik yang melibatkan Front Pembebasan Islam Moro atau MILF.

Kata Yonas pintu masuk lewat jalur laut perlu diperketat terutama yang masuk via Sorong. Sebab beberapa kali terungkap senjata ini masuk via Sorong.

“Kami tidak tahu uang darimana yang digunakan untuk membeli senjata tersebut. Tapi kalau dari penggagalan  pengiriman senpi ini artinya memang ada orang yang sudah memesan dan menyiapkan sejumlah uang untuk mendatangkan senpi tersebut. Karenanya saya minta agar pihak kepolisian juga bisa mengungkap jaringan ini. Apakah ada yang pemodal yang memainkan,” sindirnya.

Baca Juga :  Prioritaskan Tenaga Lokal Untuk Rawat Venue

Yonas meminta hal – hal seperti ini tidak ditolelir. Pihak kepolisian KP3 laut dan KP3 udara perlu diperkuat dan TNI secara maksimal ikut membantu agar tidak kecolongan yang akhirnya masyarakat sipil dengan leluasa memasukkan senjata ilegal ke tanah Papua. “Kami berharap itu bisa  diungkap. Sel – sel atau jejaring dan siapa pemesannya  lalu darimana uang yang dipakai untuk membeli itu ditelusuri dan disampaikan ke publik agar kami juga paham bahwa senjata ternyata tidak saja diperoleh dari hasil rampasan tetapi ada juga dari luar,” tutup Yonas. (ade/nat)

JAYAPURA-Terkait digagalkannya upaya penyelundupan senja api illegal ke tanah Papua dimana satu pelaku berinisial FM berhasil ditangkap beserta barang bukti berupa 5 pucuk senjata api jenis UZI  di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ditanggapi oleh Anggota Komisi I DPR Papua dan Ketua Umum Barisan Garuda Merah Putih Republik Indonesia, Yonas Alfons Nusi.

Yonas sempat memonitor informasi ini dan cukup kaget mengetahui bahwa ada pihak – pihak tertentu yang mau memasukkan senjata api ke tanah Papua.

Ia meyakini tujuan kelompok ini adalah memperkuat  pasukan yang selama ini menyebut diri sebagai TPN-OPM dan selalu melakukan kontak tembak dengan TNI-Polri. Karena bukan sekali ini saja upaya penyelundupan senpi ke Papua namun ia meminta agar Polda Papua dan pihak TNI bisa menelusuri secara detail jaringan yang memang ingin  mengacaukan Papua dengan cara – cara perang. Ia meminta ini diungkap hingga ke akar – akarnya termasuk jika ada tokoh tertentu yang memang terlibat. “Yang perlu diwaspadai oleh pemerintah maupun aparat keamanan adalah semua pintu masuk yang digunakan untuk masuk ke Papua terutama lewat jalur air. Ini harus diawasi dengan ketat,” kata Yonas kepada Cenderawasih Pos, Kamis (19/5).

Baca Juga :  Selamatkan Pendapatan Negara Rp 1,701 M

Ia mengingatkan bahwa penyelundupan senjata dari Filipina ini bukan hal baru tetapi sudah beberapa kali dilakukan dimana pada 3 November 2020 juga ada upaya penyelundupan yang sama dari Filipina via Sulawesi Utara selanjutnya masuk ke Papua Barat maupun ke Papua.   Filipina menjadi satu sumber penjualan senpi illegal pasca konflik yang melibatkan Front Pembebasan Islam Moro atau MILF.

Kata Yonas pintu masuk lewat jalur laut perlu diperketat terutama yang masuk via Sorong. Sebab beberapa kali terungkap senjata ini masuk via Sorong.

“Kami tidak tahu uang darimana yang digunakan untuk membeli senjata tersebut. Tapi kalau dari penggagalan  pengiriman senpi ini artinya memang ada orang yang sudah memesan dan menyiapkan sejumlah uang untuk mendatangkan senpi tersebut. Karenanya saya minta agar pihak kepolisian juga bisa mengungkap jaringan ini. Apakah ada yang pemodal yang memainkan,” sindirnya.

Baca Juga :  ET pentolan KST Intan Jaya Dibekuk di Timika

Yonas meminta hal – hal seperti ini tidak ditolelir. Pihak kepolisian KP3 laut dan KP3 udara perlu diperkuat dan TNI secara maksimal ikut membantu agar tidak kecolongan yang akhirnya masyarakat sipil dengan leluasa memasukkan senjata ilegal ke tanah Papua. “Kami berharap itu bisa  diungkap. Sel – sel atau jejaring dan siapa pemesannya  lalu darimana uang yang dipakai untuk membeli itu ditelusuri dan disampaikan ke publik agar kami juga paham bahwa senjata ternyata tidak saja diperoleh dari hasil rampasan tetapi ada juga dari luar,” tutup Yonas. (ade/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/