alexametrics
31.7 C
Jayapura
Monday, June 27, 2022

Tingkatkan Minat Baca Selama Pandemi dengan Transformasi Perpustakan Digital

Melihat Geliat Pelayanan Perpusda Pasca Meredanya Pandemi Covid-19 di Kota Jayapura

Sejak munculnya Pandemi Covid-19 dua tahun lalu, praktis banyak aturan yang membatasi aktifitas masyarakat, termasuk kunjungan masyarakat, khusunsya para pelajar dan mahasiswa  ke Perspustakaan Daerah (Perpusda) di Kotaraja, Jayapura. Lantas seperti apa kondisi pelayanannya saat ini?

Laporan: Carolus Daot_Jayapura

Kamis (19/5) siang kemarin, terlihat sejumlah mahasiswa duduk tenang sembari membaca buku, beberapa diantaranya juga terlihat sibuk mencari judul buku yang dicari, di rak buku yang ada di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kotaraja ini. Meja-meja warna putih, masih terlihat tanda silang yang belum dilepas. Tanda itu, untuk membatasi atau menjaga jarak bagi pengunjung Perpusd selama adanya pandemic Covid-19 kemarin.

  Seiring dengan meredanya kasus Covid-19, bahkan Kota Jayapura tercatat sudah zero kasus Covid-19 sejak 11 Mei lalu, penerapan prokes terlihat sudah mulai longgar. Tak ada pembatasan jarak tempat duduk, meski di atas meja masih ada tanda silang. Begitu pun, sebagian pengunjung sudah tidak mengenakan masker, meski sebagian pengunjung lagi masih bermasker rapat menutup hidung dan mulut.

   Selama Pandemi, memang bBidang pelayanan Perpustakaan dan Arsip Daerah menjadi salah satu yang terdampak akibat Covid-19 ini. Menurut Plt Kabid Perpustakaan dan Arsip Daerah Achmad Djalali, animo pengunjung di Perpusatakan dan Arsip Daerah Provinsi Papua selama masa pandemi cukup rendah dibandingkan sebelumnya. Padahal menurutnya peran perpustakaan merupakan sarana dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).,

   Namun situasilah yang membuat semuanya tidak bisa dihindari. Karena tidak ingin dengan adanya pandemi memperburuk peningkatan lonjakan kasus Covid 19 di Kota Jayapura, maka dilakukan pembatasan jumlah pengunjung di Perpusda Kotaraja. Menyikapi hal ini, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Arsip Daerah mencoba mentransformasikan perpustakaan fisik dengan menggunakan sistem perpustakaan digital melalui aplikasi E-Pusda

   Didalam Aplikasi tersebut tersedia segala jenis buku yang ada di Perpustakaan. Tujuan utama transfomasi sistem digital ini adalah agar pelayanan Perpustakan selama masa pandemi tetap tersedia walaupun tidak berkunjung langsung secara fisik, tetapi hanya dengan mendownload aplikasi E-pusda masyarakat tetap bisa mengakses informasi melalui aplikasi tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Para Penggosok Intan Patuh pada Rumus 4C

  Achmad Djalali mengaku kehadiran Aplikasi E-Pusda sungguh sangat menunjang daya minat baca masyarakat dan pemanfaatanya sangat terasa. Sebab begitu banyak masyarakat yang mengakses segala informasih melalui aplikasi tersebut.

  “Kami tahu berapa banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut setiap harinya dan memang dengan adanya perpustakaan bebarsis digital ini daya minat baca masyarakat selama pandemi cukup tinggi,” terangnya Achmad Djalali kepada Cendrawasih Pos Kamis, (19/5).

   Diapun mengapresiasi atas hal itu, karena   masyarakat tidak bisa datang di perpustakan secara fisik tetapi hanya dari rumah bisa akses informasih melalui  aplikasi E-Pusda

Plt Kabid Pusda tersebut mengatakan karena situasi pandemi saat ini sudah mereda dan menjadi endemic,  maka masyarakat sudah bisa berkunjung ke perpustakan. Bahkan, sejak Januari lalu kebijakan jumlah pengunjung di Perpusda sudah kembali normal atau 100 persen.

  Di perpustakaan daerah tersedia berbagai macam jenis buku, selain itu ruangan baca pun disediakan sesuai usia, seperti untuk dewasa, remaja, anak Anak, tersedia perpustakan dan ruangan baca secara khusus. Menurut Achmad Djalali, tujuan dipilahnya ruangan baca tersebut agar setiap masyarakat yang berkunjung dapat dengan mudah mencari buku yang mereka butuhkan. Selain itu di Perpustakaan dan Arsip Daerah juga tersedia buku khusus  atau buku referensi.

  “Setiap masyarakat yang datang ke sini bisa langsung masuk di ruangan perpustakan  sesuai dengan usia. Misalnya mahasiwa yang mungkin ingin mencari buku referensi untuk menyusun skripsi, kami menyediakan ruangan khusus bagi mereka, pun juga siswa SD, SMP, dan SMA, tersedia ruangan khusus bagi mereka, dan ruangan untuk anak TK juga ada dan didesain khusus untuk anak anak TK,” tuturnya.

Baca Juga :  Banyak Situs Sejarah yang Diteliti, Situs Megalitik Srobu Paling Kompleks

  Selain itu di Perpusda juga tidak hanya menyediakan buku fisik tetapi ruangan baca Pojok baca Digital ( Pocadi) juga tersedia, di perpustakaan Pocadi ini menyediakan buku buku elektronik dan fasilitas pengunjung tersedia laptop   dan juga WIFI gratis. “Ini semua bagian dari bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan SDM di Papua,” lanjutnya.

  Sistem perawatan buku di Perpusda selalu terupdate. Achmad Djalali mengatakan setiap buku yang kurang diminati masyarakat akan dihibahkan ke taman baca, dan jumlah buku yang tersedia di Perpusda saat ini mencapai ratusan buku.

  “Koleksi buku Di Pusda cukup banyak, berbagai macam koleksi buku, baik untuk umum, dewasa, remaja, maupun anak anak. Dan ada koleksi khusus buku buku tentang Papua”, terangnya.

   Di Perpusda juga diberikan ruang bagi masyarakat untu meminjamkan buku, hanya dengan mendaftarkan sebagai anggota, maka masyarakat bisa meminjam buku untuk dibawa pulang, jangka waktu pengembaliannya selama 1 minggu, tanpa dipungut biaya.

   “Sampai saat ini sebanyak 1.577 orang yang sudah terdaftar sebagai anggota di Perpusda Kotaraja”, bebernya.

  Selain itu dia juga mengungkapkan jika ada buku yang tidak tersedia di Perpusda, maka pengunjung wajib mengisi kotak saran tujuannya agar petugas Perpusda mengetahui jenis buku yang tidak tersedia, tentu dengan adanya kotak saran tersebut ketersediaan buku akan terpenuhi.

   “Untuk ketersediaan buku setiap tahunnya ada, namun untuk segala jenis koleksi berpatokan pada kotak saran karena dari situlah kami mengetahui jenis buku yang tidak tersedia di Perpustakan”, bebernya

  Diapun berharap dengan melandainya pandemi saat ini diharapakan daya minat baca masyarakat semangin meningkat. “Perpustakaan merupakan jendela dunia maka dari itu kita bisa mengetahui segala jenis informasi, yang ada di dunia, sehingga kamipun berharap dengan situasi pandemi saat ini semakin membaik maka manfaatkan Perpusda untuk mencari segala bentuk infomasi”, tutupnya. (*/tri)

Melihat Geliat Pelayanan Perpusda Pasca Meredanya Pandemi Covid-19 di Kota Jayapura

Sejak munculnya Pandemi Covid-19 dua tahun lalu, praktis banyak aturan yang membatasi aktifitas masyarakat, termasuk kunjungan masyarakat, khusunsya para pelajar dan mahasiswa  ke Perspustakaan Daerah (Perpusda) di Kotaraja, Jayapura. Lantas seperti apa kondisi pelayanannya saat ini?

Laporan: Carolus Daot_Jayapura

Kamis (19/5) siang kemarin, terlihat sejumlah mahasiswa duduk tenang sembari membaca buku, beberapa diantaranya juga terlihat sibuk mencari judul buku yang dicari, di rak buku yang ada di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kotaraja ini. Meja-meja warna putih, masih terlihat tanda silang yang belum dilepas. Tanda itu, untuk membatasi atau menjaga jarak bagi pengunjung Perpusd selama adanya pandemic Covid-19 kemarin.

  Seiring dengan meredanya kasus Covid-19, bahkan Kota Jayapura tercatat sudah zero kasus Covid-19 sejak 11 Mei lalu, penerapan prokes terlihat sudah mulai longgar. Tak ada pembatasan jarak tempat duduk, meski di atas meja masih ada tanda silang. Begitu pun, sebagian pengunjung sudah tidak mengenakan masker, meski sebagian pengunjung lagi masih bermasker rapat menutup hidung dan mulut.

   Selama Pandemi, memang bBidang pelayanan Perpustakaan dan Arsip Daerah menjadi salah satu yang terdampak akibat Covid-19 ini. Menurut Plt Kabid Perpustakaan dan Arsip Daerah Achmad Djalali, animo pengunjung di Perpusatakan dan Arsip Daerah Provinsi Papua selama masa pandemi cukup rendah dibandingkan sebelumnya. Padahal menurutnya peran perpustakaan merupakan sarana dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).,

   Namun situasilah yang membuat semuanya tidak bisa dihindari. Karena tidak ingin dengan adanya pandemi memperburuk peningkatan lonjakan kasus Covid 19 di Kota Jayapura, maka dilakukan pembatasan jumlah pengunjung di Perpusda Kotaraja. Menyikapi hal ini, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Arsip Daerah mencoba mentransformasikan perpustakaan fisik dengan menggunakan sistem perpustakaan digital melalui aplikasi E-Pusda

   Didalam Aplikasi tersebut tersedia segala jenis buku yang ada di Perpustakaan. Tujuan utama transfomasi sistem digital ini adalah agar pelayanan Perpustakan selama masa pandemi tetap tersedia walaupun tidak berkunjung langsung secara fisik, tetapi hanya dengan mendownload aplikasi E-pusda masyarakat tetap bisa mengakses informasi melalui aplikasi tersebut.

Baca Juga :  Pecel Menu Favorit Sejak Mahasiswa, Minta Nasi Bebek Dua Versi Bumbu

  Achmad Djalali mengaku kehadiran Aplikasi E-Pusda sungguh sangat menunjang daya minat baca masyarakat dan pemanfaatanya sangat terasa. Sebab begitu banyak masyarakat yang mengakses segala informasih melalui aplikasi tersebut.

  “Kami tahu berapa banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut setiap harinya dan memang dengan adanya perpustakaan bebarsis digital ini daya minat baca masyarakat selama pandemi cukup tinggi,” terangnya Achmad Djalali kepada Cendrawasih Pos Kamis, (19/5).

   Diapun mengapresiasi atas hal itu, karena   masyarakat tidak bisa datang di perpustakan secara fisik tetapi hanya dari rumah bisa akses informasih melalui  aplikasi E-Pusda

Plt Kabid Pusda tersebut mengatakan karena situasi pandemi saat ini sudah mereda dan menjadi endemic,  maka masyarakat sudah bisa berkunjung ke perpustakan. Bahkan, sejak Januari lalu kebijakan jumlah pengunjung di Perpusda sudah kembali normal atau 100 persen.

  Di perpustakaan daerah tersedia berbagai macam jenis buku, selain itu ruangan baca pun disediakan sesuai usia, seperti untuk dewasa, remaja, anak Anak, tersedia perpustakan dan ruangan baca secara khusus. Menurut Achmad Djalali, tujuan dipilahnya ruangan baca tersebut agar setiap masyarakat yang berkunjung dapat dengan mudah mencari buku yang mereka butuhkan. Selain itu di Perpustakaan dan Arsip Daerah juga tersedia buku khusus  atau buku referensi.

  “Setiap masyarakat yang datang ke sini bisa langsung masuk di ruangan perpustakan  sesuai dengan usia. Misalnya mahasiwa yang mungkin ingin mencari buku referensi untuk menyusun skripsi, kami menyediakan ruangan khusus bagi mereka, pun juga siswa SD, SMP, dan SMA, tersedia ruangan khusus bagi mereka, dan ruangan untuk anak TK juga ada dan didesain khusus untuk anak anak TK,” tuturnya.

Baca Juga :  Gurihnya Gulai Kepala Ikan Kakap Bikin Ketagihan

  Selain itu di Perpusda juga tidak hanya menyediakan buku fisik tetapi ruangan baca Pojok baca Digital ( Pocadi) juga tersedia, di perpustakaan Pocadi ini menyediakan buku buku elektronik dan fasilitas pengunjung tersedia laptop   dan juga WIFI gratis. “Ini semua bagian dari bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan SDM di Papua,” lanjutnya.

  Sistem perawatan buku di Perpusda selalu terupdate. Achmad Djalali mengatakan setiap buku yang kurang diminati masyarakat akan dihibahkan ke taman baca, dan jumlah buku yang tersedia di Perpusda saat ini mencapai ratusan buku.

  “Koleksi buku Di Pusda cukup banyak, berbagai macam koleksi buku, baik untuk umum, dewasa, remaja, maupun anak anak. Dan ada koleksi khusus buku buku tentang Papua”, terangnya.

   Di Perpusda juga diberikan ruang bagi masyarakat untu meminjamkan buku, hanya dengan mendaftarkan sebagai anggota, maka masyarakat bisa meminjam buku untuk dibawa pulang, jangka waktu pengembaliannya selama 1 minggu, tanpa dipungut biaya.

   “Sampai saat ini sebanyak 1.577 orang yang sudah terdaftar sebagai anggota di Perpusda Kotaraja”, bebernya.

  Selain itu dia juga mengungkapkan jika ada buku yang tidak tersedia di Perpusda, maka pengunjung wajib mengisi kotak saran tujuannya agar petugas Perpusda mengetahui jenis buku yang tidak tersedia, tentu dengan adanya kotak saran tersebut ketersediaan buku akan terpenuhi.

   “Untuk ketersediaan buku setiap tahunnya ada, namun untuk segala jenis koleksi berpatokan pada kotak saran karena dari situlah kami mengetahui jenis buku yang tidak tersedia di Perpustakan”, bebernya

  Diapun berharap dengan melandainya pandemi saat ini diharapakan daya minat baca masyarakat semangin meningkat. “Perpustakaan merupakan jendela dunia maka dari itu kita bisa mengetahui segala jenis informasi, yang ada di dunia, sehingga kamipun berharap dengan situasi pandemi saat ini semakin membaik maka manfaatkan Perpusda untuk mencari segala bentuk infomasi”, tutupnya. (*/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/