Polisi tengah mendalami penyebaran informasi yang diduga hoaks di media sosial mengenai adanya korban dari pihak sipil guna memastikan kebenaran di lapangan.
Sebelumnya, Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav R. Urbinas membeberkan bahwa kejadian ini bermula pada pagi hari tanggal 31 Maret 2026. Saat personel melakukan patroli rutin sekitar pukul 09.00 WIT, mereka menemukan seseorang tergeletak di parit depan sebuah gereja.
Setelah diidentifikasi, korban adalah Bripda Juventus Edowai, anggota aktif Polres Dogiyai. Kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka bacok di bagian leher dan jari tangan yang terputus. Gugurnya Bripda JE inilah yang kemudian memicu reaksi berantai hingga berujung pada kericuhan dan perusakan di wilayah tersebut. (mww/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Polisi tengah mendalami penyebaran informasi yang diduga hoaks di media sosial mengenai adanya korban dari pihak sipil guna memastikan kebenaran di lapangan.
Sebelumnya, Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav R. Urbinas membeberkan bahwa kejadian ini bermula pada pagi hari tanggal 31 Maret 2026. Saat personel melakukan patroli rutin sekitar pukul 09.00 WIT, mereka menemukan seseorang tergeletak di parit depan sebuah gereja.
Setelah diidentifikasi, korban adalah Bripda Juventus Edowai, anggota aktif Polres Dogiyai. Kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka bacok di bagian leher dan jari tangan yang terputus. Gugurnya Bripda JE inilah yang kemudian memicu reaksi berantai hingga berujung pada kericuhan dan perusakan di wilayah tersebut. (mww/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q