Tuesday, March 10, 2026
28.8 C
Jayapura

IDI Akui Dokter Spesialis di Papua Masih Kurang

JAYAPURA – Kekurangan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan, terutama dokter spesialis, menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh masyarakat Papua saat ini. Masih banyak keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) terutama Rumah Sakit (RS) yang ada Kota Jayapura, dimana dianggap lambat dalam menangani pasien gawat darurat.

Menanggapi hal tersebut mantan Ketua IDI wilayah Papua Dr. dr. Donald W. Aronggear, Sp.B(K) mengaku di Papua keterbatasan sumber daya manusia terutama profesi dokter spesialis masih menjadi polemik. Akibatnya pelayanan kesehatan sedikit mengalami kendala.

Meski begitu, IDI Papua terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam kondisi serba kekurangan. Hal ini, ia sampaikan mengingat di Papua terutama tenaga dokter masih sangat terbatas. Belum lagi fasilitas penunjang kesehatan masih tergolong minim.

Baca Juga :  Sinergi Antar Pimpinan Muspida, Jadi Kunci Stabilitas Keamanan di Papua

“Berbicara meningkatkan pelayanan kesehatan di Papua, salah caranya adalah meningkatkan SDM terutama dibidang profesi dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) lainnya,” kata dr. Donald, Sabtu (10/1).

Menurutnya, SDM Kesehatan saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar yang dihadapi oleh Papua. Sebab sebagus apapun sarana dan prasarana juga alat Kesehatan yang ada, tanpa dukungan SDM, maka semuanya akan menjadi sia-sia.

Di satu sisi, dengan sedikitnya jumlah tenaga dokter di Papua, relasi antara sesama profesi semakin erat dan kuat. Yang tak kalah penting, menurut dr. Donald adalah Universitas Cenderawasih (Uncen) diharapkan terus menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan terpercaya terutama bidang kesehatan.

Baca Juga :  Pemprov Harus Berperang Aktif Memenuhi Hak-hak Perempuan Papua

JAYAPURA – Kekurangan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan, terutama dokter spesialis, menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh masyarakat Papua saat ini. Masih banyak keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) terutama Rumah Sakit (RS) yang ada Kota Jayapura, dimana dianggap lambat dalam menangani pasien gawat darurat.

Menanggapi hal tersebut mantan Ketua IDI wilayah Papua Dr. dr. Donald W. Aronggear, Sp.B(K) mengaku di Papua keterbatasan sumber daya manusia terutama profesi dokter spesialis masih menjadi polemik. Akibatnya pelayanan kesehatan sedikit mengalami kendala.

Meski begitu, IDI Papua terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam kondisi serba kekurangan. Hal ini, ia sampaikan mengingat di Papua terutama tenaga dokter masih sangat terbatas. Belum lagi fasilitas penunjang kesehatan masih tergolong minim.

Baca Juga :  Putra Papua Nakhodai IKAPTK Kampus IPDN Kalbar

“Berbicara meningkatkan pelayanan kesehatan di Papua, salah caranya adalah meningkatkan SDM terutama dibidang profesi dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) lainnya,” kata dr. Donald, Sabtu (10/1).

Menurutnya, SDM Kesehatan saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar yang dihadapi oleh Papua. Sebab sebagus apapun sarana dan prasarana juga alat Kesehatan yang ada, tanpa dukungan SDM, maka semuanya akan menjadi sia-sia.

Di satu sisi, dengan sedikitnya jumlah tenaga dokter di Papua, relasi antara sesama profesi semakin erat dan kuat. Yang tak kalah penting, menurut dr. Donald adalah Universitas Cenderawasih (Uncen) diharapkan terus menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan terpercaya terutama bidang kesehatan.

Baca Juga :  PSU Pilgub Seharusnya Tak Ada Keterlambatan Rekapitulasi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya