alexametrics
31.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Berulang Kali Datang, Presiden Belum Bertemu di MRP 

JAYAPURA-Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Thimotius Murib menyebut belasan kali Presiden Joko Widodo datang ke Papua, tapi tidak pernah bertanya langsung terkait kondisi yang sesungguhnya terjadi di Bumi Cendrawasih kepada MRP. Padahal MRP merupakan lembaga representatif masyarakat Papua, bisa memberikan keterangan terkait persoalan di Papua dari akar rumput.

   “Selama ini berulang kali Joko Widodo datang ke Papua tidak pernah datang dan bertemu kami Majelis rakyat Papua untuk menanyakan persoalan Papua seperti apa dan duduk diskusi. MRP adalah honai dan para-para adat dari masyarakat Papua jadi presiden harus menghargai hal itu untuk duduk dan berbicara bersama MRP terkait persoalan Papua,” katanya.

   Menurutnya anggapan sekelompok orang memberikan penafsiran yang salah terkait kerja-kerja MRP selama ini dengan cara pandang yang separatis. Menurutnya ini adalah stigmatisasi  yang dibangun karena majelis rakyat Papua adalah Lembaga negara yang menjalankan undang-undang negara di dalam negara kesatuan Republik Indonesia sesuai amanat Otsus.

Baca Juga :  Hujan Ekstrem Terkonsentrasi di Jayapura Utara

  “Majelis rakyat Papua merupakan lembaga negara yang sah dan diberikan kewenangan sesuai dengan undang-undang otonomi khusus yang dibentuk oleh negara Indonesia dan Majelis Rakyat Papua merupakan lembaga representatif dari orang asli Papua yang seharusnya dikunjungi Jokowi untuk menanyakan kondisi Papua,” katanya.

   Menurut Timotius murid salah satu penyebab kurang adanya ketepatan menyelesaikan persoalan Papua karena kurang bertanya kepada ada Lembaga MRP dan juga masyarakat akar rumput secara langsung tetapi yang ada kebanyakan melibatkan pejabat pejabat tertentu yang notabene masa jabatannya mau habis dan ingin mencari jabatan berikut sehingga rekrut dan dijadikan kan Tokoh- tokoh Papua di pinggir jalan.

  Sementara itu Anggota MRP Minggus Madai menyebutkan, Jokowi bahkan tak pernah bertanya terkait konflik yang terjadi di Papua. Setiap kunjungan, kata dia, Jokowi hanya datang lalu pergi lagi. Sehingga, tak mengherankan jika setumpuk permasalahan di Papua tak pernah selesai.

Baca Juga :  Oktober, BTM Dimulai di Kota Jayapura

  “19 kali kunjungan Jokowi ke Papua tidak menyelesaikan satu pun persoalan. Pak Presiden turun naik mobil sampai ke tempat tujuan lalu kembali. Dia tidak tanya di Papua terjadi apa, daerah konflik mana, penyelesaian seperti apa. Pak Presiden tidak tanya itu,” kata Minggus. (oel/tri)

JAYAPURA-Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Thimotius Murib menyebut belasan kali Presiden Joko Widodo datang ke Papua, tapi tidak pernah bertanya langsung terkait kondisi yang sesungguhnya terjadi di Bumi Cendrawasih kepada MRP. Padahal MRP merupakan lembaga representatif masyarakat Papua, bisa memberikan keterangan terkait persoalan di Papua dari akar rumput.

   “Selama ini berulang kali Joko Widodo datang ke Papua tidak pernah datang dan bertemu kami Majelis rakyat Papua untuk menanyakan persoalan Papua seperti apa dan duduk diskusi. MRP adalah honai dan para-para adat dari masyarakat Papua jadi presiden harus menghargai hal itu untuk duduk dan berbicara bersama MRP terkait persoalan Papua,” katanya.

   Menurutnya anggapan sekelompok orang memberikan penafsiran yang salah terkait kerja-kerja MRP selama ini dengan cara pandang yang separatis. Menurutnya ini adalah stigmatisasi  yang dibangun karena majelis rakyat Papua adalah Lembaga negara yang menjalankan undang-undang negara di dalam negara kesatuan Republik Indonesia sesuai amanat Otsus.

Baca Juga :  25.883 Balita di Jayapura Harus Mendapatkan Pelayanan Prima

  “Majelis rakyat Papua merupakan lembaga negara yang sah dan diberikan kewenangan sesuai dengan undang-undang otonomi khusus yang dibentuk oleh negara Indonesia dan Majelis Rakyat Papua merupakan lembaga representatif dari orang asli Papua yang seharusnya dikunjungi Jokowi untuk menanyakan kondisi Papua,” katanya.

   Menurut Timotius murid salah satu penyebab kurang adanya ketepatan menyelesaikan persoalan Papua karena kurang bertanya kepada ada Lembaga MRP dan juga masyarakat akar rumput secara langsung tetapi yang ada kebanyakan melibatkan pejabat pejabat tertentu yang notabene masa jabatannya mau habis dan ingin mencari jabatan berikut sehingga rekrut dan dijadikan kan Tokoh- tokoh Papua di pinggir jalan.

  Sementara itu Anggota MRP Minggus Madai menyebutkan, Jokowi bahkan tak pernah bertanya terkait konflik yang terjadi di Papua. Setiap kunjungan, kata dia, Jokowi hanya datang lalu pergi lagi. Sehingga, tak mengherankan jika setumpuk permasalahan di Papua tak pernah selesai.

Baca Juga :  Kesetaraan Bukanlah Sekedar Tujuan, Melainkan Gagasan Kemanusiaan

  “19 kali kunjungan Jokowi ke Papua tidak menyelesaikan satu pun persoalan. Pak Presiden turun naik mobil sampai ke tempat tujuan lalu kembali. Dia tidak tanya di Papua terjadi apa, daerah konflik mana, penyelesaian seperti apa. Pak Presiden tidak tanya itu,” kata Minggus. (oel/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/