JAKARTA-Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional menggelar diskusi santai bersama komunitas Soul of Melanesia di Kuta, Bali, Jumat (13/2/2026), yang dirangkaikan dengan aksi sosial Bali Beach Clean Up di Pantai Kelan dan Pantai Kedonganan, Sabtu (14/2).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan komunitas mahasiswa Papua serta Melanesia yang sedang menempuh studi di Bali. Dalam suasana hangat dan terbuka, berbagai aspirasi disampaikan oleh generasi muda Papua dan Melanesia sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung gerakan pemberdayaan pemuda untuk pembangunan nasional, khususnya di wilayah Papua dan Melanesia.
Direktur Kewaspadaan Nasional, Aang Witarsa, menyampaikan bahwa dialog ini diharapkan mampu memperkuat hubungan yang konstruktif antara pemerintah dan mahasiswa.
“Melalui dialog ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat, komunikasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi positif antara pemerintah dan komunitas mahasiswa demi masa depan yang lebih maju dan inklusif,” ujar Aang, lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2).
Ia menambahkan bahwa diskusi tersebut juga menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan dan penjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Mahasiswa Papua dan Melanesia diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, kepemimpinan, serta penguatan kapasitas diri sebagai bekal membangun daerah asalnya kelak,” tuturnya.
Sebagai wujud konkret kolaborasi tersebut, mahasiswa Papua dan Melanesia bersama unsur pemerintah dan masyarakat melaksanakan aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir Bali.
JAKARTA-Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional menggelar diskusi santai bersama komunitas Soul of Melanesia di Kuta, Bali, Jumat (13/2/2026), yang dirangkaikan dengan aksi sosial Bali Beach Clean Up di Pantai Kelan dan Pantai Kedonganan, Sabtu (14/2).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan komunitas mahasiswa Papua serta Melanesia yang sedang menempuh studi di Bali. Dalam suasana hangat dan terbuka, berbagai aspirasi disampaikan oleh generasi muda Papua dan Melanesia sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung gerakan pemberdayaan pemuda untuk pembangunan nasional, khususnya di wilayah Papua dan Melanesia.
Direktur Kewaspadaan Nasional, Aang Witarsa, menyampaikan bahwa dialog ini diharapkan mampu memperkuat hubungan yang konstruktif antara pemerintah dan mahasiswa.
“Melalui dialog ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat, komunikasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi positif antara pemerintah dan komunitas mahasiswa demi masa depan yang lebih maju dan inklusif,” ujar Aang, lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2).
Ia menambahkan bahwa diskusi tersebut juga menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan dan penjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Mahasiswa Papua dan Melanesia diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, kepemimpinan, serta penguatan kapasitas diri sebagai bekal membangun daerah asalnya kelak,” tuturnya.
Sebagai wujud konkret kolaborasi tersebut, mahasiswa Papua dan Melanesia bersama unsur pemerintah dan masyarakat melaksanakan aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir Bali.