alexametrics
27.5 C
Jayapura
Wednesday, May 25, 2022

Check Up Rutin, Gubernur Enembe Terbang ke Jakarta

Pj Sekda Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun (kedua dari kanan) didampingi pejabat di lingkungan Pemprov Papua saat memberikan keterangan pers di kantor Gubernur Papua, Selasa (14/4) kemarin. ( FOTO: Gratianus silas/Cepos)

Pemerintah Daerah Pastikan Gubernur Enembe Negatif Covid-19

JAYAPURA-Adanya pesawat komersial yang mendarat di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/4) dini hari kemarin mengundang pertanyaan masyarakat di Papua. 

Pasalnya, pesawat tersebut masuk saat Pemprov Papua masih memberlakukan pembatasan penumpang pesawat dan kapal laut hingga, 23 April 2020. 

Kedatangan pesawat tersebut kemudian menjadi viral di media nasional dan media daring nasional. Apalagi disebutkan bahwa pesawat tersebut digunakan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., ke Jakarta. 

Menanggapi pemberitaan yang viral tersebut, Pemerintah Provinsi Papua akhirnya memberikan penjelasan kepada awak media di kantor Gubernur Papua, Selasa (14/4) sore. 

Penjabat Sekda Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Papua mengakui bahwa pesawat yang masuk di Bandara Sentani, sengaja didatangkan untuk membawa Gubernur Papua, Lukas Enembe menjalani general check up kesehatan di Jakarta. 

Dikatakan, Pemprov Papua terpaksa menyewa atau mencarter pesawat ke Jakarta  lantaran Gubernur Lukas Enembe sudah terlambat satu minggu dari jadwal seharusnya untuk melakukan general check up kesehatan. 

 “Gubernur itu sudah harus berangkat dari seminggu lalu untuk melakukan general check up. Namun, karena adanya pertimbangan peningkatan status tanggap darurat bencana non alam di Papua perihal Covid-19, yang mana dari status siaga darurat menjadi tanggap darurat, maka beliau harus menyelesaikan seluruh kegiatan yang menyangkut penyelesaian Covid ini,” jelas Ridwan Rumasukun.

Gubernur Lukas Enembe menurut Sekda Rumasukun, makin fokus terhadap penanganan penyebaran Covid-19 setelah ditemukannya kasus baru di wilayah Pegunungan Papua yaitu di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mamberamo Tengah. “Untuk itu, Pak Gubernur fokus terhadap hal tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Demokrat Harus Tetap Berkoalisi dengan Rakyat

Mengenai jadwal penerbang yang harus dilakukan dini hari, Sekda Rumasukun menerangkan bahwa, Senin (13/4) kemarin Gubernur Lukas Enembe harus menyelesaikan surat-surat serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.

“Kalau ditanya kenapa berangkat malam hari, karena beliau harus menyelesaikan surat-surat dan segala dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaran pemerintahan, sehingga baru diselesaikan pada malam hari,” jelasnya.

Mengenai carter pesawat, menurut Sekda Rumasukun hal itu terpaksa dilakukan lantaran saat ini tidak ada jadwal reguler penerbangan pesawat komersial ke Bandara Sentani. Oleh sebab itu, Pemprov Papua mengambil langkah mencarter pesawat untuk keberangkatan Gubernur Enembe.

Apalagi, Gubernur Lukas Enembe menurutnya didesak dokter yang merawatnya untuk segera melakukan check up kesehatan. 

“Check up kesehatan tersebut dimungkinkan untuk dilakukan. Terlebih sebagai kepala daerah dan wakil pemerintah pusat di daerah, disediakan dana untuk check up rutin setiap tahun dan biayanya pun disediakan,” tandasnya.

Mengenai adanya isu yang menyebutkan bahwa rombongan yang mendampingi Gubernur Lukas Enembe melakukan check up kesehatan 38 orang, juga dibantah keras oleh Sekda Rumasukun.

Menurutnya, informasi tersebut hoax atau berita bohong. Sebab gubernur ke Jakarta untuk melakukan check up kesehatan ditemani dokter pribadi. “Gubernur hanya ditemani dokter pribadi, yang semuanya berjumlah 9 orang ke Jakarta dalam rangka check up kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga :  Oknum Brimob Terlibat Jual Beli Senpi

Terkait pemberitaan miring terkait keberangkatan Gubernur Papua ke Jakarta, sangat disayangkan oleh Sekda Rumasukun. Untuk itu, Pemprov Papua meminta pihak-pihak yang membuat berita yang tidak benar, agar mengklarifikasi informasi yang sudah disampaikan ke publik. 

“Dengan demikian, yang membuat berita itu harus klarifikasi apa yang disampaikan. Saya pikir, merupakan suatu pelanggaran berita hoaks yang sama-sama kita tidak boleh melakukan itu. Ini harus dipertanggungjawabkan terkait berita yang disampaikan. Terlebih disebutkan ada sebanyak 38 orang yang berangkat. Itu siapa-siapa saja yang berangkat harus dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

 Sementara itu, berdasar data yang diperolah Jawa Pos (Grup Cenderawasih Pos), Gubernur Lukas Enembe melakukan check up di RSPAD Gatot Soebroto. ”Beliau sudah melakukan check up di sana. Nantinya tergantung rekomendasi dokter di sana,” ungkap Sekda Rumasukun.

 Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanggulangan  Covid-19 Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) menyebutkan bahwa Gubernur Lukas Enembe  sudah dites Covid-19. “Pemeriksaannya itu bukan rapid test. Pemeriksaan yang kami lakukan dengan PCR. Hasilnya negatif,” tegas dia.

 Karena itu, Silwanus berani menyatakan bahwa kabar yang menyebutkan Lukas positif Covid-19 tidak benar. ”Kami bisa mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaan itu,” bebernya. 

Walau sempat jadi ODP lantaran pernah bertugas ke luar Papua, dia menyebutkan, selama 14 harus pasca Lukas pulang tidak ada tanda-tanda yang bersangkutan terinfeksi virus Corona. Pihaknya semakin yakin setelah hasil tes terhadap Lukas keluar. (gr/nat/JPG)

Pj Sekda Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun (kedua dari kanan) didampingi pejabat di lingkungan Pemprov Papua saat memberikan keterangan pers di kantor Gubernur Papua, Selasa (14/4) kemarin. ( FOTO: Gratianus silas/Cepos)

Pemerintah Daerah Pastikan Gubernur Enembe Negatif Covid-19

JAYAPURA-Adanya pesawat komersial yang mendarat di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/4) dini hari kemarin mengundang pertanyaan masyarakat di Papua. 

Pasalnya, pesawat tersebut masuk saat Pemprov Papua masih memberlakukan pembatasan penumpang pesawat dan kapal laut hingga, 23 April 2020. 

Kedatangan pesawat tersebut kemudian menjadi viral di media nasional dan media daring nasional. Apalagi disebutkan bahwa pesawat tersebut digunakan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., ke Jakarta. 

Menanggapi pemberitaan yang viral tersebut, Pemerintah Provinsi Papua akhirnya memberikan penjelasan kepada awak media di kantor Gubernur Papua, Selasa (14/4) sore. 

Penjabat Sekda Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Papua mengakui bahwa pesawat yang masuk di Bandara Sentani, sengaja didatangkan untuk membawa Gubernur Papua, Lukas Enembe menjalani general check up kesehatan di Jakarta. 

Dikatakan, Pemprov Papua terpaksa menyewa atau mencarter pesawat ke Jakarta  lantaran Gubernur Lukas Enembe sudah terlambat satu minggu dari jadwal seharusnya untuk melakukan general check up kesehatan. 

 “Gubernur itu sudah harus berangkat dari seminggu lalu untuk melakukan general check up. Namun, karena adanya pertimbangan peningkatan status tanggap darurat bencana non alam di Papua perihal Covid-19, yang mana dari status siaga darurat menjadi tanggap darurat, maka beliau harus menyelesaikan seluruh kegiatan yang menyangkut penyelesaian Covid ini,” jelas Ridwan Rumasukun.

Gubernur Lukas Enembe menurut Sekda Rumasukun, makin fokus terhadap penanganan penyebaran Covid-19 setelah ditemukannya kasus baru di wilayah Pegunungan Papua yaitu di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mamberamo Tengah. “Untuk itu, Pak Gubernur fokus terhadap hal tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Positif Baru Tertinggi dalam Seminggu

Mengenai jadwal penerbang yang harus dilakukan dini hari, Sekda Rumasukun menerangkan bahwa, Senin (13/4) kemarin Gubernur Lukas Enembe harus menyelesaikan surat-surat serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.

“Kalau ditanya kenapa berangkat malam hari, karena beliau harus menyelesaikan surat-surat dan segala dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaran pemerintahan, sehingga baru diselesaikan pada malam hari,” jelasnya.

Mengenai carter pesawat, menurut Sekda Rumasukun hal itu terpaksa dilakukan lantaran saat ini tidak ada jadwal reguler penerbangan pesawat komersial ke Bandara Sentani. Oleh sebab itu, Pemprov Papua mengambil langkah mencarter pesawat untuk keberangkatan Gubernur Enembe.

Apalagi, Gubernur Lukas Enembe menurutnya didesak dokter yang merawatnya untuk segera melakukan check up kesehatan. 

“Check up kesehatan tersebut dimungkinkan untuk dilakukan. Terlebih sebagai kepala daerah dan wakil pemerintah pusat di daerah, disediakan dana untuk check up rutin setiap tahun dan biayanya pun disediakan,” tandasnya.

Mengenai adanya isu yang menyebutkan bahwa rombongan yang mendampingi Gubernur Lukas Enembe melakukan check up kesehatan 38 orang, juga dibantah keras oleh Sekda Rumasukun.

Menurutnya, informasi tersebut hoax atau berita bohong. Sebab gubernur ke Jakarta untuk melakukan check up kesehatan ditemani dokter pribadi. “Gubernur hanya ditemani dokter pribadi, yang semuanya berjumlah 9 orang ke Jakarta dalam rangka check up kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga :  Hilang Terseret Ombak

Terkait pemberitaan miring terkait keberangkatan Gubernur Papua ke Jakarta, sangat disayangkan oleh Sekda Rumasukun. Untuk itu, Pemprov Papua meminta pihak-pihak yang membuat berita yang tidak benar, agar mengklarifikasi informasi yang sudah disampaikan ke publik. 

“Dengan demikian, yang membuat berita itu harus klarifikasi apa yang disampaikan. Saya pikir, merupakan suatu pelanggaran berita hoaks yang sama-sama kita tidak boleh melakukan itu. Ini harus dipertanggungjawabkan terkait berita yang disampaikan. Terlebih disebutkan ada sebanyak 38 orang yang berangkat. Itu siapa-siapa saja yang berangkat harus dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

 Sementara itu, berdasar data yang diperolah Jawa Pos (Grup Cenderawasih Pos), Gubernur Lukas Enembe melakukan check up di RSPAD Gatot Soebroto. ”Beliau sudah melakukan check up di sana. Nantinya tergantung rekomendasi dokter di sana,” ungkap Sekda Rumasukun.

 Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanggulangan  Covid-19 Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) menyebutkan bahwa Gubernur Lukas Enembe  sudah dites Covid-19. “Pemeriksaannya itu bukan rapid test. Pemeriksaan yang kami lakukan dengan PCR. Hasilnya negatif,” tegas dia.

 Karena itu, Silwanus berani menyatakan bahwa kabar yang menyebutkan Lukas positif Covid-19 tidak benar. ”Kami bisa mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaan itu,” bebernya. 

Walau sempat jadi ODP lantaran pernah bertugas ke luar Papua, dia menyebutkan, selama 14 harus pasca Lukas pulang tidak ada tanda-tanda yang bersangkutan terinfeksi virus Corona. Pihaknya semakin yakin setelah hasil tes terhadap Lukas keluar. (gr/nat/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/