Hingga saat ini, pesawat masih berada di lapangan terbang Korowai Batu. Aparat kepolisian bersama Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan lebih lanjut. “Untuk pesawat masih ada di lapangan terbang. Harapan kita tidak ada tindakan lebih lanjut terhadap pesawat. Kami juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku penembakan,” tegas AKBP Wisnu.
Proses evakuasi korban masih menghadapi kendala mengingat lokasi kejadian berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses transportasi. Meski demikian, aparat memastikan situasi di sekitar Bandara Korowai dalam keadaan aman dan terkendali. Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan pihaknya telah mengirimkan tambahan pasukan ke Boven Digoel guna memperkuat pengamanan dan melakukan penilaian situasi di lapangan.
“Sore ini (rabu red) kami sudah menerbangkan pasukan ke Boven Digoel. Harapannya kami bisa menilai situasi di lokasi dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan evakuasi, berdasarkan penilaian kondisi yang ada,” ujar Brigjen Faizal. Ia menegaskan, identitas maupun kelompok pelaku masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk sementara yang bisa kami pastikan ada dua korban. Untuk yang lainnya masih kami dalami. Kami terus berupaya memonitor kondisi masyarakat di sekitar lokasi,” tambahnya. Informasi lain diperoleh bahwa pukul 11.05 WIT saat pesawat landing di Bandara Korowai Batu Distrik Yaniruma langsung ditembaki oleh OTK.
Sang pilot kemudian memarkirkan pesawatnya di ujung landasan dan saat itu juga penumpang semua keluar dan langsung melarikan diri masuk ke dalam hutan. Tak lama Capt. Pilot Egon Irawan menghubungi Syarif (Foo Maskapai Smart Air) melalui Garmin dengan maksud menyampaikan bahwa mereka ditembaki dan sedang melarikan diri masuk ke dalam hutan. Namun beberapa menit kemudian dikontak balik oleh Foo Maskapai Smart Air ternyata sudah di luar jangkauan.
Hingga saat ini, pesawat masih berada di lapangan terbang Korowai Batu. Aparat kepolisian bersama Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan lebih lanjut. “Untuk pesawat masih ada di lapangan terbang. Harapan kita tidak ada tindakan lebih lanjut terhadap pesawat. Kami juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku penembakan,” tegas AKBP Wisnu.
Proses evakuasi korban masih menghadapi kendala mengingat lokasi kejadian berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses transportasi. Meski demikian, aparat memastikan situasi di sekitar Bandara Korowai dalam keadaan aman dan terkendali. Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan pihaknya telah mengirimkan tambahan pasukan ke Boven Digoel guna memperkuat pengamanan dan melakukan penilaian situasi di lapangan.
“Sore ini (rabu red) kami sudah menerbangkan pasukan ke Boven Digoel. Harapannya kami bisa menilai situasi di lokasi dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan evakuasi, berdasarkan penilaian kondisi yang ada,” ujar Brigjen Faizal. Ia menegaskan, identitas maupun kelompok pelaku masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk sementara yang bisa kami pastikan ada dua korban. Untuk yang lainnya masih kami dalami. Kami terus berupaya memonitor kondisi masyarakat di sekitar lokasi,” tambahnya. Informasi lain diperoleh bahwa pukul 11.05 WIT saat pesawat landing di Bandara Korowai Batu Distrik Yaniruma langsung ditembaki oleh OTK.
Sang pilot kemudian memarkirkan pesawatnya di ujung landasan dan saat itu juga penumpang semua keluar dan langsung melarikan diri masuk ke dalam hutan. Tak lama Capt. Pilot Egon Irawan menghubungi Syarif (Foo Maskapai Smart Air) melalui Garmin dengan maksud menyampaikan bahwa mereka ditembaki dan sedang melarikan diri masuk ke dalam hutan. Namun beberapa menit kemudian dikontak balik oleh Foo Maskapai Smart Air ternyata sudah di luar jangkauan.