Meja dan kursi berhamburan, disaat yang sama aparat keamanan pun melakukan pengamanan terhadap para pejabat yang hadir untuk meninggalkan lokasi.Sampai berita ini, aparat masih bersiaga penuh sekaligus melakukan patroli untuk mencegah adanya konflik susulan. Sebelumnya pantauan Cenderawasih Pos proses patah panah dan belah kayu Doli dijadwalkan berlangsug pukul 10.00 WIT.
Namun, agenda ini sempat molor hingga siang hari akibat Kubu Dang yang masih ngotot dengan berbagai macam tuntutan. Setelah melalui proses negosiasi panjang dengan pemerintah dan aparat keamanan, prosesi perdamaian pun dimulai.
Sejumlah warga lalu memikul sebatang bambu panjang sebagai simbol untuk menggantikan kayu ke tengah-tengah lokasi kegiatan untuk dibelah, kemudian dilanjutkan dengan ritual adat panah babi dan patah panah.
Bupati Mimika Johannes Rettob usai prosesi tersebut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama konflik berlangsung hingga perdamaian itu dicapai.
“Kurang lebih hampir empat bulan proses perdamaian ini kita lakukan dari awal, mulai dari korban satu, kemudian korban sama satu sampai dengan sekarang ini kita menyepakati perdamaian,” tutur johannes di hadapan kedua kubu.
“Terima kasih banyak untuk ini, tidak ada perang lagi, tidak ada perang lagi di Kabupaten Mimika, dan saya berharap tidak ada lagi perang di Papua,” ujarnya menambahkan.
Meja dan kursi berhamburan, disaat yang sama aparat keamanan pun melakukan pengamanan terhadap para pejabat yang hadir untuk meninggalkan lokasi.Sampai berita ini, aparat masih bersiaga penuh sekaligus melakukan patroli untuk mencegah adanya konflik susulan. Sebelumnya pantauan Cenderawasih Pos proses patah panah dan belah kayu Doli dijadwalkan berlangsug pukul 10.00 WIT.
Namun, agenda ini sempat molor hingga siang hari akibat Kubu Dang yang masih ngotot dengan berbagai macam tuntutan. Setelah melalui proses negosiasi panjang dengan pemerintah dan aparat keamanan, prosesi perdamaian pun dimulai.
Sejumlah warga lalu memikul sebatang bambu panjang sebagai simbol untuk menggantikan kayu ke tengah-tengah lokasi kegiatan untuk dibelah, kemudian dilanjutkan dengan ritual adat panah babi dan patah panah.
Bupati Mimika Johannes Rettob usai prosesi tersebut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama konflik berlangsung hingga perdamaian itu dicapai.
“Kurang lebih hampir empat bulan proses perdamaian ini kita lakukan dari awal, mulai dari korban satu, kemudian korban sama satu sampai dengan sekarang ini kita menyepakati perdamaian,” tutur johannes di hadapan kedua kubu.
“Terima kasih banyak untuk ini, tidak ada perang lagi, tidak ada perang lagi di Kabupaten Mimika, dan saya berharap tidak ada lagi perang di Papua,” ujarnya menambahkan.