“Setelah menerima laporan dan melihat kondisi korban, personel langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilu untuk mendapatkan pertolongan pertama,” ujar AKBP Fauzan.
Sekitar pukul 17.50 WIT, korban kemudian dipindahkan menggunakan ambulans menuju RSUD Mulia untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi dikawal personel gabungan Reskrim dan Intel Polres Puncak Jaya.
Korban tiba di RSUD Mulia sekitar pukul 19.00 WIT dan langsung mendapatkan penanganan medis di ruang tindakan dan resusitasi. Pukul 20.10 WIT, korban menjalani pemeriksaan lanjutan melalui foto rontgen dan CT scan. Tim medis sempat merencanakan tindakan operasi karena ditemukan pecahan pembuluh darah di area pipi akibat luka tembakan.
Namun pada pukul 21.30 WIT, operasi batal dilakukan lantaran kondisi rahang korban tidak memungkinkan untuk dibius akibat pembengkakan yang menutup saluran pernapasan.
Saat itu, kondisi korban dinyatakan kritis dan sempat direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit lain Jumat (13/2). Namun, sekitar pukul 22.00 WIT, Andika Harudin dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis RSUD Mulia. “Jenazah almarhum sudah diterbangkan ke Timika. Rencana hari ini juga jenazah di terbangkan ke Makasar,” tutup AKBP Fauzan. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Setelah menerima laporan dan melihat kondisi korban, personel langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilu untuk mendapatkan pertolongan pertama,” ujar AKBP Fauzan.
Sekitar pukul 17.50 WIT, korban kemudian dipindahkan menggunakan ambulans menuju RSUD Mulia untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi dikawal personel gabungan Reskrim dan Intel Polres Puncak Jaya.
Korban tiba di RSUD Mulia sekitar pukul 19.00 WIT dan langsung mendapatkan penanganan medis di ruang tindakan dan resusitasi. Pukul 20.10 WIT, korban menjalani pemeriksaan lanjutan melalui foto rontgen dan CT scan. Tim medis sempat merencanakan tindakan operasi karena ditemukan pecahan pembuluh darah di area pipi akibat luka tembakan.
Namun pada pukul 21.30 WIT, operasi batal dilakukan lantaran kondisi rahang korban tidak memungkinkan untuk dibius akibat pembengkakan yang menutup saluran pernapasan.
Saat itu, kondisi korban dinyatakan kritis dan sempat direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit lain Jumat (13/2). Namun, sekitar pukul 22.00 WIT, Andika Harudin dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis RSUD Mulia. “Jenazah almarhum sudah diterbangkan ke Timika. Rencana hari ini juga jenazah di terbangkan ke Makasar,” tutup AKBP Fauzan. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q