Lokasi Tambang Tradisional Mulai Dilakukan Pendataan

Simon menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan sementara, aktivitas tambang tradisional yang cukup menonjol ditemukan di beberapa wilayah, antara lain kawasan Paldam di Distrik Jayapura Utara, kawasan Buper Waena, serta wilayah Polimak dan sekitarnya di Distrik Jayapura Selatan.

DLHK Kota Jayapura berharap melalui pendataan ini pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang tepat guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di sekitar lokasi tambang.

Hanya saja meski sudah diperingatkan untuk menghentikan aktifitas serta menutup lokasi tambang, ternyata aktifitas pendulangan masih tetap dilakukan hingga kini. (kim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Luncurkan KKPD, Tingkatkan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

Simon menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan sementara, aktivitas tambang tradisional yang cukup menonjol ditemukan di beberapa wilayah, antara lain kawasan Paldam di Distrik Jayapura Utara, kawasan Buper Waena, serta wilayah Polimak dan sekitarnya di Distrik Jayapura Selatan.

DLHK Kota Jayapura berharap melalui pendataan ini pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang tepat guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di sekitar lokasi tambang.

Hanya saja meski sudah diperingatkan untuk menghentikan aktifitas serta menutup lokasi tambang, ternyata aktifitas pendulangan masih tetap dilakukan hingga kini. (kim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Diduga Krosleting, Kerugian Ditaksir Rp 2 M

Berita Terbaru

Artikel Lainnya