Friday, January 16, 2026
26.1 C
Jayapura

Perdamaian Ternoda, Pejabat Lari Berhamburan

MIMIKA – Konflik berkepanjangan di Distrik Kwamki Narama akhirnya berakhir damai setelah dilakukannya tradisi patah panah dan panah babi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Senin (12/1/2026). Hanya saja proses ini akhirnya kembali ternoda.

Proses ritual adat perdamaian panah babi dan patah panah di Distrik Kwamki Narama sebagai tanda berakhirnya konflik antara kelompok Dang dan Newegalen diwarnai aksi tidak terpuji dari salah satu kelompok.

Pantauan media ini, setelah prosesi damai berlalu, belum genap 30 menit, saat sejumlah tahanan digiring menuju kendaraan polisi, salah satu kelompok yang diketahui adalah Dang kembali merusuh dengan melakukan protes terhadap aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Datangi DPR, ASN Minta Perombakan

Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan tanpa syarat. Namun, hal ini sulit untuk diwujudkan lantaran para tahanan yang tercatat telah memenuhi unsur pidana pasca rangkaian pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan di Polres Mimika.

Meski dihujani berbagai tuntutan, aparat keamanan tetap membawa para tahanan. Melihat situasi ini seseorang yang diduga sebagai provokator melempar aparat keamanan beserta para pejabat yang hadir dengan menggunakan batu. Aparat keamanan lalu membalas dengan melepas tembakan peringatan dan mengejar para oknum yang diduga sebagai provokator.

MIMIKA – Konflik berkepanjangan di Distrik Kwamki Narama akhirnya berakhir damai setelah dilakukannya tradisi patah panah dan panah babi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Senin (12/1/2026). Hanya saja proses ini akhirnya kembali ternoda.

Proses ritual adat perdamaian panah babi dan patah panah di Distrik Kwamki Narama sebagai tanda berakhirnya konflik antara kelompok Dang dan Newegalen diwarnai aksi tidak terpuji dari salah satu kelompok.

Pantauan media ini, setelah prosesi damai berlalu, belum genap 30 menit, saat sejumlah tahanan digiring menuju kendaraan polisi, salah satu kelompok yang diketahui adalah Dang kembali merusuh dengan melakukan protes terhadap aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Melawan, Pelaku DPO 8 Tahun Tewas Tertembak

Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan tanpa syarat. Namun, hal ini sulit untuk diwujudkan lantaran para tahanan yang tercatat telah memenuhi unsur pidana pasca rangkaian pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan di Polres Mimika.

Meski dihujani berbagai tuntutan, aparat keamanan tetap membawa para tahanan. Melihat situasi ini seseorang yang diduga sebagai provokator melempar aparat keamanan beserta para pejabat yang hadir dengan menggunakan batu. Aparat keamanan lalu membalas dengan melepas tembakan peringatan dan mengejar para oknum yang diduga sebagai provokator.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya