Saturday, March 21, 2026
32.7 C
Jayapura

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Gelombang diperkirakan kembali normal pada April hingga Oktober. Kondisi ini kata mantak kepala kampung Enggros itu setiap tahunnya terjadi. Masyarakat sekitar ungkapnya telah terbiasa dengan situasi tersebut dan tidak menimbulkan kepanikan. Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, situasi di pantai Holtekamp cukup ekstrem, gelombang tinggi hingga memasuki pondok (para-para) yang cukup jauh dari garis pantai. Gelombang di perkirakan tinggi mencapai 2.50-3.50 meter.

Meski pun begitu, orang-orang tampak sedang menikmati keindahan pantai itu, namun tidak berenang berenang. Tak sedikit dari mereka hanya mengabadikan momen di pantai dengan berswafoto di tengah angin yang kencang. Mengantisipasi risiko kecelakaan laut, Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya agar tidak melakukan aktivitas berenang maupun mandi di laut.

Baca Juga :  Kantor Kampung Tobati Diresmikan, Telan Anggaran Rp 800 juta

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/3). Ia mengimbau agar warga atau wisatawan tidak berenang di pesisir karena gelombang tinggi. “Kita enggak bisa melarang, paling dikasih warning hati-hati gelombang sedang tinggi. Kalau hanya lihat-lihat pantai saja kan boleh dan aman. Kecuali berenang, mungkin bahaya,” kata Heri Purnomo dalam keterangan tertulisnya.

Heri menjelaskan gelombang tinggi di perairan Jayapura saat ini termasuk kategori tinggi yang mencapai 2.50-3.50 meter. Karena itu dia menghimbaukan kepada masyarakat terutama para nelayan untuk perhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran. “Perahu Nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m,” jelasnya.

Baca Juga :  Laga Berat, Persipura Masih Pincang

Gelombang diperkirakan kembali normal pada April hingga Oktober. Kondisi ini kata mantak kepala kampung Enggros itu setiap tahunnya terjadi. Masyarakat sekitar ungkapnya telah terbiasa dengan situasi tersebut dan tidak menimbulkan kepanikan. Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, situasi di pantai Holtekamp cukup ekstrem, gelombang tinggi hingga memasuki pondok (para-para) yang cukup jauh dari garis pantai. Gelombang di perkirakan tinggi mencapai 2.50-3.50 meter.

Meski pun begitu, orang-orang tampak sedang menikmati keindahan pantai itu, namun tidak berenang berenang. Tak sedikit dari mereka hanya mengabadikan momen di pantai dengan berswafoto di tengah angin yang kencang. Mengantisipasi risiko kecelakaan laut, Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya agar tidak melakukan aktivitas berenang maupun mandi di laut.

Baca Juga :  Sempat Kebanjiran, Pengungsi Mulai Dilepas

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/3). Ia mengimbau agar warga atau wisatawan tidak berenang di pesisir karena gelombang tinggi. “Kita enggak bisa melarang, paling dikasih warning hati-hati gelombang sedang tinggi. Kalau hanya lihat-lihat pantai saja kan boleh dan aman. Kecuali berenang, mungkin bahaya,” kata Heri Purnomo dalam keterangan tertulisnya.

Heri menjelaskan gelombang tinggi di perairan Jayapura saat ini termasuk kategori tinggi yang mencapai 2.50-3.50 meter. Karena itu dia menghimbaukan kepada masyarakat terutama para nelayan untuk perhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran. “Perahu Nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m,” jelasnya.

Baca Juga :  Setiap Tahun Ada 250 Bayi Prematur Lahir di RSUD Jayapura

Berita Terbaru

Artikel Lainnya