Agus menceritakan bahwa kejadian yang pertama tujuannya ingin membakar kantor. Meski sempat ada bagian dinding papan yang terbakar namun berhasil dipadamkan. Pelaku juga sempat dikejar namun berhasil kabur dan meninggalkan jerigen berisi BBM dan kaos tangan pelaku. “Ada bagian rumah atau markas kami yang terbakar tapi teman-teman langsung padamkan,” tambahnya.
Sedangkan untuk kejadian kedua dilakukan saat situasi gerimis lalu terdengar ledakan. “Saat anggota kami keluar dan mengecek ternyata ada bekas lubang dengan diamater sekitar 30 cm. KNPB menyatakan upaya yang dilakukan adalah bentuk teror dan ingin mereduksi aksi-aksi yang selama ini dilakukan. “Kami pastikan tidak mundur dan tetap konsisten memperjuangkan yang dilakukan selama ini, ” tegasnya.
KNPB juga meminta aparat kepolisian bisa mensikapi kejadian ini meski pihaknya belum membuat laporan secara resmi. Kata Agus, pihaknya akan berkoordinasi dengan kuasa hukum sebelum membuat laporan resmi. Disini iapun mengutarakan beberapa poin pertama KNPB mendesak dan menuntut agar hentikan semua bentuk teror dan intimidasi terhadap para pembela HAM dan pekerja kemanusiaan termasuk jurnalis. Sebelumnya salah satu wartawan di Nabire mendapat ancaman serupa.
“Penyerangan bom di kantor organisasi sipil dan media di Papua dan Indonesia benar-benar mencederai dan melanggar prinsip HAM, kami juga mendorong pengungkapan kasus penyiraman air keras hadap aktivis Kontras, Andrei Yunus sebab ini bagian dari bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers yang seharusnya dilindungi secara hukum humaniter internasional,” papar Agus.
Agus menceritakan bahwa kejadian yang pertama tujuannya ingin membakar kantor. Meski sempat ada bagian dinding papan yang terbakar namun berhasil dipadamkan. Pelaku juga sempat dikejar namun berhasil kabur dan meninggalkan jerigen berisi BBM dan kaos tangan pelaku. “Ada bagian rumah atau markas kami yang terbakar tapi teman-teman langsung padamkan,” tambahnya.
Sedangkan untuk kejadian kedua dilakukan saat situasi gerimis lalu terdengar ledakan. “Saat anggota kami keluar dan mengecek ternyata ada bekas lubang dengan diamater sekitar 30 cm. KNPB menyatakan upaya yang dilakukan adalah bentuk teror dan ingin mereduksi aksi-aksi yang selama ini dilakukan. “Kami pastikan tidak mundur dan tetap konsisten memperjuangkan yang dilakukan selama ini, ” tegasnya.
KNPB juga meminta aparat kepolisian bisa mensikapi kejadian ini meski pihaknya belum membuat laporan secara resmi. Kata Agus, pihaknya akan berkoordinasi dengan kuasa hukum sebelum membuat laporan resmi. Disini iapun mengutarakan beberapa poin pertama KNPB mendesak dan menuntut agar hentikan semua bentuk teror dan intimidasi terhadap para pembela HAM dan pekerja kemanusiaan termasuk jurnalis. Sebelumnya salah satu wartawan di Nabire mendapat ancaman serupa.
“Penyerangan bom di kantor organisasi sipil dan media di Papua dan Indonesia benar-benar mencederai dan melanggar prinsip HAM, kami juga mendorong pengungkapan kasus penyiraman air keras hadap aktivis Kontras, Andrei Yunus sebab ini bagian dari bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers yang seharusnya dilindungi secara hukum humaniter internasional,” papar Agus.