Wednesday, February 4, 2026
28.5 C
Jayapura

Kasus Pembunuhan Sipil Berpotensi Hambat Pembangunan

JAYAPURA-Peristiwa pembunuhan terhadap belasan masyarakat sipil di Yahukimo yang dilakukan oleh TPN-OPM justru berpotenai pada  terhambatnya pembangunan di Papua. Hal itu diungkapkan akademisi Uncen, Prof.Ave Levaan, Senin (14/4).

Karena itu, dia berharap kasus ini menjadi perhatian serius dari seluruh stakeholder yang ada di Papua baik pemerintah,TNI Polri dan juga masyarakat.

“Bagaimana supaya peristiwa itu tidak berlangsung terus-menerus maka pemerintah punya tugas mendudukan, membicarakan. Saya selalu bilang, pembangunan di Papua bisa berjalan baik untuk masyarakat adat juga bagi mereka yang diluar ideologi kita, jalanya harus melalui dialog,”katanya.

Disisi lain, dia juga mengecam pembunuhan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oleh pihak TPN-OPM. Dengan alasan apapun menghilangkan nyawa orang lain dengan melakukan pembunuhan itu merupakan sebuah tindakan melanggar HAM. Kasus – kasus pembunuhan terhadap masyarakat sipil, tidak akan menyelesaikan masalah.

Baca Juga :  Soal Sekda Papua, Empat Pengacara Mulai Ajukan Gugatan

Disinilah peran pemerintah harus betul betul maksimal. Selain tugasnya menjalankan pembangunan tetapi juga dia bertindak sebagai fasilitator sebagai penengah untuk menyelesaikan masalah itu. Diminta tanggapanya mengenai klaim TPN-OPM yang menyatakan bahwa masyarakat sipil yang bekerja ditambang emas tersebut adalah mata-mata aparat TNI Polri, menurutnya hal itu hanya sebatas persepsi setiap kelompok dalam sebuah peristiwa.

“Bagaimana pandangan TNI Polri, pemerintah melihat peristiwa, begitu juga mereka yang berseberangan. Semua punya persepsi masing-masing. Kalau semua punya persepsi masing masing tetap dikembangkan terus maka konsep curiga itu akan jalan terus. Nah kalau orang membangun itu  jalan dengan curiga, pasti tidak bisa jalan dengan baik. Makanya segera duduk bersama dan bicarakan bersama,”pungkasnya.(roy/ade).

Baca Juga :  Kasus Peredaran Sopi di Kampung Poumako Timika Naik Tahap I

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Peristiwa pembunuhan terhadap belasan masyarakat sipil di Yahukimo yang dilakukan oleh TPN-OPM justru berpotenai pada  terhambatnya pembangunan di Papua. Hal itu diungkapkan akademisi Uncen, Prof.Ave Levaan, Senin (14/4).

Karena itu, dia berharap kasus ini menjadi perhatian serius dari seluruh stakeholder yang ada di Papua baik pemerintah,TNI Polri dan juga masyarakat.

“Bagaimana supaya peristiwa itu tidak berlangsung terus-menerus maka pemerintah punya tugas mendudukan, membicarakan. Saya selalu bilang, pembangunan di Papua bisa berjalan baik untuk masyarakat adat juga bagi mereka yang diluar ideologi kita, jalanya harus melalui dialog,”katanya.

Disisi lain, dia juga mengecam pembunuhan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oleh pihak TPN-OPM. Dengan alasan apapun menghilangkan nyawa orang lain dengan melakukan pembunuhan itu merupakan sebuah tindakan melanggar HAM. Kasus – kasus pembunuhan terhadap masyarakat sipil, tidak akan menyelesaikan masalah.

Baca Juga :  Fraksi Demokrat DPRP Pertegas Papua Harus Ikut PON

Disinilah peran pemerintah harus betul betul maksimal. Selain tugasnya menjalankan pembangunan tetapi juga dia bertindak sebagai fasilitator sebagai penengah untuk menyelesaikan masalah itu. Diminta tanggapanya mengenai klaim TPN-OPM yang menyatakan bahwa masyarakat sipil yang bekerja ditambang emas tersebut adalah mata-mata aparat TNI Polri, menurutnya hal itu hanya sebatas persepsi setiap kelompok dalam sebuah peristiwa.

“Bagaimana pandangan TNI Polri, pemerintah melihat peristiwa, begitu juga mereka yang berseberangan. Semua punya persepsi masing-masing. Kalau semua punya persepsi masing masing tetap dikembangkan terus maka konsep curiga itu akan jalan terus. Nah kalau orang membangun itu  jalan dengan curiga, pasti tidak bisa jalan dengan baik. Makanya segera duduk bersama dan bicarakan bersama,”pungkasnya.(roy/ade).

Baca Juga :  Libur Natal, Ribuan Mahasiswa Mudik Naik Kapal

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya