alexametrics
31.7 C
Jayapura
Thursday, August 18, 2022

17 Jenazah Kembali Ditemukan

KORBAN BANJIR: Sejumlah petugas saat menaikkan peti jenazah korban banjir bandang ke dalam mobil jenazah di RS Bhayangkara, Senin (18/3) malam. ( FOTO : Takim/Cepos)

Ditampung di Beberapa Posko, Pengungsi Mencapai 5725 Orang

JAYAPURA-Proses pencarian terhadap korban musibah banjir bandang di Kabupaten Jayapura terus dilakukan, Senin (18/3). 

Dari upaya pencarian yang dilakukan kemarin, tim gabungan TNI-Polri dan Badan Nasional Pencarian da Pertolongan atau Basarnas serta masyarakat, kembali menemukan 17 jenazah. Dengan demikian hingga Senin (18/3) pukul 21.30 WIT, Posko Induk Banjir Bandang Kabupaten Jayapura mencatat 83 orang meninggal dunia akibat terjangan banjir bandang (data lengkap lihat grafis). 

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura selaku Humas Posko Induk Banjir Bandang Kabupaten Jayapura, Doddy Sambodo Samiyana mengungkapkan bahwa berbagai personel dan peralatan dikerahkan oleh berbagai pihak, untuk membantu melakukan evakuasi terhadap korban maupun membersihkan material yang berserakan di Jalan Raya Sentani, pasca banjir bandang yang terjadi.

“Ada berbagai armada yang kita gunakan untuk melakukan evakuasi terhadap korban banjir bandang maupun tumpukan material di jalan raya dan di rumah-rumah warga. Armada tersebut antara lain 5 unit trail, 8 unit ambulance, 6 double cabin, 6 truk, 2 unit sekoci, 2 unit truk MPS, 2 unit damtrek, dan 12 alat berat. Sehingga totalnya ada 43 unit armada yang kita gunakan untuk evakuasi korban dan pembersihan tumpukan material pasca banjir bandang,” jelasnya dalam release yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (18/3). 

Untuk personel, Doddy menyebutkan ada 1.613 orang yang terdiri dari anggota TNI-POLRI, RAPI-ORARI, Pramuka, BPBD Kota Jayapura, PT. Freeport Indonesia, IPDN, Baznas, BUMN, WVI, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, dan berbagai pihak lainnya membantu proses evakuasi dan pembersihan material pasca banjir. 

Baca Juga :  Permintaan Test PCR Meningkat

Doddy, menyatakan ada sejumlah tempat yang dijadikan Posko untuk para pengungsi. “Jumlah korban yang mengungsi sebanyak 5725 jiwa atau orang dengan jumlah kepala keluarga (KK sebanyak 1797,” pungkasnya. 

Sementara itu dari RS Bhayangkara Polda Papua dilaporkan  sudah ada 83 jenazah yang ditemukan hingga kemarin. 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal mengatakan dari 83 jenazah yang sudah ditemukan, sebanyak 66 jenazah yang dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi. 

“Hingga saat ini baru 26 jenazah yang teridentifikasi oleh tim DVI RS.Bhayangkara dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara sisanya masih dalam proses identifikasi. Masih ada 40 jenazah yang masih akan di identifikasi oleh TIM DVI,” ucap Kamal kemarin di RS Bhayangkara.

Hingga saat ini, Kata Kamal, Tim gabungan TNI-Polri beserta Basarna masih terus melakukan upaya pencarian di sembilan lokasi yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sentani Kabupaten Jayapura.

“Sampai saat ini belum tahu berapa banyak korban mengingat masih dilakukan pencarian. Tidak menutup kemungkinan masih ada korban tambahan. Kami juga berharap apabila ada warga masyarakat yang merasa kehilangan untuk melaporkan kepada petugas terdekat,” tambahnya. 

Baca Juga :  KPU Papua Siap dengan Putusan MK, Termasuk PSU

Sementara itu dari lapangan dilaporkan sebanyak 200 jiwa penduduk di wilayah kaki gunung Cycloop tepatnya di Kampung Toladan saat ini mengungsi di Gereja Baptis Imanuel Toladan (Ifar Gunung), Kelurahan Sentani Kota. Mereka mengungsi karena tempat tinggal mereka juga terkena dampak bencana banjir bandang, Sabtu (16/3).

Hingga kemarin, warga yang mengungsi di gereja masih menanti bantuan yang datang seperti obat-obatan, kasur, bantal, pakaian anak kecil dan sabun.

Pasalnya, hingga hari ketiga ini, tempat pengungsian sementara mereka itu belum tersentuh bantuan, terutama obat-obatan.

Pendeta Iton Kogoya mengatakan, warga yang kini tengah mengungsi itu sedang menanti bantuan, apalagi mayoritas pengungsi terdiri dari anak-anak dan orang tua.

“Kami masih membutuhkan bantuan dari pemerintah, lembaga dan pihak lainnya jika saja terjadi banjir susulan. Disini ada berjumlah 200 lebih warga yang mengungsi sejak hari Sabtu,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin (18/3) sore. 

Sementara itu, perwakilan warga, Enius Kiwo juga mengungkapkan jika di antara warga yang mengungsi ada sebanyak 20 kepala keluarga yang tempat tinggalnya ikut terkena banjir bandang tersebut dan bahkan tertimbun pasir.

“Karena itu kami tidak bisa kembali ke rumah sendiri dan sementara masih mengungsi. Semoga dinas terkait bisa perhatikan kami disini. Anak-anak juga banyak yang sakit dan kami butuh obat-obatan,” ucapnya.(kim/bet/eri/nat) 

KORBAN BANJIR: Sejumlah petugas saat menaikkan peti jenazah korban banjir bandang ke dalam mobil jenazah di RS Bhayangkara, Senin (18/3) malam. ( FOTO : Takim/Cepos)

Ditampung di Beberapa Posko, Pengungsi Mencapai 5725 Orang

JAYAPURA-Proses pencarian terhadap korban musibah banjir bandang di Kabupaten Jayapura terus dilakukan, Senin (18/3). 

Dari upaya pencarian yang dilakukan kemarin, tim gabungan TNI-Polri dan Badan Nasional Pencarian da Pertolongan atau Basarnas serta masyarakat, kembali menemukan 17 jenazah. Dengan demikian hingga Senin (18/3) pukul 21.30 WIT, Posko Induk Banjir Bandang Kabupaten Jayapura mencatat 83 orang meninggal dunia akibat terjangan banjir bandang (data lengkap lihat grafis). 

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura selaku Humas Posko Induk Banjir Bandang Kabupaten Jayapura, Doddy Sambodo Samiyana mengungkapkan bahwa berbagai personel dan peralatan dikerahkan oleh berbagai pihak, untuk membantu melakukan evakuasi terhadap korban maupun membersihkan material yang berserakan di Jalan Raya Sentani, pasca banjir bandang yang terjadi.

“Ada berbagai armada yang kita gunakan untuk melakukan evakuasi terhadap korban banjir bandang maupun tumpukan material di jalan raya dan di rumah-rumah warga. Armada tersebut antara lain 5 unit trail, 8 unit ambulance, 6 double cabin, 6 truk, 2 unit sekoci, 2 unit truk MPS, 2 unit damtrek, dan 12 alat berat. Sehingga totalnya ada 43 unit armada yang kita gunakan untuk evakuasi korban dan pembersihan tumpukan material pasca banjir bandang,” jelasnya dalam release yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (18/3). 

Untuk personel, Doddy menyebutkan ada 1.613 orang yang terdiri dari anggota TNI-POLRI, RAPI-ORARI, Pramuka, BPBD Kota Jayapura, PT. Freeport Indonesia, IPDN, Baznas, BUMN, WVI, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, dan berbagai pihak lainnya membantu proses evakuasi dan pembersihan material pasca banjir. 

Baca Juga :  Demo ke DPRP Dihadang, PRP Pastikan Tidak Mundur

Doddy, menyatakan ada sejumlah tempat yang dijadikan Posko untuk para pengungsi. “Jumlah korban yang mengungsi sebanyak 5725 jiwa atau orang dengan jumlah kepala keluarga (KK sebanyak 1797,” pungkasnya. 

Sementara itu dari RS Bhayangkara Polda Papua dilaporkan  sudah ada 83 jenazah yang ditemukan hingga kemarin. 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal mengatakan dari 83 jenazah yang sudah ditemukan, sebanyak 66 jenazah yang dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi. 

“Hingga saat ini baru 26 jenazah yang teridentifikasi oleh tim DVI RS.Bhayangkara dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara sisanya masih dalam proses identifikasi. Masih ada 40 jenazah yang masih akan di identifikasi oleh TIM DVI,” ucap Kamal kemarin di RS Bhayangkara.

Hingga saat ini, Kata Kamal, Tim gabungan TNI-Polri beserta Basarna masih terus melakukan upaya pencarian di sembilan lokasi yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sentani Kabupaten Jayapura.

“Sampai saat ini belum tahu berapa banyak korban mengingat masih dilakukan pencarian. Tidak menutup kemungkinan masih ada korban tambahan. Kami juga berharap apabila ada warga masyarakat yang merasa kehilangan untuk melaporkan kepada petugas terdekat,” tambahnya. 

Baca Juga :  Cahaya Kemenangan dari Timur Papua

Sementara itu dari lapangan dilaporkan sebanyak 200 jiwa penduduk di wilayah kaki gunung Cycloop tepatnya di Kampung Toladan saat ini mengungsi di Gereja Baptis Imanuel Toladan (Ifar Gunung), Kelurahan Sentani Kota. Mereka mengungsi karena tempat tinggal mereka juga terkena dampak bencana banjir bandang, Sabtu (16/3).

Hingga kemarin, warga yang mengungsi di gereja masih menanti bantuan yang datang seperti obat-obatan, kasur, bantal, pakaian anak kecil dan sabun.

Pasalnya, hingga hari ketiga ini, tempat pengungsian sementara mereka itu belum tersentuh bantuan, terutama obat-obatan.

Pendeta Iton Kogoya mengatakan, warga yang kini tengah mengungsi itu sedang menanti bantuan, apalagi mayoritas pengungsi terdiri dari anak-anak dan orang tua.

“Kami masih membutuhkan bantuan dari pemerintah, lembaga dan pihak lainnya jika saja terjadi banjir susulan. Disini ada berjumlah 200 lebih warga yang mengungsi sejak hari Sabtu,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin (18/3) sore. 

Sementara itu, perwakilan warga, Enius Kiwo juga mengungkapkan jika di antara warga yang mengungsi ada sebanyak 20 kepala keluarga yang tempat tinggalnya ikut terkena banjir bandang tersebut dan bahkan tertimbun pasir.

“Karena itu kami tidak bisa kembali ke rumah sendiri dan sementara masih mengungsi. Semoga dinas terkait bisa perhatikan kami disini. Anak-anak juga banyak yang sakit dan kami butuh obat-obatan,” ucapnya.(kim/bet/eri/nat) 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/