Wednesday, January 21, 2026
23.5 C
Jayapura

WALHI Desak Presiden Hentikan Pertambangan Ilegal

JAYAPURA – Maraknya aktivitas penambangan ilegal dan perambahan hutan di tanah Papua belakangan ini di sejumlah kabupaten/kota semakin menjadi. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Papua menyebut kondisi ini terjadi dalam dua tahun terakhir ini, sejak pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).

“Kami mencatat dan menemukan beberapa titik aktivitas pertambangan Ilegal di Tanah Papua salah satunya di perbatasan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Waropen,” ungkap Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Peuki kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/1).

“Walhi juga menemukan citra satelite penambangan emas ilegal yang semakin masif ditunjukan dengan banyaknya warna kuning di peta Tanah Papua,” bebernya.

Ia melihat lemahnya pengawasan terhadap wilayah Papua sehingga aktifitas ini bisa terus berjalan. Karenanya pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan transparan.

Baca Juga :  Danrem 172/PWY: KST Jangan Bunuh Masyarakat, Ingin Bertempur Cari Lawan Sepadan

“Selain itu ada 10 ekcavator, belasan truk dan dan ratusan liter BBM yang berada dilokasi. Barang-barang ini didatangkan mengunakan kapal LCT Samudera Rahayu I dan atas kejadian itu, kami mendesak pemerintah pusat – Presiden Prabowo serius menghentikan aktiftas pertambangan Ilegal diseluruh Tanah Papua dan membentuk tim investigasi untuk wilayah tanah Papua,” imbuh Maikel.

JAYAPURA – Maraknya aktivitas penambangan ilegal dan perambahan hutan di tanah Papua belakangan ini di sejumlah kabupaten/kota semakin menjadi. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Papua menyebut kondisi ini terjadi dalam dua tahun terakhir ini, sejak pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).

“Kami mencatat dan menemukan beberapa titik aktivitas pertambangan Ilegal di Tanah Papua salah satunya di perbatasan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Waropen,” ungkap Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Peuki kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/1).

“Walhi juga menemukan citra satelite penambangan emas ilegal yang semakin masif ditunjukan dengan banyaknya warna kuning di peta Tanah Papua,” bebernya.

Ia melihat lemahnya pengawasan terhadap wilayah Papua sehingga aktifitas ini bisa terus berjalan. Karenanya pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan transparan.

Baca Juga :  Lonjakan Penumpang di Bandara Sentani Diprediksi  H-4 Idul Fitri

“Selain itu ada 10 ekcavator, belasan truk dan dan ratusan liter BBM yang berada dilokasi. Barang-barang ini didatangkan mengunakan kapal LCT Samudera Rahayu I dan atas kejadian itu, kami mendesak pemerintah pusat – Presiden Prabowo serius menghentikan aktiftas pertambangan Ilegal diseluruh Tanah Papua dan membentuk tim investigasi untuk wilayah tanah Papua,” imbuh Maikel.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya