alexametrics
32.7 C
Jayapura
Friday, May 13, 2022

Pdt. Albert Yoku:Orang Tabi itu, Duduk di Para-para Adat, Bukan di Jalan-jalan!

SENTANI-Ketua Forum Masyarakat Adat Tabi, Pdt. Albert Yoku, S.Th., menegaskan bahwa selabaran elektronik yang didalamnya terdapat beberapa foto atau gambar tokoh masyarakat Tabi termasuk Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan juga anggota MRP, Dorlince Mehue, untuk mengadakan aksi long march mendukung pembentukan DOB dan pelaksanaan Otsus Papua, adalah hoaks.

“Foto dalam selebaran itu adalah hoaks. Kami tidak mengajak orang untuk melakukan long march. Itu foto sudah lama dan yang kami diskusikan sebelum difoto pada bulan April itu lain,” ungkap Pdt. Albert Yoku kepada Cenderawasih Pos, Rabu (11/5).

Namun apabila ada kelompok yang mengatasnamakan Forum Pemuda Tabi untuk  menggelar aksi tersebut, menurutnya hal itu di luar sepengetahuan mereka.

Baca Juga :  142 Mahasiswa Asal Papua Bakal Dipulangkan

“Kalau mereka (Forum Pemuda) yang menggelar aksi itu, mungkin karena anak muda ini sedikit emosi. Karena ada kelompok lain yang menolak, seolah mewakili rakyat Papua, sehingga kemudian mereka menginisiasi untuk menggelar long march itu,” tuturnya.

Namun demikian dia berharap agar cara penyampaian aspirasi yang akan dilakukan semestinya tidak boleh dilakukan di jalan-jalan.  Karena hal  seperti itu sebenarnya tidak mencerminkan budaya dan adat istiadat orang Tabi.
“Orang Tabi itu duduk di para-para adat dan bicarakan di situ apa yang menjadi persoalan,  bukan dijalan jalan. Itu bukan budaya kita,” tegasnya.

Karena itu selaku orang tua dan juga tokoh yang turut memperjuangkan terwujudnya daerah otonom baru Papua ini, Pdt. Albert Yoku berharap agar orang muda di wilayah Tabi tidak boleh mengikuti jejak orang lain yang melakukan aksi-aksi di jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga :  Angka Penyebaran Covid Turun, Tetap Disiplin Prokes

“Mari kita diskusikan dengan baik, setelah itu baru kita salurkan aspirasi kita tanpa harus menganggu orang lain,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrickus Maclarimboen juga berharap, aksi long march itu sebaiknya tidak dilakukan karena sangat berpotensi terganggunya aktivitas masyarakat. Dia juga meminta agar kegiatan itu cukup  dilakukan di wilayah masing-masing.
“Kami belum menerima izin secara resmi tetapi sebaiknya aksi long march itu tidak bisa dilakukan di jalan-jalan tetapi cukup dilakukan di wilayah masing-masing,” ujar Kapolres Fredrickus. (roy/nat)

SENTANI-Ketua Forum Masyarakat Adat Tabi, Pdt. Albert Yoku, S.Th., menegaskan bahwa selabaran elektronik yang didalamnya terdapat beberapa foto atau gambar tokoh masyarakat Tabi termasuk Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan juga anggota MRP, Dorlince Mehue, untuk mengadakan aksi long march mendukung pembentukan DOB dan pelaksanaan Otsus Papua, adalah hoaks.

“Foto dalam selebaran itu adalah hoaks. Kami tidak mengajak orang untuk melakukan long march. Itu foto sudah lama dan yang kami diskusikan sebelum difoto pada bulan April itu lain,” ungkap Pdt. Albert Yoku kepada Cenderawasih Pos, Rabu (11/5).

Namun apabila ada kelompok yang mengatasnamakan Forum Pemuda Tabi untuk  menggelar aksi tersebut, menurutnya hal itu di luar sepengetahuan mereka.

Baca Juga :  Forum Dewan Adat Tabi Dukung DOB Papua

“Kalau mereka (Forum Pemuda) yang menggelar aksi itu, mungkin karena anak muda ini sedikit emosi. Karena ada kelompok lain yang menolak, seolah mewakili rakyat Papua, sehingga kemudian mereka menginisiasi untuk menggelar long march itu,” tuturnya.

Namun demikian dia berharap agar cara penyampaian aspirasi yang akan dilakukan semestinya tidak boleh dilakukan di jalan-jalan.  Karena hal  seperti itu sebenarnya tidak mencerminkan budaya dan adat istiadat orang Tabi.
“Orang Tabi itu duduk di para-para adat dan bicarakan di situ apa yang menjadi persoalan,  bukan dijalan jalan. Itu bukan budaya kita,” tegasnya.

Karena itu selaku orang tua dan juga tokoh yang turut memperjuangkan terwujudnya daerah otonom baru Papua ini, Pdt. Albert Yoku berharap agar orang muda di wilayah Tabi tidak boleh mengikuti jejak orang lain yang melakukan aksi-aksi di jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga :  Freeport Perkuat Protokol Kesehatan di Area Kerja

“Mari kita diskusikan dengan baik, setelah itu baru kita salurkan aspirasi kita tanpa harus menganggu orang lain,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrickus Maclarimboen juga berharap, aksi long march itu sebaiknya tidak dilakukan karena sangat berpotensi terganggunya aktivitas masyarakat. Dia juga meminta agar kegiatan itu cukup  dilakukan di wilayah masing-masing.
“Kami belum menerima izin secara resmi tetapi sebaiknya aksi long march itu tidak bisa dilakukan di jalan-jalan tetapi cukup dilakukan di wilayah masing-masing,” ujar Kapolres Fredrickus. (roy/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/